L.E.O

4.1K 340 15
                                        

Happy reading guys!!!

***

"God knows how much I love you"

***

"Ree, bangun."

Aku merasakan beberapa tepukan lembut di pipi dan lenganku. Serta samar-samar suara yang memanggilku.

"Ree?"

Aku membuka mata dengan enggan. Wajah Mami yang pertama tertangkap dalam penglihatanku.

"Ayo bangun, sudah siang. Kamu harus makan."

Masih setengah sadar, aku bangun dan duduk menyandar di kepala ranjang. "Jam berapa sekarang?"

"Jam sebelas siang."

"Sebelas?" Aku membeo. Tidak menyangka bisa tidur begitu lelap sampai sesiang ini. "Leo mana?"

Mami tersenyum mendengar pertanyaan ku. "Tadi pagi-pagi sekali dia ke kantor. Dia yang bilang kamu jangan dibangunkan dulu, masih kurang tidur katanya. Makan ya, Ree. Masih harus makan obat juga."

"Minum, Mi."

Mami memberikan segelas penuh air putih yang langsung aku minum sampai tandas. Setelah itu baru dia kembali meletakkan nampan yang berisi makanan dan buah di pangkuanku.

Aku makan dalam diam. Mami juga tidak mengatakan apa-apa, hanya masih menemani ku dan sesekali mengambilkan minum untukku.

Aku selesai makan dan menyerahkan kembali nampannya pada Mami. Setelahnya Mami masih duduk di depanku. Dia seperti ingin mengatakan sesuatu, tapi masih ragu untuk mengatakannya.

"Mami tidak tau kamu dan Leo sudah saling mengenal sebelumnya." Mami mulai mengutarakan apa yang dipikirkannya. "Semenjak Papi kamu meninggal, ekonomi keluarga kita tidak pernah stabil. Rekan kerja yang dulunya terlihat begitu mendukung Papi kamu, perlahan pergi dan berbalik ingin menjatuhkan perusahaan Papi kamu. Mami hanya selalu sibuk mempertahankan perusahaan Papi kamu yang selalu hampir bangkrut, bertahun-tahun semua penghasilan perusahaan hampir semuanya digunakan untuk membayar hutang yang ditinggalkan Papi kamu. Mami selalu menuntut kamu untuk melakukan semuanya sesuai keinginan Mami. Semakin kamu tumbuh dewasa kamu juga semakin cantik. Dan Mami semakin mengatur semua hal tentang kamu. Kepada siapa kamu harus berteman, apa yang harus kamu sukai, sekolah mana yang harus kamu pilih, bagaimana kamu harus berpenampilan, Mami mengatur semuanya yang ada dalam diri kamu..."

"... Mami hanya mengizinkan kamu berteman dengan anak-anak orang kaya yang tidak pandai belajar itu. Kamu cantik dan terlihat sederajat dengan mereka. Dan kamu juga pintar, hal yang membuat mereka sangat bergantung sama kamu, sehingga kamu bisa memiliki hidup dilingkungan mereka. Hal yang tidak bisa Mami berikan dengan uang Mami sendiri. Begitu juga ketika Leo datang dan meminta kamu ke Mami. Tapi ini tidak semudah ketika Mami hanya menyuruh kamu bergaul dengan anak-anak orang kaya itu. Mami tidak ingin kamu mengalami pernikahan yang gagal seperti yang pernah Mami alami dengan Ayahnya Clara." Berhenti sebentar, Mami seperti sedang menilai ekspresiku sebelum dia kembali bicara.

"Waktu itu Leo bilang dia harus segera menikah. Dia perlu untuk menikah agar terlihat lebih bertanggung jawab dan matang di depan rekan-rekan bisnisnya. Dia meminta kamu karena beralasan orang tuanya sudah mengenal keluarga kita dan mereka menyukainya. Berkali-kali dia datang menemui Mami, dia terlihat terlalu bersungguh-sungguh untuk menikahi kamu jika tujuannya hanya untuk bisnis seperti yang pernah dia sampaikan."

Aku masih diam medengarkan Mami. Membiarkan dia mengatakan hal-hal yang belum pernah aku dengar sebelumnya. "Akhirnya Mami luluh, dia terlihat baik untuk kamu dan juga bersungguh-sungguh. Tapi kamu terlalu berharga untuk Mami lepas begitu saja. Awalnya Leo hanya menawarkan untuk memperbaiki dan mengembangkan kembali perusahaan Papi kamu tanpa mengambil sedikitpun keuntungan nantinya. Tapi Mami meminta lebih, semua yang sudah dia berikan kepada Mami selama kalian menikah adalah bagian dari perjanjian yang harus dia penuhi jika ingin menikahi kamu..."

Your, Mine, UsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang