Extra Part

2.4K 60 2
                                        

Memori

Gue masuk ke dalam kamar dan berdiri di depan pintu ketiga. Pintu yang jadi saksi bisu diantara cinta kita yang rumit

Pintu yang membuat kita dekat dan menjadi adik dan kakak yang akrab

Gue gengam gagang pintu itu dengan sangat erat, berusaha membuat diri gue sendiri kuat

Sudah hampir seminggu dari meninggalnya bang Adam? Gue... gue ga berani masuk ke kamarnya

Dengan sangat perlahan gue buka pintu itu berharap ada dia disana... sedang memeluk guling atau tengkurep kaya biasanya

Tapi harapan itu musnah saat melihat kamar itu kosong dan rapih tanpa ada sedikit pun debu yang menempel

Perlahan tapi pasti... gue berjalan menikmati semua yang ada di kamar itu. Ga ada yang berubah hanya saja mungkin keranjang pakean kotor akan kosong selamanya

Kosong selamanya. Ya mungkin itulah yang gue rasakan pula untuk selamanya

Gue berjalan ke arah lemari...
Lemari yang biasanya menyimpan banyak makanan di bagian baju yang di gantung

Namun gue pikir lemari itu gaakan pernah ke isi lagi, pikiran gue kembali pada saat Nadia dan Vesil main ke rumah di saat cemilan sedang abis

Gue dengan nekat mengambil makanannya namun bukanya membuahkan hasil

Tangan gue malah terkena pencepit ekor tikus. Gue terkekeh saat mengingat kejadian itu

Belum lagi suratnya...
Surat yang telah dia buat. Gue dengan perlahan berjongkok dan kembali meraba raba bagian bawah lemari

Ciki?
Ciki Lays rasa rumput laut kesukaan gue
Gaada penjepit ekor tikus lagi...
Yang ada hanya satu ciki itu yang berukuran sangat besar

Dengan senyum kecil yang terukir di bibir gue, gue bawa ciki itu dan duduk manis di atas kasur

Baru saja gue ingin membuka ciki itu tiba tiba aja ada kertas, kertas yang menojol di bagian belakang ciki

Hai Dy. Ini buat lo! Hadiah karena telah melepas gue dengan cara yang baik

Tapi ketahuilah. Gue akan selalu mencintai lo. Selamanya

Satu airmata lolos dari mata gue

"Huwahhh. Bang Adam!!!" Seru gue menangis dengan kencang dan tersedu sedu

Gue peluk ciki itu dengan sangat erat

"Gak gue ga boleh nangis lagi!" Kata gue pada diri gue sendiri gue melihat sekeliling dengan sedih. Sampai pandangan gue berhenti pada buku...

Buku yang saat itu ada dalam mimpi, mimpi dimana bang Adam ada di dalam pesawat

Gue diam. Perut gue memutar, entah rasa apa ini. Antara senang karena bisa melihat buku biasa itu atau sedih karena ingat kembali padanya

Iya. Buku itu buku tulis pada umumnya, mungkin kalo gue ga mimpiin buku itu, gue ga akan tau kalo buku itu berisi surat yang waktu itu untuk gue

Apa itu buku harian bang Adam

Segera gue raih bangku dan duduk disana. Gue ambil buku itu dan segera membukanya

Adam's day

Itulah tulisan yang terdapat di halama depan. Segera gue buka halaman berikutnya...

Extra part bakal ada lagi
Di tunggu y
Bye

Crazy Things [Brother Complex]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang