"I can dance and play a part if that what you asked. Give gou all i am."
Esoknya, Ayra sudah siap dengan rambutnya yang diikat ponytail seperti biasa.Namun, penampilannya kali ini cukup mengundang perhatian.Ia mengenakan kaus biru agak kebesaran dengan tulisan ‘OVERCOME HUMANS’ yang ia padukan dengan jumpsuit hitam yang sepadan dengan mate choker miliknya.Untuk bagian bawah, dia mengenakan sneakers putih – biru dengan kaus kaki polkadot senada.Ia memang sengaja menonjolkan warna biru agar muffler yang ia kenakan tidak terlihat mencolok.Tapi, yang benar saja, muffler di musim semi ? Ia bersyukur ini bukan musim panas.Karena umurnya hanya akan sampai peralihan musim semi dan panas.Jadi, tidak terlalu mengherankan.Setelah mengenakan lipbalm dan parfum vanilla yang kini menjadi kebiasaannya, Ayra pun turun kebawah untuk ikut sarapan pagi bersama keluarganya.
“Good morning Ayra, pancakes or toast ? “ sapa Laurin yang masih sibuk di dapur.
“Good morning and Pancakes please.Good morning Ruke.” sapa Ayra pada kedua pasangan sejoli itu.
“Good morning my little munch bun.” balas Ruke yang mengecup pipi Ayra.
“Here you go.” seru Laurin saat menghidangkan pancake cereal kesukaan Ayra dengan sirup cokelat dan beberapa potong buah juga segelas susu.Lalu, wanita itu pun ikut bergabung bersama mereka.
“Thanks Laurin.”“Ayra, kau terlihat berbeda hari ini. “ ujar sang kakak.Ayra pun sedikit terkejut.
“Apa itu buruk ? “ ujarnya taku- takut.
“Tidak, tentu saja tidak.Apa itu muffler pemberian Laurin ? “ tebak Ruke.Ayra semakin khawatir.Ia berusaha tersenyum santai.
“Darimana kau tahu ? “ tanya nya.Ruke pun melihat kearah Laurin lalu kembali memandangi adiknya.
“Laurin yang menceritakannya padaku, dia bangga dengan perkembangan latihanmu.Jadi, mau menceritakannya sedikit ? “ ujarnya.Jujur, Ayra sedikit lega mendengarnya.Karena itu artinya Ruke tidak curiga.
“Tidak banyak.Aku sudah bisa melakukan Moon Caller, tapi aku masih belum bisa ‘Clawater’.” jelas Ayra.Clawater adalah gerakan memecah air yang selama ini ia pelajari.Ayra bisa melakukannya, meski hanya sedikit.
“Aku yakin kau pasti bisa.Masih ada dua bulan lagi.” ucap Laurin seakan memberinya semangat.
“Dua bulan ? Bukannya tiga ? “ ujarnya kebingungan.
“Kau tidak memeriksa kalender hari ini ? “ tanya sang kakak sambil tertawa.Ayra pun langsung berubah sedih, meski tidak terlalu ia tunjukkan.
‘Itu artinya bulan depan adalah ulang tahun Zoec dan bulan depannya lagi ulang tahunku.Aku tidak punya waktu banyak.’ pikir Ayra.
“Kau baik sayang ? “ ujar Ruke.Ayra pun mengangguk.
“Ya, aku baik.Sebaiknya aku segera berangkat.Terima kasih sarapannya Laurin.I love you both.” serunya yang sudah menghabiskan sarapan dan berlari kearah pintu.Laurin dan Ruke pun tersenyum padanya.
“We love you Ayra.Have a great day.” ujar Laurin.
“Ayra, wait ! “ seru Ruke tiba – tiba.Ayra pun berhenti dan melihat kebelakang.
“Yes big bro ? “
“Jangan pulang terlambat dan gunakan jalan pintas lagi untuk hari ini.”
“O – kay ? Jangan cemas, aku pasti akan pulang tepat waktu.Bye, love you.” ucap Ayra yang sebenarnya sudah tidak sabar untuk bertemu ‘mate’ nya.
“Kau masih mencemaskannya ? “ ujar Laurin sambil memijat pelan pundak Ruke.Ruke pun mengambil tangan Laurin dan mengecupnya pelan.
“Mereka akan datang lagi.”Didalam mobil, Zoec sudah tidak sabar untuk turun dan menyapa tambatan hatinya.Barel kewalahan dengan tingkahnya yang bernyanyi – nyanyi tidak jelas saat ada lagu yang mengambarkan suasana hati adik sepupunya itu.
“We’re hand to hand, chest to chest, and now we’re face to face ! “ – RIHANNA, PLEASE DON’T STOP THE MUSIC
“I told her ‘wanna ride up ?’ and she said yes ! We didn’t go to church, but I got bless ! “ – PITBULL, TIME OF OUR LIVES
“I don’t exist if I don’t have her.The sun doesn’t shine, the world doesn’t turn.Alright ! “ – ONE DIRECTION, STEAL MY GIRL
“KISSING STRANGERS ! OOH ! NANANANANANANA ‘TILL I FIND SOMEONE I LOVE ! “ – DNCE, KISSING STRANGERS“Okay, that’s it ! Kecilkan suaramu atau kau kuturunkan disini ! “ seru Barel yang sudah tidak kuat.Bukan suara Zoec yang tidak enak didengar namun ia memadukan nyanyiannya dengan gerakan berlebihan.
“Ayolah, aku hanya mengisi masa mudaku.Sebelum angka seratus menghampiriku, aku harus melakukan hal yang belum pernah kulakukan.” balas Zoec sambil menggoda Barel yang langsung ditepis oleh Barel dengan kasar.
“Kau sudah sering melakukannya shit head ! Bernyanyi seperti orang bodoh.”
“No fun ! But, it’s different this time. “
“What’s the fucking different ? You had no brain this time ? “
“Nope, I’m in love.”
“Terserah kau saja.Tapi lagu terakhir benar – benar menceritakan segalanya.”
“Kissing strangers ? “
“Yup ! You fucking kissed a girl that you fucking barely even know.I mean, you know each other for about twelve hours and already had some make out session.Damn Amphesyst genes.” jelas Barel seakan mengeluarkan isi hatinya.
“Aw, you’re just jealous.” ujar Zoec dengan nada manja.
“Idi – “
“Wait ! STOP ! “ seru Zoec tiba – tiba yang membuat Barel harus ekstra keras menginjak rem dan membuat mereka hampir bertabrakan dengan mobil yang berada dibelakang.
“Holy wine ! What the fuck ? “ ujar Barel sambil memukul keras kepala Zoec.
“Itu dia.Arah jam tiga.My future queen.” ucap Zoec seakan tidak terjadi apa – apa.
“Oh, gadis dengan muffler biru ? “ tanya Barel yang anehnya melembut saat melihat sosok Ayra.
“Yup.Sebaiknya aku turun disini.Tidak baik seorang pangeran meninggalkan puterinya sendirian dijalan.”
“Tunggu, aku ikut.Aku ingin tahu gadis ini.”
“Baiklah tapi tidak lama.”

KAMU SEDANG MEMBACA
Under The Moon We Vow
Teen FictionMortals atau immortals, semuanya tetap mahluk yang harus diakui.Manusia dan vampir sebagai - Tunggu ! ada satu lagi, Werewolf ! kenapa mereka dilupakan ? apa mereka sudah punah ? lalu kenapa vampir masih diingat ? Semua karena kejadian masa lalu ya...