Hari demi hari ku lalui untuk bersekolah. Sudah cukup lama Aku berada di sekolah ini. Berjuanganku akan segera selesai. Sekolah Menengah Atas ini akan segera tutup buku. 3 tahun sudah Aku berada disini. Hanya butuh beberapa bulan lagi Aku akan menghadapi ujian nasional. Sudah banyak yang ku lalui di sekolah ini.
Banyak teman dengan berbagai macam muka yang ku temui. Dari yang tulus, baik, hingga penghianat. Aku mendapati jenis-jenis manusia seperti itu disini. Meskipun orang-orang tersebut bukanlah orang yang mengusikku. Tapi Aku tahu siapa-siapa saja orangnya yang memiliki kepribadian ganda dari mulut-mulut korbannya.
Aku berharap, Aku tidak pernah memiliki masalah dengan orang-orang terkait.
" hey " seseorang memanggil dan membangunkanku dari lamunanku.
"Fatur..."
"Ngelamun aja"
"Iya..."
"Oh iya, kamu gimana tandingan Futsalnya?"
"Iya maaf ya... gara-gara itu hampir seminggu ini Aku jarang hubungin dan nemuin kamu"
"Santai aja... menang gak nih?"
"Menurutmu?"
"Pasti menanglah... kebanggannya Aku mana mungkin terkalahkan"
"Nah cakep! Emang betul tuh yang kamu omongin hehehe"
"Yaah... salah ngomong" ledekku.
"Huh... jahat..."
"Habis menang pertandingan sebesar itu kok kayaknya gak ada traktirannya ya?" Sindirku.
"Nah sepakat sama Viola! Traktir dong..." tiba-tiba Aulia dan Ridho datang menghampiri Kami berdua.
"Denger kata Traktiran aja baru berfungsi ya telinga kamu Ul..." ledekku pada Aulia.
"Yee... wajib pasang telingalah ginianmah. Hahaha"
"Jadi dimana nih makan-makannya" sambar Ridho.
"Gue gak bilang mau nraktir loh padahal. Cuma karena cewek gue yang minta. Okelah gue turutin"
Aku tersenyum.
"Duh mau dong yang kayak Fatur satu" ucap Aulia.
"Sini gue aja yang traktir" ucap Ridho tiba-tiba.
"Lah-lah..." refleks Ku.
"Biar Aulia mau sama Aku" ucap Ridho.
"Ah.. apaan sih gombal lu." Ucap Aulia
"Hahaha" kita tertawa bersama melihat Aulia yang tampak sedikit kesal karena di goda.
"Eh yang... Aku mau cerita..."
"Viola... Fatur... gue sama Aulia pergi aja deh. Kayaknya kalian mau ngobrol serius"
"Oke... oke"
"Cerita apa yang?"
"Pas Kamu gak ada. Tau ga sih... beberapa kali Aku mengalami kesialan yang mengganjal. Susu Aku tiba-tiba tumpah. Tugas Aku tiba-tiba hilang. Aneh deh pokoknya" curhatku.
"Kok bisa?"
"Nah itu... tapi Alhamdulillahnya ada Ratna yang selalu nolongin Aku"
"Oh.. tapi Ada yang nolongin kan? Yaudah gapapa yang penting Kamu baik-baik aja"
"Iya... cuma Aku ngerasannya aneh aja gitu."
"Udah... gak usah di pikirin."
"Nanti Aku kenalin sama malaikat yang nolongin Aku itu ya..."
"Siap"
__________
"Ratna...!" Panggilku.
"Iya?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Haru Ungu Cinta Viola
Novela JuvenilViola selalu berpikir bawa keteguhan cinta dengan segala kebaikannya yang tulus akan membawanya dalam kebahagiaan sesungguhnya. tapi siapa sangka kehidupannya malah seakan-akan selalu mempermainkannya di balik semua yang telah Dia lakukan. penghiana...
