"And i'm praying you're the one i built my home with."
Sudah 3 minggu Ayra tidak sadarkan diri dan Zoec masih dengan sabar dan telaten merawatnya.Mengganti pakaian dan membersihkan tubuhnya sudah menjadi hal biasa.Mengoleskan obat regenerasi pada lukanya pun sudah menjadi hobi Zoec.Ia pun sudah menetap disana selagi ayahnya mengurus perdamaian dengan kaum werewolf di kantor DKP.Meski masih ada orang yang tidak suka padanya, ia tidak peduli.Zoec juga sudah memiliki fan club disana so haters gonna hate right ?
Kali ini, Zoec ikut berburu dengan Ruke.Hubungan mereka membaik dengan bantuan Laurin.Ia senang bisa membantu dan Ruke merasa bersalah karena sudah egois.Sudah melukai adiknya sendiri dan bersifat kekanakan.Zoec memaafkannya dan sekarang mereka malha seperti adik kakak.Padahal Zoec jauh lebih tua dari Ruke.Setelah mendapat hasil lumayan banyak, mereka beristirahat dibawah pohon karena perburuan ini cukup melelahkan.
“Jadi, bagaimana keadaan adikku ? “ ujar Ruke membuka pembicaraan.Zoec pun menyudahi minumnya untuk menjawab Ruke.
“Luka – lukanya mulai memudar.Kesehatannya stabil dan seharusnya dia sudah sadar.Tapi, kenapa dia masih belum mau membuka mata juga ? Apa mungkin karena diriku ? “ ucapannya seperti orang putus asa.Ruke pun memukul belakang kepalanya dengan cukup keras sehingga air dalam botolnya tumpah setengah.
“Jangan menyalahkan dirimu.Ini salah kami semua.Kita sama – sama bersalah disini.Tidak bisa menjaganya dengan baik dan metode pengajaran yang salah.” jelas Ruke saat mengingat semua yang sudah ia dan kedua orang tuanya lakukan.Ia tidak bisa melindungi Ayra saat orang tua mereka memberi ‘pelajaran’ yang begitu keras pada adiknya.Semua itu untuk menepati janji pada Arsya.Tepukan di pundaknya menyadarkan Ruke dari lamunannya.
“Aku berjanji, suatu hari nanti dia pasti membuka matanya.” seru Zoec.
“Terima kasih Zoec.Sepertinya kau memang ditakdirkan untuk Ayra.Dia pasti senang saat melihatmu nanti.”
“Kuharap begitu.”
Mereka pun pulang dan Ruke pamit karena ada beberapa urusan dengan warga werewolf.Zoec pun masuk kekamar Ayra dan berniat mengganti pakaiannya karena Ayra belum mandi sejak pagi.Ia pun membuka bajunya perlahan lalu pandangannya beralih pada mate choker yang ia berikan.Zoec tidak sadar kalau ia tersenyum sendiri karenanya.Betapa gugup dan khawatirnya dia saat hendak memberikan benda itu pada kekasihnya yang belum juga bangun ini.Zoec pun mencium kening Ayra lalu membawa gadis itu ke kamar mandi.Ia membaringkan tubuh Ayra didalam bathub yang sudah diisi air panas lalu mulai membersihkan tubuhnya.Mengeringkan lalu memakaikannya pakaian untuk kemudian dibaringkan lagi di tempat tidur.
Setelah selesai dengan tugasnya, Zoec pergi keluar kamar untuk mengambil kantung darah.Ia belum makan siang.Ia pun duduk di samping Ayra sambil sesekali membenarkan dan merapikan rambut gadis itu.Ia tertegun pada kepang rambutnya memutih separuh.Kudengar, rambutnya akan berubah warna setelah melakukan mating.Yang berarti waktu itu.Mengingatnya membuat Zoec menunduk malu.Bisa – bisanya dia mengingat hal semesum itu saat kekasihnya tak sadarkan diri.Namun, itu artinya waktunya sebentar lagi, tapi Ayra belum sadar juga.Apa dia akan melewatkan upacara ? Tapi, bagaimana nasib rakyatnya jika Ayra tidak melakukannya? Tapi, bagaimana dengan Ayra sendiri kalau dia melakukannya ?
Zoec pun meneteskan air mata jika mengingat kematian Ayra yang akan datang.Padahal sebentar lagi ulang tahunnya tapi kenapa yang diingat Zoec selalu kepergian gadis itu ? Dia belum siap ditinggal oleh Ayra.Hatinya belum siap.Tiba – tiba, jari – jari tangan Ayra bergerak dan pintu rumah terdengar terbuka.Zoec pun refleks berteriak.
“I – ibu ! ayah ! “ panggilnya yang kini sudah terbiasa dengan panggilan itu karena paksaan Estca yang tidak ingin ada formalitas diantara calon ‘mertua dan menantu’ nya.
Kedua orang itu pun masuk kedalam kamar Ayra bersama Ruke dan Laurin yang sudah selesai dengan urusan mereka.
“Ada apa Zoec sayang ? “ ucap Estca yang langsung masuk kedalam kamar Ayra dan melihat Zoec dengan wajah panik.
“Li – lihat itu.” Semua pun langsung menoleh saat Zoec menunjuk tangan Ayra yang bergerak.Adnan terkejut, Estca menangis, Ruke terduduk, dan Laurin menenangkan Ruke sambil ikut menangis.Ekspresi yang beragam dengan satu arti.Ayra mereka sudah kembali.
KAMU SEDANG MEMBACA
Under The Moon We Vow
Teen FictionMortals atau immortals, semuanya tetap mahluk yang harus diakui.Manusia dan vampir sebagai - Tunggu ! ada satu lagi, Werewolf ! kenapa mereka dilupakan ? apa mereka sudah punah ? lalu kenapa vampir masih diingat ? Semua karena kejadian masa lalu ya...
