3. Putus Sungguhan

228 61 65
                                        

Acara telah selesai, maka selesai juga perjumpaan Aku dan Evan. Seminggu telah berlalu. Ternyata memang benar apa yang dia katakan. Dia telah putus.

Seharusnya aku teramat senang jika Dia putus. Namun lain halnya kali ini. Ya Dia putus, lebih tepatnya Dia putus hubungan komunikasi dengan ku.

Sudah ku katakan, bahwa aku hanya mengiyakannya saja. Iya ya hanya iya. Tidak benar - benar iya yang sesungguhnya. Aku tau dimana posisinya di matanya.

Terus saja terus permainkan aku.
Buat saja aku terbang melayang.
Layaknya gelembung yang di tiup dan terbang ke udara dan setelah berada di ketinggian pecah.

Ya seperti itulah aku, tak ada bedanya layaknya gelembung udara yang anak kecil mainkan.

Seharusnya aku tidak kecewa. Seharusnya...
Karena aku sudah tau akan begini akhirnya.
Namun aku lupa. Aku hanya manusia biasa.

DASAR PHP !! Batinku menjerit.

Ups!! Aku lupa satu hal.
Salah satu temanku bernama Erika Putri pernah berkata GAK ADA yang namanya PHP kalau elo nya GAK KEPEDEAN

OMG! secara gak langsung aku sama aja kepedean dong, Sial!

Oke gapapa, gak terlalu sakit kok. Cuma agak cenut cenut ngilu ngitu gimana gitu hatinya. Bukan benci yang ada malah gemes.

Cinta memang membuat kita memiliki rasa dan sensasi yang berbeda. Hal yang seharusnya menyakitkan bisa menjadi menggemaskan jika yang melakukan kesalahan tersebut orang yang kita sayang. Bahkan hal gila sekalipun masih bisa di beri ampun. Parah sekali memang jika secara logika.

Experience ku di dunia percintaan sampai SMA ini sudah banyak seklai merasakan apa saja segala rasa dari manis, asam, asin bahkan hot sekalipun. Dan aku bukan tipe orang yang bisa bertahan lama dalam sebuah hubungan. Bukan juga orang yang mudah larut dalam kesedihan perihal cinta. Namun lain orang lain cerita. Lain juga komposisi kandungan cintannya. Berbeda sangat berbeda, mungkin karena dia my first love.

Aku telah mencoba survei walaupun tidak pada 100 orang seperti salah satu acara di televisi. Tapi memang jawaban teratas, cinta pertama itu sangat sulit di lupakan. Mungkin getaran pertama kali itu sampai ke dalam sehingga sulit untuk menghilangkan rasanya.

Bukan salah Evan jika dia selalu datang semaunya dengan sejuta haralan.

Aku yang telah membuatmu memperlakukan ku sesuka hatimu. Aku tau, bahwa Kau sangat tau diamana pun dan dalam kondisi apapun aku akan menerimamu. Aku tau, aku tidak bisa marah. Apalagi membencimu. Cinta suci dan tulus dalam hatiku mengalahkan akal sehatku. Berlebihan mungkin, tapi hati tidak bisa di bohongi. Karena itu yang terasa.

Lalu aku bisa apa. Izinkan aku menikmati sensasi ini, sampai habis waktu ku.

Hari-hari ku lalui tanpa Evan disisiku. Tapi Dia selalu ada di hatiku. Terletak lebih dekat dalam diriku. Bukan hanya sekedar disamping tapi di dalam, teramat dalam.

Lubuk hatiku....

Membosankan bukan...
Berkali - kali ku sebut namanya di hadapanmu. Ya membosankan bagimu. Tapi tidak untukku readers.
Sekuat apapun aku menolak. Aku tidak bisa.

Kau tau readers?
Sudah berapa waktu yang terlewatkan semenjak waktu saat ku bersamanya di tahun baru lalu?

Ini sudah 6 bulan berlalu readers. Dan kau tau apa yang ku rasa.
KEHAMPAAN...
Ya kehampaan.. seakan akan semua benda di sekitar ku melayang - layang di udara.
Yaaa.. aku merasa sedang berasa di luar angkasa. Di kelilingi dengan berbagai macam benda, atau mungki ada beberapa makhluk yang hidup di planet luar angkasa ini. Tapi aku tetap merasa sepi readers. Sepi.. sangat sepi.

Haru Ungu Cinta ViolaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang