Love Will Find A Way

13 3 0
                                    

"They can have the world. We'll create our own."

Ayah menggoreskan darah itu pada puncak kepala hingga keningku sebagai bukti penyerahan kekuasaannya padaku.Sambil menahan sakit ia tersenyum padaku.Aku tak kuasa menahan kesedihanku saat melihat senyuman lemah itu.Aku pun memeluk ayah dan kurasakan ia membalasnya.
“I love you daddy.”
“I love you too my little Alpha.Your mother too and so your brother.And also Arsya.” Mendengar nama Arsya membuatku sedikit gemetar. Apa aku bisa melakukannya ? Apa yang akan Arsya katakan kalau aku gagal ? Apa dia akan membenciku lagi ? Jika aku bertemu dengannya, apa dia akan menerimaku ? Tidak. Tidak seharusnya aku memikirkan semua hal ini. Aku harus tenang. Kalau tidak, aku akan mengacaukan semuanya. Tenang Ayra. Tenang.

Aku berjalan kearah pinggir pantai dimana air sudah menyentuhnya.Aku gugup sekali.Aku harus melakukannya.Sekarang, atau tidak sama sekali.Dengan satu tarikan napas, aku melakukan tarian Moon Caller.Melakukannya di tengah - tengah keramaian ternyata cukup membuatku tidak tenang.Namun, aku ingat kata - kata Laurin saat kami sedang latihan.

"Perasaan adalah kunci dari latihan ini.Bukalah hatimu untuk orang lain dan rasakan semua hal yang belum pernah kau rasakan.Buatlah memori baru yang akan kau kenang dan percayalah kalau kau tak akan menyesalinya."

Setelah itu, memori - memori dalam pikiranku pun bermunculan.Mulai dari saat aku masih kecil dan senang sekali berkelahi, kematian Arsya yang merupakan titik balik kehidupanku, saat aku pertama kali mengetahui statusku sebagai Alpha, Kehidupanku bersama Ruke dan Laurin, juga saat aku bertemu dengan Zoec.Semua memori kehidupan yang kujalani.Tidak semuanya indah memang, tapi semua itu penting bagaikan potongan puzzle.Jika salah satu saja hilang,maka aku tidak akan pernah mengerti arti kehidupan.Jika aku tidak mengerti maka aku tidak akan ada disini.

"Hey bulan, apa pengorbananku ini tidak akan sia - sia ? "
"Apa kau benar - benar menjanjikan kekuatan pada rakyatku ? "
"Kalau memang iya, terimalah pengorbananku ini."
"Asal kau menepati kata - katamu.Aku tidak keberatan mati.Semua kuberikan jika kau pun memberikan semua yang kau janjikan."

Selesai dengan tarian ini, kurasakan kakiku sedikit melemah.Aku seharusnya menunduk hormat pada bulan, tapi yang terjadi malah aku yang terjatuh diatas pasir.Aku ingin bangun tapi badanku terasa berat.Sekelilingku pun mulai riuh tapi aku tak bisa mendengarnya dengan jelas.Aku bisa mendengar Zoec memanggilku, tapi aku tidak bisa membalasnya.Suaraku tidak keluar dan badanku tak bergerak.Tak lama kemudian, aku melihat cahaya yang terang.Tanda yang selalu kulihat setiap kali berada di pantai.Kurasa sebentar lagi aku akan pingsan.Namun, kenapa kali ini aku terasa seperti terhipnotis.Badanku tidak jatuh seperti biasa dan aku malah memperhatikan tanda itu.

Badanku bergerak sendiri.Aku mencakar pasir dan membuatnya beterbangan bagaikan badai.Namun, aku tidak merasakan dampaknya.Aku berdiri seakan sekelilingku itu normal.Padahal aku tahu kalau petir mulai menyambar dan ombak mulai brrgulung seakan siap menelanku.Tanda berwsrna hijau itu menuntunku berjalan hingga kakiku benar - benar menyentuh air.Tanganku pun bergerak membuka rompi yang kukenakan dan rok bawahan yang membuat aku hanya mengenakan pakaian yang seharusnya.Kain biru rok ku terlihat mulai mengikuti alur air dan aku pun mengikutinya.

Sebelum itu, tanda hijau itu pergi ke tengah laut dan berubah wujud.Aku yang hanya berjalan masuk kedalam air tak bisa melihatnya jelas.Air sudah sampai pinggangku dan tanda itu mendekat menjadi sosok yang kukenal.Diriku yang lain ?

Tidak.Mataku berwarna hitam.Hanya ada satu orang yang mirip denganku yang memiliki mata berwarna hijau.Arsya.Ia melihatku dengan tatapan lembut yang sudah lama tak kulihat sampai aku tak mengenalinya.Ia sudah dewasa dan terlihat begitu cantik tapi mirip denganku sampai kukira kalau aku sedang bercermin.Namun, dia terlihat lebih manis dariku dan lebih sempurna.Tapi apa yang dia lakukan disini ?

Under The Moon We VowTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang