Syukurrr!!

19.7K 485 10
                                        

Fana POV

Aku berjalan menuju lorong demi lorong.

Aku terdiam beberapa saat, aku menatap Angga yang sedang berlatih basket di belakang sekolahku.

Dia terlihat begitu lihai memainkan bolanya.

Sorak-sorak mengisi ruangan basket.

Aku menghela nafasku saat aku melihat Angga menerima sebucket bunga dari penggemarnya.

Dia tersenyum di depan orang yang memberinya bunga.

Apa aku merasa cemburu? Oh tidak! Itu tidak benar!

Aku percaya padanya, sekalipun dia memiliki beribu-ribu penggemar, aku yakin dia hanya akan menoleh kepadaku.

Aku berjalan ke tempat para penonton.

Taklupa aku juga membawa minuman sehat dan juga handuk kecil untuknya.

Angga menoleh ke arahku sebentar, dia tersenyum dan mengedipkan matanya kearahku yang ku balas dengan menjulurkan lidah.

Sedangkan para penggemarnya berteriak histeris saat angga mengedipkan matanya.

Aku memutar bola mataku jengah. Ck

Dan aku teralihkan saat Dia memulai pertandingan kembali.

Apa aku terpesona? Tidak! Bagiku aku akan terpesona apabila cowok itu tak pernah menyakiti orang tuanya.

Kalau sekedar populer di sekolah buat apa?

Memang angga itu pinter, itu salah satu pertimbanganku memeprtahankan hubungan ini.

Jadi bisalah untuk menutupi kekuranganku, oh bukan tapi kebodohanku hiks.

Jangan mengejek, aku memang hanya memiliki kelebihan yang tak di miliki orang lain. Apa? Itu rahasia.

Eh tapi kalau aku kasih tau jangan bilang siapa-siapa ya?
Serius kan?

Kelebihanku hanya, aku tak pernah berpacaran kecuali sama Angga. Plis jangan ketawa.

Itu sebuah hal yang menakjubkan bukan? Bukan aku tak laku, hanya saja aku orang yang tidak suka dengan begituan.

Pernah sih dulu suka sama seseorang, tapi aku tak mau sampai sejauh itu atau sampai pacaran . Sekedar kagum saja.

Bagiku pacaran itu tak ada gunanya, apalagi kalau sudah mengganggu pelajaranku! Aku tidak mau itu terjadi.

Tapi saat bersama Angga, dia lebih banyak membawa pengaruh positif.

Lamuanku seketika buyar saat Angga tiba-tiba tidur di atas pangkuanku dengan keadaan ngos-ngosan dan keringan dimana-mana.

"Ngapain lo kesini? Sono ke citra, senyam-senyum di kasih bunga! Mau mati lo di kasih bunga?"
Ucapku sambil mengangkat kepalanya.

Sedangkan Angga tidak mau bangkit dari pangkuanku.

"Ciee cemburu"
Goda Angga sambil mencolek daguku.

Aku menatapnya sengit yang masih berada di pangkuanku

"Wake up!"
Perintahku.

"Bentar doang, capek tau Fan!"
Ucapnya menolak.

Aku berdecak melihat wajahnya yang memohon.

"Emang gak mau minum?"
Tanyaku sambil mengusap keringat di pelipisnya dengan handuk.

Angga bangkit dari pangkuanku dan meminta minumannya.

Aku menyodorkannya dan memperhatikannya yang meminum hingga tandas.

Masa Sekolah ✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang