Typo bertebaran..
----
Sesampainya di depan gedung, Kinal memarkirkan mobilnya dan masuk ke dalam. Banyak sekali orang yang tidak ia kenali namun mereka semua mengenal Kinal. Saat berjalan masuk ke dalam banyak sekali orang yang menyapanya
"Hai Kinal" sapa Frieska yang muncul dari belakangnya
Kinal menoleh ke arah Frieska dam tersenyum.
"Hai kak, selamat ya atas pertunangan nya" Kinal bersalaman dengan Frieska
"Tunangan aja belom, masih nanti nal"
"Lah belum ya? Kirain udah" tawa Kinal sambil menggaruk leher belakangnya
"Aneh banget gue denger lo manggil gue kak, secara lo kan calon kakak ipar gue dan gue calon adik ipar lo" ucap Frieska
"Iya ya, terus gue manggil lo gimana dong? Kan gue lebih muda dari lo?"
"Aduh repot banget, gini nih kalo punya kakak bakalan nikah sama brondong hahaha"
"Dih enak dimakan dong gue hahaha"
Mereka berdua memang sudah akrab sejak lama. Kinal mulai sedikit santai berbincang dengan Frieska saat dirinya dulu berlibur di bandung tepatnya di rumah Melody
"Hei pada ngomongin apa nih? Seru gitu kayaknya" Melody datang
"Ini kak kita lagi bahas tentang seorang kakak yang nikah sama brondong dan si adik bingung mau manggil di brondong itu kakak apa adik, soalnya di brondong sama si adik tuaan si adik hahaha" ledek Frieska langsung diberi tatapan tajam oleh Melody
"Ngeledek nih ceritanya?"
"Hahaha canda kak ya gak nal?"
"Sensian dia mah, biasa lagi PMS hehe" Kini Kinal yang menjahili Melody
"Ihh kamu mah" Melody memukul pelan lengan Kinal
Mereka bertiga asyik berbincang bersama. Tak lama kemudian Farish datang bersama Adit dan Anisa.
"Hei Kinal apakabar? Lama gak ketemu" sapa Adit menepuk bahu Kinal
"Malam om, tante" Kinal menundukkan kepalanya pada kedua orang tua Melody
"Gimana sekolahnya nal? Lancar?" tanya Anisa
"Allhamdulilah tante semuanya lancar"
"Lulus nanti mau langsung nikah apa kerja dulu? Hahaha" ledek Adit membuat Melody merona
"Papa apaan sih nanyanya, Kinal pasti kerja dulu lah. Ya kan nal?"
"Iya tante, tapi Melody nya napsu banget pengen nikah" Kinal melirik Melody sambil mengulum senyumannya
"Apasih? Gak tau ihh" Melody cemberut
"Hahahaha... "
Mereka semua tertawa. Melody melingkarkan tangannya pada lengan Kinal. Membuat Farish menatap tajam kearahnya. Namun Melody tak menyadarinya.
"Ayo siap-siap, pertunangannya mau dimulai" Anisa mengajak Frieska untuk bersiap
Farish pun juga ikut bersiap untuk pertunangannya, tak lupa ia menyiapkan cincin yang ia simpan disaku jasnya.
Kejadian tadi membuat Melody terus kepikiran, dia terus Melamun sambil melingkar kan tangannya pada lengan Kinal.
"Mel, kamu gapapa?" tanya Kinal Memegang Pipi Melody
"Ehh... Iya aku gapapa kok, cuma capek aja" jawab Melody berbohong
"Ini diminum dulu" Kinal memberikan minumannya pada Melody
