Anggalovers?

19.9K 488 4
                                        

Fana POV

Aku berjalan di koridor sekolah.

Tak jarang juga aku di perhatikan oleh siswa-siswi di sekolahku.
Menurutku itu hal yang sudah biasa. Mungkin mereka fans?

Saat aku berjalan, aku melihat punggung seseorang yang ku kenal tak jauh dari jarakku, ya Angga juga sedang fokus berjalan sambil menunduk seperti bermain handphonenya.

Aku berlari kecil ke arahnya tanpa mau menimbulkan suara.

Ya aku berniat mengagetkannya.

Saat jaraknya sudah dekat,

"Dorr"
aku langsung mengalungkan tanganku ke lehernya dan menaikan kakiku ke pinggangnya.

"Eh Kampret!"
Kagetnya saat aku tiba-tiba sudah naik ke punggungnya.

Sebelumnya Angga sedikit tak seimbang, tapi berhasil teratasi.

Dia melanjutkan lagi berjalan tanpa beban.

Hanya tangan kanannya memegang pantatku agar tak terjatuh.

"Ck. Serius amat pak? Ngapain sih?"
Tanyaku mengintip apa yang sedang dia lakukan.

Murid-murid rata-rata terpekik saat aku di gendong Angga.

"Encok dah gendong kamu"
Jawabnya tanpa menjawab pertanyaanku.

Aku yang mendengar langsung menggigit bahunya dengan keras hingga dia spontan melepaskan tangannya dari pantatku.

Dan dengan keadaan begitu, otomatis aku yang belum siap pun terjatuh di depan banyak orang. Aku meringis sedikit karena kaget.

"MAMPUS!"
Ejek Angga tanpa berperikemanusiaan.

"Ck. Malu!"
Lirihku berucap ke arah Angga tanpa mengeluarkan suara.

"HAHAHA... sini nak, utututu"
Angga menjulurkan tangannya.

Aku menerimanya dan bangkit, sakit sih enggak malunya itu loh.

Aku langsung meminta gendong lagi agar bisa menyembunyikan wajahku di depan fans Angga.

Angga membungkukan badannya sedikit, dan aku langsung naik ke punggungnya dan menyembunyikan wajahku di bahunya.

"Mangkanya jangan banyak tingkah! Malu sendiri kan?"
Ucap Angga dengan sengaknya.

"Bodo!"
Jawabku masih bersembunyi di bahunya.

Angga membawaku ke kantin.

Saat di sana aku masih bersembunyi, bedanya yang tadi di gendong sekarang bersembunyi di dada bidangnya.

"Ngapain dah lo dusel-dusel gitu Fan?"
Tanya Dewa yang tiba-tiba datang.

"Biarin!"
Jawabku menoleh kearahnya.

Angga mendorong bahuku pelan.

Aku melotot kearahnya. Dan melepaskan pelukkanku.

"Pesenin makan gih laper"
Mintanya.

Angga fokus lagi ke hpnya.

Aku pun menurut.
Aku berjalan di belakangnya dan menonyor kepalanya dengan kesal.

Angga berdecak kesal dan melotot kearahku.

"Hahaha ternyata kalian gak seromantis yang gw kira"
Ucap Dewa sambil tertawa.

"Yee siapa yang gak romantis"
Aku pun mengusap kepala Angga yang sudah kudorong tadi.

Angga menepisnya.
"Udah sana beli ah!"
Perintah Angga ikut kesal.

Masa Sekolah ✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang