EKSTRA PART 1

27.7K 508 15
                                        

FANA POV

"mi, agak atas dikit. Bukan di situ, nah. Ahh, ya gitu"

Aku sedang memijat suamiku yang baru saja pulang kerja.

Ya dia sekarang sudah bekerja, dan menjadi arsitek yang di cari-cari dari belahan dunia.

Jadi maklumi saja, kalau Angga pulang bisa satu bulan tiga-empat kali saja.

Karena dia bukan hanya ke luar kota tiap harinya, tapi ke luar negeri.

Aku sebagai istri pasti mendukung setiap langkahnya dan mendoakan kesehatan dan juga keselamatannya.

Dan tiap pulang, Angga pasti minta jatah+pijat.

Tapi tak masalah, toh sekalinya pulang, besoknya dia pasti tak ada di rumah.
*sungkem

Dulu sempat berpikir, aku gak bisa hidup seperti ini. Habis pakai di tinggal.

Tapi itu dulu, saat akubelum mengerti setiap keringat yang dia keluarkan juga butuh pengorbanan. Pengalaman menjadi seorang istri sangat luarbiasa, dan bukan aku yang sakit tapi di luar sana pasti Angga juga sakit karena jauh dari keluarga.

Terkadang, kalau Angga saat akan berangkat merasa sakit atau apa, aku pasti ikut dia bekerja. Memastikan, kalau dia baik-baik saja.

Bukan. Bukan aku tak ingin selalu mendampingi Angga keluar kota atau keluar negeri. Kalau Angga memintaku ikut, aku tanpa pikir panjang pasti ikut. Tapi aku hanya berusaha, menjadi istri pengertian dan dewasa, Angga di luar sana bekerja. Dan itu buatku dan juga anak-anakku.

"FAN, PELANIN! assjhjfhkdg.. Pegel banget sumpah, jangan keras-keras sakit bego!"

Suara Angga menggelegar dan aku cuma bisa tersenyum manis tanpa mau membalas perkataannya.

Dan

"DUARRR"

Suara pintu terbuka dengan tidak senonoh.

"Fana, mau minum cucu"
Ucap anak kecil berumur lima tahun, dan baru bangun tidur.

Rasanya ingin ku lempar saja.

Angga bangkit dari tengkurapnya dan tertawa terpingkal-pingkal.

Sialan.

"Gara-gara Lo! Anak gw manggil emaknya Fana! Masa tiap hari manggil gw gituuuu. Ck, pengen gw masukin lagi ke lobang"

Gerutuku jengkel hilang sudah kelembutanku yang tadi terpancar.

dan menggendong Elsa Santi Angkasa anak kecil buah hatiku dengan Angga.

"Manggilnya umi, gak boleh manggil nama gitu. Gimana? Umi."
Aku mengajarinya dan dia bersembunyi di bahuku.

"gak umi buatin susu kalau belum manggil umi. Gimana? Umi. Ayo umi"
Ajarku lagi.

"Umi"
Ucap anakku akhirnya.

Kalau kebanyakan anak cewek dekat sama bapaknya, ini tidak. Karena anakku sudah ku masuki racun, kalau aku lebih sayang sama dia.

Dan tinggalkan Angga yang jarang ada di rumah.

BEHAHAHA

"Itu salim dulu sama abi"
Aku mendekatkan ke Angga yang tersenyum manis dan memindahkan Elsa ke gendongannya.

"Fan... Eh umi, aku buatin juga jahe anget ya"
Ucapnya meralat memanggilku karena ku plototi.

aku berlalu meninggalkan mereka berdua untuk membuatkan susu dan jahe hangat untuk bayi-bayiku

Seumur Elsa memang daya tangkapnya kuat, dan aku sebagai ibu harus mengajarkannya yang baik-baik.

Tapi selalu di rusak sama Angga.

Masa Sekolah ✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang