LEAF..🍃[19]

1.2K 153 52
                                    

"Tolong berikan aku, pita soft pink itu. "  pelayan toko itu mengarahkan pandangannya pada jemari Jungkook tertuju. Dia memang sedang berada di toko acsessories di kompleks gangnam, setelah pulang sekolah ia menyempatkan diri untuk mampir ke toko itu.

"Ini sangat manis, sangat cocok jika di sematkan di rambut kekasih mu. " Jungkook tersenyum mendengar perkataan wanita di hadapannya itu.

"Ah tidak, ini untuk adik perempuanku. Baiklah aku ambil yang ini, tolong di kemas juga. "

Tak hentinya dia tersenyum, membayangkan bagaimana raut wajah orang yang akan menerima bingkisan kecil darinya itu.

"Silahkan. Semua 15.000 won. " Jungkook mengeluarkan lembaran dari dompetnya lalu ia pergi dari toko itu setelah menerima bingkisan kecilnya.

Senja menampakkan mega merah di ufuk barat, menandakan bulan akan datang untuk menyinari bumi. Seorang gadis bersweeter violet sedang duduk menunggu seseorang di taman asrama, angin bertiup menyentuh wajah manisnya anak rambutnya pun ikut bergoyang.

"Maaf menunggu lama Sharon-an. " Jungkook mendudukkan dirinya di samping gadis itu. Sharon tersenyum setelahnya.

"Aku baru saja datang oppa. Lalu ada apa ingin bertemu? "

"Ambillah. " Sharon menggernyitkan dahinya. "Terima saja, bukalah sendiri. " rapal Jungkook kemudian.

Tak menunggu waktu lama, kotak kecil berwarna pink itu sudah terkoyak dan menampakkan isi dari kotak itu. "Selamat ulang tahu. " Jungkook berkata menyampaikan maksud hatinya.

Sharon hanya bisa tersenyum menerimanya. "Terima kasih oppa. "

"Maaf aku terlambat mengetahuinya, sudah terlewat 2 bulan. "

"Ah, tak apa. Ini sudah cukup, aku sangat senang. " Sharon menyematkan pita itu diatas rambutnya.

CHU~~

Gadis itu tak berkata-kata, hanya bisa menyentuh pipi nya yang sudah memerah merona karena Jungkook memberi kejutan padanya. Entahlah di detik keberapa pemuda itu sangat berani menyatakan perasaan sayangnya.

"Aku tak akan mencium bibirmu, karena aku bukan kekasihmu. Terima kasih karena sudah bahagia bersamaku. "

"Hahaha... Ah.. Seharusnya aku yang berterima kasih padamu oppa. "

Jungkook melangkahkan kakinya untuk pulang ke kamarnya karena langit mulai gelap menampakkan bulan yang kini bersinar terang. Beberapa kali ia menyunggingkan bibirnya, ini pertama kali ia mencium seorang gadis walaupun bukan di bibirnya.

Ia bahagia karena entahlah Tuhan akan menuliskan skenario yang mungkin tak ia inginkan. Besok adalah waktunya untuk pulang karena libur akan tiba.

"Apa aku bisa meminta waktumu? " Interupsi seseorang yang membuat Jungkook menghentikan langkahnya. "Aku hanya sebentar. " Dia tampak menimbang jawaban yang akan ia berikan pada pemuda di hadapannya.

"Baiklah. " Jungkook mengikuti pemuda yang sangat ia anggap sebagai kakaknya sendiri itu, ia merasa bersalah pada pemuda pemilik nama Taehyung itu. "Katakanlah hyung. "

Taehyung menyunggingkan senyumnya, karena akhirnya ia bisa bertatap muka dengan adik kecilnya. "Aku senang bisa berbicara denganmu. " Jungkook memasang wajah datarnya kembali. "Ah.. Aku hanya ingin memberimu ini. " Taehyung menyodorkan kotak berukuran sedang yang ia bawa sejak tadi.

Jungkook menggernyitkan dahinya. "Apa ini? "

"Itu hadiah dariku, maaf terlambat memberinya. Selamat ulang tahun kookie, kemarin aku tak bisa merayakannya bersama teman-teman yang yang lain. Aku harus menemani Baekhyun hyung. "

LEAF [end] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang