LEAF..🍃[26]

1.2K 153 79
                                    

Castor dan Pollux adalah saudara yang berbeda. Castor seorang manusia dan Pollux keturunan dewa Zeus, mereka dari ibu yang sama bernama Ratu Leda. Meskipun berbeda mereka saling menyayangi, keduanya menjadi awak Argonout yang kemudian mempertemukan mereka dengan Idas dan Lynceus bersaudara.

Pada suatu ketika Lynceus menikam Castor dan Pollux mengetahuinya, ia pun murka dan kemudian membunuh Lynceus sebagai balasan. Zeus turun tangan ketika putranya dalan bahaya karena Idas akan membunuhnya, Pollux merasa dirinya tak berguna karena tak bisa menolong Castor saudaranya. Melihat hal itu Zeus berkata untuk mengabulkan semua permintaan putranya, Pollux meminta untuk memberikan keabadiannya sebagai dewa kepada Castor agar ia hidup kembali.

Zeus mengabulkannya dengan mengangkat mereka berdua kelangit menjadi bintang, yang kini bintang itu di kenal dengan rasi bintang Gemini. Kisah ini yang membuat Jungkook mengibaratkan dirinya dan Jimin, mereka tidak sedarah namun banyak orang mengatakan mereka seperti saudara kembara non identik. Karena kedewasaan yang di berikan Jimin.

Jungkook mengerti dia bukanlah dewa seperti di mitologi Yunani namun dia ingin menjadi seperti Pollux yang selalu ingin bersama Castor. Jimin pernah berkata bahwa ia menyukai bintang Sirius yang bersinar di galaxy Andromeda lalu kemudian akan berakhir dengan meledak dan menjadi super nova.

Setiap malam dua bersaudara tak sedarah itu melihat bintang di balkon kamar Jungkook, Jimin selalu menceritakan kisah di balik terbentuknya rasi bintang di langit. Satu fakta yang baru Jungkook ketahui bahwa Jimin menyukai yang berkaitan dengan mitologi Yunani, Hoseok tak keberatan akan hal ini yang terpenting baginya Jungkook baik saja.

Seminggu yang lalu mereka sudah sampai di Korea dengan jet pribadi milik Krish, namun pria jangkung itu tak ikut serta karena menemani Sehun yang akan mendapat lisensi dokternya beberapa hari lagi. Hari mereka lewati dengan penuh suka cita meskipun ada sedikit masalah akan pekerjaan Hoseok.

Pihak kampus hampir saja membebas tugaskan dirinya karena mengambil cuti terlalu lama, namun pria itu tak patah semangat dengan berakhir mendapat denda dan mempertanggung jawabkan semua yang pernah ia tinggalkan.

Asalkan Jungkook dalam kondisi baik, ia tak masalah walaupun sedikit tertekan karena banyaknya beberapa arsip yang harus ia revisi. Hoseok menetapkan untuk tinggal di Gwangju bumi kelahirannya, baginya suasana perkotaan tak sepadat Seoul tempat tinggalnya. Ia tak mau jika keadaan Jungkook memburuk kembali, semakin mudah karena tak ada penolakan dari putranya.

Rumah sederhana yang di lengkapi 3 kamar dengan kamar mandi di setiap kamarnya, seperti kediamannya di Seoul. Tampak sejuk dengan taman sederhana di belakang rumah jika musim semi tiba akan lebih cantik.

"Selamat pagi ayah. " Hoseok mengusak ringan pucuk kepala Jimin ketika bocah itu telah mendudukkan dirinya setelah membantu Jungkook duduk sebelumnya.

Meja makan tampak penuh dengan hidangan sarapan, yang tentu saja tak ada susu disana. Setiap hari Sooyoung akan bangun lebih awal, mulai dari bebersih, menyiapkan keperluan Hoseok bekerja dan memasak sarapan. Keluarga kecil yang harmonis mungkin orang akan mengira rumah tangga mereka sudah puluhan tahun tanpa ada konflik.

Kecupan hangat selalu Jungkook terima yang sekarang bukan dari sang ayah saja, namun dari ibunya. Menurutnya dia adalah wanita yang cantik dan berhati lembut yang selalu memperlakukannya penuh pengertian, setiap pagi Sooyoung akan memijat ringan kaki Jungkook lalu membantunya untuk berpakaian ketika setelah mandi.

"Ayah akan pergi jam berapa? " Hoseok menelan makanannya lalu mengalihkan atensinya pada Jungkook.

"Setelah ini. " Jungkook mendengus ketika mendengar pernyataan Hoseok. "Kenapa? " Pria itu menguatkan atensinya, memperhatikan dua putranya yang sekarang bercuri pandang. "Katakan pada ayah. "

LEAF [end] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang