14. Berita Tentangmu

101 31 15
                                        

Berhari-hari berlalu, kabar tentang Evan yang ku dengar kecelakaaan itu benar-benar membuatnya merasa bersalah dan takut kehilangan pacarnya. Setahuku Dia meminta agar orang tuanya menikahkan nereka. Tapi orang tua evan sadar dan mengetahui bahwa anaknya masih terombang-ambing rasa traumanya. Sehingga pikirannya belum jernih dan stabil.

Sakit...
Sakit rasanya ketika mendengar seseorang yang di dalam setiap sujud selalu ku sempatkan memohon kepada Allah agar kita dipersatukan. tetapi Dia meminta agar dinikahkan dengan orang lain.

Mawar...
Kuncupmu kini telah mekar
Namun tak ada perubahan pada diriku yang hanya sebuah duri

Mawar...
Tamlaknya warnamu semakin merah merona dan menggoda
Yang tak kalah indah jika di bandingkan dengan pelangi setelah hujan

Mawar...
Andai engkau tahu
Sebelum Aku tercipta
Dan pada saat Sang Pencipta bertanya
Apakah aku ingin menjadi setangkai mawar sepertimu?
Aku menolaknya...

Kau tahu apa sebabnya?
Karena aku tidak hanya ingin diam saat Kau terluka

Aku juga tidak ingin hanya berada bersamamu disampingmu
Hanya sebagai setangkai mawar tak berdaya
Melainkan Aku lebih memilih menjadi duri
Yang pasti selalu berada bersamamu
Menyatu dalam dirimu
Dan menjadi bagian dari dirimu

Mawar...
Tentu aku tidak akan tinggal diam
Ketika para pencintamu memetikmu
Dan para pemangsa mengganggmu
Karena sebuah duri ini akan melindungimu
Siang dan malam
Dari segala hal yang beresiko membahayakanmu
Dan membuat kelopak indahmu itu terluka

Meskipun Aku terlihat diam, seakan tak acuh dalam keberdayaanku
Tapi percayalah aku tercipta hanya untukmu
Melindungi dan menjagamu dalam hening

Biarkan aku menjadi duri dalam indahnya mawarmu
Agar aku bisa menjadi benteng pertahanan akan segala ancaman yang ada
Karena duriku akan menusuk tangan-tangan nakal itu sebelum mereka sempat merebutmu dariku

Aku hanya sebuah duri yang tak bernilai dimatamu
Tak peduli akan hal itu, entah mengapa Mawar...
Bagiku Kau sangat berharga...

Biarlah Aku masih tetap disini memantaumu dari kejauhan. Karena hanya itu yang mampu ku lakukan. Biarkan aku mencintamu dan biarkan waktu yang menguji.

Sebenarnya benteng pertahananku ku sedang benar-benar di uji. Ini sudah hampir sebulan setelah Evan kecelakaan. Setelah Aku menengoknya di rumah sakit waktu itu. 3 minggu kemudian atau sebut saja seminggu yang lalu aku berkunjung kerumahnya.

Aku masuk dan duduk di ruang tamu rumahnya. Mamahnya bilang Dia ada di dalam kamar. Keadaannya sudah lebih baik tapi masih sulit untuk berjalan. Posisi ruang tamu berada tepat di depan kamar Evan. Aku mendengar Mamah Evan mengatakan bahwa Aku berkunjung dan ingin bertemu dengannya.

Tapi Tante Meri keluar tidak sedang dengan menopang Evan. Tante Meri keluar sendiri dari kamar Evan. Tante Meri bilang Evan sedang tertidur dan sulit sekali di bangunkan. Aku hanya tersenyum dan menggangguk seraya meminta izin pulang, karena sepertinya tidak baik jika aku berlama-lama disini. Aku takut akan menangis. Air mataku terbuang lagi.

Aku mendengarnya...
Aku mendengar percakapan itu...
Aku tahu Evan tidak tidur...
Aku tahu Dia sedang terbangun...
Kalian ingin tahu apa yang ku dengar.

"Suruh Dia pergi mah..."
"Evan gak mau ketemu Dia!"
"Usir aja Dia mah!"
"Bilang gak usah temuin Evan lagi!"
"Evan benci sama Dia mah"
"Evan gak pernah kayak gini sebelumnya kan. Jadi tolong mamah bisa ngerti posisi Evan"
"Mamah tahu kan apa yang sudah terjadi?"
"Mamah ngertikan gimana rasanya!"

Haru Ungu Cinta ViolaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang