Bad Things

15 4 0
                                    

"Ok, i'm insane. But, you're the same."

Di café yang disebut – sebut, Dussa dan teman – temannya sibuk memesan sementara Ayra hanya memperhatikan Zoec yang memarahi John karena pria itu memesan terlampau banyak.Ayra hanya tertawa kecil dari tempat yang mereka pesan untuk duduk.Hati kecilnya merasakan seusatu yang hangat.Sesuatu yang menurutnya aneh dan sedikit menakutkan.Apa dia mungkin mengidap penyakit menakutkan ? Atau mungkin ini tanda dari usianya yang hampir habis ? Sangat menyeramkan.Tapi di sisi lain, ia merasa seperti tidak berada di rumah.Ia merasa berada di tanah lapang dengan hamparan bunga yang tertiup angin menenangkan.Rasanya lucu dan anehnya meski dia harus mati sekarang, dia tidak takut.Ayra mulai merasa dirinya menggila.Apa ini efek samping dari menerima pernyataan cinta seorang vampir ? Menyebalkan sekali.Banyak sekali yang harus ia rasakan dalam waktu singkat.

“Like what you see ? “ ujar Zoec yang menyadarkan Ayra dari lamunan panjang.
“Maksudmu ? “ tanya gadis itu tak mengerti.Zoec pun duduk disampingnya.
“Kau memperhatikanku sedari tadi.Apa aku semenarik itu ? ” goda Zoec.
“Oh shut up ! Aku sedang mengkhawatirkan hidup dan matiku saat ini.” balas Ayra sambil memukul pelan bahu Zoec.Laki – laki itu pun tertawa kecil.
“Ya dan itu adalah aku.Aku adalah hidup dan matimu.” ucapnya percaya diri.
“Hell no ! Aku serius, sepertinya aku akan mati.” seru Ayra yang berubah sedih.Zoec yang melihat itu pun segera menangkup wajah Ayra dan menatapnya.
“Ayra, jangan bercanda.Kau kenapa ? “ tanya pria itu khawatir.Ayra melihat kedalam mata pria itu lalu menghela napas pelan.Ia melepaskan tangan Zoec lalu menggenggamnya erat.
“Aku merasakan jantungku berdebar sangat kencang.Itu menyeramkan.Belum lagi aku merasa sesuatu yang aneh pada diriku.Namun, aku senang akan hal itu.Bahkan, aku tersenyum.” Ucapannya membuat Zoec hampir tertawa namun wajah Ayra yang serius membuatnya menahan hal itu.Ia memberi kecupan singkat pada tangan Ayra yang masih menggengam miliknya lalu tersenyum.
“Kau tidak pernah merasakannya sebelumnya ? “ ujarnya.
“Apa ? “ balas Ayra tak mengerti.
“umm, cinta ? “ ucap Zoec dan seketika itu juga Ayra membelalakkan matanya.
“Aku mencintai kalian semua ? Bagaimana bisa ? Bukankah cinta hanya untuk seseorang yang ‘spesial’ ? “ serunya tak percaya.Zoec bersumpah kalau kekasihnya ini begitu polos dan menggemaskan.Membuat pria ini ingin memakannya saat ini juga.Namun, ia tahu kenapa Ayra terlihat seperti ini.
“Kau tidak tahu kalau cinta itu terbagi – bagi ? Biar kuperjelas disini, apa kau tidak pernah merasakan…senang ? “ ujarnya dengan pertanyaan yang sedikit sensitif.
“Aku hanya merasakan hal itu bersama Ruke.Tidak lebih.” Dan jawaban itu berhasil membuat Zoec kesal bukan main.Ia pun kembali bertanya pada Ayra.
“Siapa Ruke ini ? Mantan kekasihmu ? “ ujarnya dan Ayra menatapnya tak percaya.Ia tersenyum kecil.
“Kau cemburu ? “ ujarnya pada Zoec yang kemudian memalingkan wajahnya.
“Tidak, aku hanya ingin tahu siapa orang yang bisa membuatmu bahagia.” jawabnya.Ayra pun memainkan pipi Zoec karena gemas.
“Jangan menepisnya.Aku bisa melihat itu.Dan dia itu bukan mantan kekasihku, dia kakak laki – lakiku.” jelasnya.Seketika itu juga mood Zoec membaik.
“O – oh.Pantas.Apa dia sebaik itu sampai kau hanya bahagia bersamanya ? “
“Mungkin karena hanya dia yang selalu ada untukku.” Dan ingatan Zoec pada masa lalu gadis itu pun kembali.Ia mengecup pelan kening Ayra.
“Ya sudah, tidak perlu dilanjutkan.Kau sudah pernah bercerita padaku.Sekarang bagaimana kalau kau kupesankan honey toast ? Makanan manis untuk gadis dengan senyuman yang manis.” goda Zoec.Ayra pun mengangguk.
“Tentu.Bisa tolong pesankan juga blue velvet frappucinno ? “
“Anything for my princess.Give me a minute ‘kay ? “

Selesai dengan makanan masing – masing, mereka pun hendak berpisah untuk pulang.Namun, Zoec berniat mengajak Ayra ke suatu tempat terlebih dulu.Gadis itu awalnya ragu, karena dia sudah harus pulang.Namun, melihat kesungguhan dimata Zoec, gadis itu pun menerimanya.Asal tidak dibawa kepada ayahnya, dia masih merasa baik – baik saja.
“Jangan membawa gadis kecilku ke tempat aneh – aneh Zoec.” ancam Frany sambil merangkul Ayra.
“Jangan merusak kepolosannya.” juga Jesc yang menatap tajam Zoec.
“Jangan berani – berani kau merusaknya.Sedikit saja dan kau berhadapan denganku.” dan yang terakhir Dussa yang mengepalkan tangannya dihadapannya.
“Jangan membawanya ke love hotel okay ? Harganya mahal dan – “ ujar John yang segera mendapat pukulan telak dikepalanya oleh Zoec.
“TIDAK BISAKAH KAU TIDAK TERLALU FRONTAL ?!? “ ucapnya tak percaya.
“Umm, memangnya apa itu love hotel ? Dan apa bedanya dengan hotel lain ? “ ujar kekasihnya yang membuat semua orang disana tercengang.Kita katakan saja Ayra adalah gadis polos karena tidak pernah keluar dari lingkungannya.Tidak pernah bersekolah dan karena dia perempuan, pelajaran reproduksi ia pelajari secara otodidak.Tentu saja Ruke tidak pernah mengajarinya hal itu.Jadi,hal seperti ini terlalu banyak untuknya.It’s just too much for her virgin brain.

Under The Moon We VowTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang