Hilang

1.4K 73 12
                                        

Pagi ini sama persis seperti kemarin dimana bang Adam udah berangkat terlebih dahulu dengan alasan yang sama dan sampai di sekolah lebih dulu kembali

Dan istirahat?

Gue harap gue bisa ketemu dia hari ini. Pertemuan tadi malem ga ada apa apanya

Sama sekali ga bisa ngobatin rasa rindu gue. Gara gara keburu males sama dia

Salam kangennya baik banget. Di tendang ke lantai

Limit banget tuh orang kek gitu

"Dy tuh kakak lo!" Teriak Nadia yang langsung gue cari dimana itu abang gue

"Mana?"

"Hahaha. Satu orang kena ketipu" tawa Nadia membuat gue sama sekali ga ketawa

Mereka semua tetep ketawa meski korbannya ga ketawa, oke ini bukan waktu yang baik untuk melawak

Gue kambali melihat kearah papan tulis. Sekarang pelajaran pak Andika

Tet!!!

"Finally" seru gue kecil memasukan semua buku gue ke dalam tas dan peralatan lainnya kecuali uang dan hape

Hari ini ga mau tau. Gue harus ketemu Abang gue, gimana pun caranya ato gak ceritanya

"Audy bisa ikut saya sebentar" kata pak Andika. Itu bukan permintaan! melainkan perintah

Senyum gue pun lenyap. Dan kembali tersenyum palsu ke dia

"Bisa pak"

"Nad, Sil" mereka berdua pun nengok dan menunggu

"Kalo ketemu Abang gue bilangin tunggu bentar tar gue kesana. Sekarang gue harus ikut pak Andika dulu nih"

"Iya santai. Tar gue sandera sekalian" kata Nadia dan Vesil mengagguk

Gue tersenyum dan mulai mengikuti langkah pak Andika

"Silakan duduk" katanya setelah kita sampai di ruang guru. Gue duduk dengan canggung

"Nilai ulangan kamu beda jauh sama ulangan harian minggu lalu. Minggu ini nilai kamu jatuh jauh banget"

"Ada apa?" Tanyanya sambil mengobrak abrik isi tasnya dan sesekali menatap gue

Kenapa?

Gue sendiri masih binggung kenapa. Apa karena....

"Ga ada masalah ko pak. Cuma kamaren itu agak pusing aja jadi kurang fokus" kata gue berpura pura berpikir. Biar ga keliatan kalo gue bohong

"Ohhh. Sekarang udah ga kenapa kenapakan?" Katanya langsung aja menaruh tangannya di kening gue lalu ke pipi kanan gue dengan punggung tangannya

"Ga...pa...pa" kata gue pelan. Agak canggung kalo posisi nya kaya gini. Dan alisnya pun bertaut (mulmed)

"Audy!" Seru seseorang yang sangat gue rindukan

Suara itu dari belakang tubuh gue. Segera gue menengok kearah belakang dan seketika hati gue senang dan meloncat loncat girang

"Ba--" ucapan gue terpotong karena bang Adam tiba tiba aja pergi keluar dari ruang guru. Dengan langkah besar

"Pak permisi" segera gue berlari mengejar Abang gue dan gue melihatnya yang sedang berbelok kearah tangga

Segera gue percepat langkah kaki gue. Kenapa dia kabur sih!

"Bang!" Teriak gue saat dia sampai di pertengahan tangga. Dia berhenti

"Lo kemana aja gue cariin dari kemaren tau" kata gue bete. Tapi tatapan dia penuh kebencian

"Apa peduli lo! Udah sana pacaran aja sama guru itu. Gausah peduliin gue" katanya ketus dan mulai berjalan lagi menuruni tangga

"Bang!" Seregah kesel

"Bang Adam" gue tarik tangannya dia diam ga menatap gue

"Gue cariin lo dari kemaren. Lo kemana?"

"Haha bukan urusan lo ya" dia tertawa garing lalu menyetak tangan gue dan pergi. Kaki gue rasanya lemes tapi gue ga boleh nangis disini dan gak sekarang

Tapi nyatanya pas gue nyape di kelas air mata itu perlahan turun dan pecah. Segera gue duduk di bangku gue dan menangis sejadi jadinya dalam diam

Untunglah kelas sepi. Karena semua murid di kantin semua mungkin

"Dy lo kenapa?" Tanya seseorang. Gue pun mendongkak dan menatap nanar kearah Enal

"Huwahhh!" Tangis gue makin pecah gara gara ditanya. Gue kembali menyembunyikan wajah gue di tangan

"Ko lo nangis sih. Ah gue jadi pingin nangis kan" kata Enal

"Ih. Rese orang mah tenangin ini malah mau nangis"

"Ih gue kan orangnya cepet kesentuh hatinya" katanya meneteskan satu airmatanya yang lolos tanpa di duga

"Tuhkan!" Katanya

"Ya udah ayo nangis bareng" ajak Enal

"Begoo!!" Seru gue tapi lanjut nangis lagi

Singkat cerita


Bel pulang sekolah sedari tadi udah bunyi tapi gue masih enggan untuk berdiri dari bangku. Kelas kosong

Dan sekarang jam menunjukan pukul 6 sore

Gue bingung kenapa bang Adam bisa seketus itu sama gue. Apa dia cemburu?

Yaampun kenapa situasinya jadi gini sih. Kan niat gue pingin ketemu dia sekalinya ketemu dia malah salah paham

Ya ampun

"Neng ga pulang?" Tanya pak satpam menyembulkan kepalanya di kusen pintu

"E... bapak mau kunci pintunya ya?" Tanya gue mengaruk garuk kepala

"Yeee ditanya. Iya"

"Ya udah deh" gue berdiri, menyandang tas gue dan salim ke pak satpam sambil berlalu pergi

Entah kemana

Update sahur sahur. Ok ini buat kalian yang susah tidur ya gaes dan yang tidak melaksanakan puasa pun pasti masih tidur dong

*kecualidiakeberisikansamaorangyangbanguninsahur

Hehe

29 Mei 2017
04:20 am
Tangerang kota

Crazy Things [Brother Complex]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang