XVII

4.3K 441 20
                                        

Typo bertebaran..

Maaf updatenya lama :( Di karenakan ada masalah sampai memperlambat kelanjutan ff ini. Sumimasen....



----



Malam hari di dalam Cafe, Kinal hanya duduk sambil meminum Coffe yang ia pesan. Di temani alunan musik yang di mainkan oleh penyanyi di Cafe tersebut. Dengan menyanyikan lagu milik Mai Kuraki yang berjudul Togetsukyo Kimi Omou.

"suaranya bagus" batin Kinal memandangi wajah gadis yang menyanyikan lagu tersebut.

"eh udah jam 11 aja, pulang ahh" gumam Kinal lalu pergi dari Cafe tersebut.

Di perjalanan pulang menggunakan motornya, entah kenapa dia terus merasakan sesuatu yang tidak enak di hatinya. Saat lampu merah Kinal menghentikan motornya. Pandangan matanya tertuju pada lampu yang berwarna mewah. Namun saat matanya berpaling kearah Halte, ia menemukan sesuatu hal yang menarik perhatiannya.

"Melody? Ngapain dia malem-malem gini di Halte?" gumamnya membuka kaca helm nya.

Saat Kinal hendak memanggil Melody tiba-tiba Geo datang menghampiri Melody yang sedang duduk di Halte. Mereka terlihat dengan membicarakan sesuatu hal yang membuat Melody kesal.

"mereka ngapain? Bikin olah apa lagi lo bang" batin Kinal sedikit kesal saat Geo menggenggam pergelangan tangan Melody.

Di sebelah motor Kinal ada sebuah mobil milik Techi yang juga menunggu lampu hijau. Ve yang berada di sebelah kanan melihat Kinal yang sedang mengendarai motornya dan memandang ke arah Halte.

"Kinal ngapain?" batin Ve khawatir saat melihat raut wajah Kinal yang sedang marah.

Lampu pun berganti menjadi hijau, tanpa menghiraukan apapun Kinal langsung tancap gas motornya. Ve terkejut kala Kinal berkendara dengan kecepatan seperti itu.

"liatin apa Ve?" tanya Techi yang sedikit melirik ke arahmya

"ahh, gak apa-apa kok" jawab Ve tersenyum dan masih memikirkan tentang Kinal.

Di Halte, Melody dan Geo masih berdebat tentang permintaan Geo agar Melody membatalkan pertunangannya dengan Kinal.

"lo udah gila hah?! Kinal itu adik lo, apa lo tega bikin dia sedih" bentak Melody mencoba melepaskan tangannya dari genggaman Geo

"selagi aku bisa dapetin kamu aku rela ngelakuin apa aja"

"lo gila Geo! Gila! Lepasin tangan gue!" Melody mengempaskan tangannya sehingga genggaman Geo pun terlepas.

"Mel dengerin aku, demi Allah aku cinta mati sama kamu jadi pliss tolong batalin pertunangan kamu sama Kinal. Aku akan buat kamu lebih bahagia di bandingkan dengan Kinal"

"gak usah bawa-bawa nama Allah, dan satu lagi, sampai kapanpun gue gak akan pernah batalin pertunangan gue sama Kinal. Lupain cinta lo dan lupain gue" Melody pergi meninggalkan Geo yang berdiri dengan rasa sakit di dalam hatinya.

"Sial!"

Geo pergi dengan amarah yang memuncak. Ia mencoba mencari suasana untuk menghilangankan emosinya tersebut dan mencari cara agar ia bisa membatalkan pertunangan Melody dengan Kinal.

*

Di apartemen milik Frieska, terlihat Farish yang duduk di ruang tamu bersama Frieska yang duduk di sampignya. Farish memasang wajah lesu, dan Frieska mencoba menanyakan apa yang terjadi.

Sshh, Gue Suka! (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang