"Kok bisa deket sama Ratna?"
"Secara kebetulan Dia selalu ada buat nolong Aku aja gitu akhir -akhir ini"
"Emangnya Dia itu siapa?"
"Ya Ratna" jawabku singkat.
"Kamu gak tahu lebih banyak lagi gitu tentang siapa Ratna sebenernya?"
"Aku rasa ga perlu sedetail itu cari tahu tentang Dia sih, temenan mah temenan aja kali" jawabku santai.
"Ya kan jangan terlalu gampang percaya juga sama orang yang baru kita kenal"
"Elah... Dia satu sekolahan dan satu angkatan sama kita kali Aulia... Kamu kenapa sih?"
"Muka dua"
"Siapa?"
"Ya Ratna itulah..."
"Hush... sembarangan" jawabku.
Perlahan Aku mulai terbiasa tanpa Anwa dan Bila. Terlebih Aulia menjadi lebih menjagaku semenjak perlahan Dia ku ceritakan semua luka masa laluku.
Seperti saat ini, dalam berteman pun Aulia sudah mulai memperhatikanku. Aku bersyukur kepada Allah Yang Maha Esa. Selalu saja tidak henti-hentinya menjagaku.
Aulia juga berteman baik dengan Anwa dan Bila. Hanya Aku yang masih memberi jarak antara Aku dan Anwa meski beberapa kali Anwa dan Bila sempat menghampiriku. Kekecewaanku masih menggunung dan belum mencair seperti bekunya es di puncak Jaya Wijaya.
Masalah yang belum terselesaikan diantara kita membuatku merasa masih ada yang mengganjal di dalam lubuk hati ini. Dan Aku adalah seseorang yang mudah saja memaafkan tapi tidak untuk melupakan.
Sekalipun Akhirnya orang yang ku perjuangkan pun mencampakkanku. Tapi cara mereka mengabaikan Aku dan orang yang sempat sangatku cintai itu sangat membuat dadaku sesak.
Aku tahu...
Aku tidak perlu mencari waktu untuk membuat semuaya kembali seperti semula.
Tapi waktu yang akan menghampiri untuk memberi instruksi kapan saatnya beraksi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Haru Ungu Cinta Viola
Fiksi RemajaViola selalu berpikir bawa keteguhan cinta dengan segala kebaikannya yang tulus akan membawanya dalam kebahagiaan sesungguhnya. tapi siapa sangka kehidupannya malah seakan-akan selalu mempermainkannya di balik semua yang telah Dia lakukan. penghiana...
