LEAF..🍃[13]

1.1K 163 25
                                        

"Aish... Sudah kubilang pasti itu bukan aku. " Jungkook menggerutu pada gadis dihadapannya, sejak tadi gadis bernama Hera itu mendesaknya untuk bertemu dengan penulis surat itu. Namun elakan selalu keluar dan membuat Hera semakin frustasi.

Taehyung ikut mendudukkan dirinya karena melihat dua orang yang sedang perang mulut sejak bel istirahat berbunyi. "Yak, ada apa ini? Astaga,.. " gelengan kepala Taehyung membuat dua orang itu berhenti sejenak.

"Kim Taehyung, bilang pada anak bodoh ini untuk tidak melewatkan kesempatan. " ucapan itu membuat Taehyung menggernyit heran. Gadis itu berdesis kesal. "Soulmate mu ini sedang disukai oleh seseorang. " lanjut Hera, dan membuat dua pemuda itu berpandangan.

"Itu belum tentu aku. Di asrama ini bukan hanya aku yang bernama Jungkook. "

"Lalu siapa lagi yang mempunyai marga 'JEON' di penjuru asrama ini, dan lagi yang berkaca mata minus bergigi kelinci. Masih bisa bicara kalau itu bukan kau. " Hera bersungut menjelaskan.

Taehyung menghela nafasnya, ia ikut kesal mendengar ocehan mereka berdua. "Memangnya gadis seperti apa yang menyukai Jungkook?. " dua orang itu memandang Taehyung bersamaan. "Bukan begitu, mungkin saja aku mengenalnya. " lanjutnya ketika mendapat tatapan mengintimidasi.

"Dia gadis yang baik, jika disandingkan dengan Jungkook. Sangat cocok, lagi pula dia hanya meminta untuk menjadi seorang adik dari Jungkook. "

"Temui saja dia, lagi pula kau tak pernah dekat dengan anak perempuankan. " Timpal Taehyung kemudian.

Jungkook terdiam sejenak. "Baiklah aku akan menemuinya nanti ketika jam sekolah usai. "

"Haruskah aku berganti wajah menjadi Taehyung agar kau mendengarku?! " ucapan itu mendapat cengiran dari Jungkook.

Kemarin Sehun mengatarkan Jungkook untuk kembali keasrama, Hosoek sedikit terkejut karena mendapati Sehun disana. Ia berbohong pada Jungkook akan kepulangannya, padahal dia harus kembali ke Amerika segera. Namun Sehun memilih untuk meneruskan kuliahnya secara online, dengan cara mengirimkan tugasnya lewat website resmi kampusnya.

Jungkook tau bahwa Sehun sedang berbohong dengan beralasan ia libur selama 2 bulan, meskipun otaknya tak sepintar Newton tapi ia mengerti perbedaan antara kejujuran dan kebohongan.

Selama 2 bulan itu pula, Sehun akan tinggal dirumah Jungkook. Krish tak keberatan akan hal ini, lelaki berumur hampir setengah abad itu mengerti maksud putranya.

"Anyeonghaseo sunbaenim. " Gadis berambut sebahu itu menundukkan badannya, ketika melihat Jungkook telah datang menemuinya di ruang belajar asrama. Suasana ruangan itu tak cukup ramai.

Jungkook tersenyum mendengar sambutan itu. "Kau bernama Lee Sharon?" pertanyaan itu mendapat anggukan setelahnya. "Kenapa kau bisa mengenalku? Padahal aku tak populer di sekolah maupun diasrama. Kenapa kau tak tertarik pada Jimin, Seokjin atau Namjoon? Mereka lebih keren dari pada aku. " gadis itu tersenyum mendengar pertanyaan panjang lebar dari Jungkook.

"Aku serius, tidak sedang bercanda. Memang aku ingin kau menjadi kakak laki-lakiku disini, yang membantuku ketika sedang kesulitan dengan pelajaran. Atau menjagaku agar tetap aman. "

Jungkook mengerjapkan matanya tak percaya. "Kau jangan bercanda, aku tak sepintar yang kau bayangkan. "

"Sunbaenim, tolonglah terima aku menjadi adikmu. " Sharon mendudukkan dirinya, memohon di hadapan Jungkook.

Beberapa orang melihat adegan yang tak mengenakkan bagi Jungkook. "Baiklah, baiklah.. Berdiri sekarang. " Sharon tersenyum gembira mendengarnya. Wajahnya semakin imut ketika tersenyum tanpa sadar Jungkook ikut tersenyum karena melihatnya.

LEAF [end] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang