Kalau mau lanjut cepet komen yg bnyk
Fana Pov
Ujian sudah dekat, akupun juga sering les private. Seperti sekarang, aku menjalani les private.
Tau aku les private ke mana?
Ya. Aku les private ke Angga. Dia sih yang sebenarnya menawarkan diri menjadi guru privateku.
"Nak, buat mie pas hujan enak kayaknya."
Ucapnya tanpa menoleh ke arahku sambil fokus ke bukunya.
"Mau di buatin?"
Tanyaku menghentikan tulisan tanganku.
"Hmm"
Jawabnya berdehem.
Aku bangkit dan menuju dapur untuk membuat mie kuah.
"Ah enak kayaknya kalau di tambah bayam sama sosis"
Ucapku sambil mencari bahan yang ingin ku masak.
Sekitar dua puluh menit, dua mie satu mangkuk pun sudah tersedia.
Ya, aku taruh satu mangkuk agar tak menumpuk piring kotornya.
Aku menghampiri Angga sambil membawa mangkuk yang berisi mie tadi.
Angga menoleh dan merapikan meja agar bukunya tak kotor.
Aku taruh mangkuk itu di depannya dan makan bareng bersamanya.
"Kamu sebenarnya bisa masak apa sih yang?"
Tanya Angga sambil makan.
"Sate, kare, rendang soto banyak sih emang kenapa?"
Tanyaku penasaran.
"Serius bisa bikin rendang?"
Tanyanya tak percaya.
"Bisa lah, tapi dalam bentuk mie"
Ucapku cengengesan.
Angga tiba-tiba menonyor kepalaku. Aku hanya tertawa melihat wajahnya.
"Otak lo kemana sih Fan?"
Tanyanya gregetan.
"Di mana hayoo?"
Tanyaku menggodanya.
"Di pantat!"
Ucapnya kesal dan menarik mangkuknya.
Aku hanya membiarkannya saja, maklum perut Angga karet jadi makan mulu.
Aku mengusap mulutnya yang blepotan karena Angga terlalu bersemangat memakan mienya.
Tak butuh waktu lama, semangkuk mie pun tandas tanpa sisa.
Aku menaruhnya di tempat piring kotor.
Saat aku kembali ke tempat di mana Angga berada, aku melihat dia sudah tertidur di meja.
Aku menghampirinya.
"Habis makan tuh jangan langsung tidur"
Ucapku sambil menggelitiki pinggangnya.
"Kekenyangan"
Ucapnya malas.
"Belajar lagi gak? Kalau gak yaudah"
Ucapku kembali mengambil buku dan belajar.
"Kalau gak bisa entar tanyain, gw mau tidur bentar"
Pesannya aku hanya mengangguk.
Aku mengusap kepalanya sebagai penghantar dia tidur.
Tak butuh waktu lama, ku lihat Angga sudah tertidur dengan telengkup di meja yang tadinya di buat belajar di ruang tamu dan duduk di bawah, beralasan karpet.
Sedangkan aku belajar dengan serius, bahkan berkali-kali aku mengerjapkan mataku lelah.
Tapi aku tak mau menyerah, ini perjuangan. Aku ingin orang tuaku bangga denganku.
Setidaknya, kalaupun nanti nilaiku tak sebagus lelaki di sebelahku, aku tetap bangga karena sudah berusaha.
Hampir dua jam berlalu dan Angga juga sudah tidur selama itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Masa Sekolah ✅
HumorMasa sekolahku tak begitu menyenangkan. Tetapi semenjak di jadikan kekasih olehnya, semuanya berubah. ~ FANA
