Teng-teng-teng...
Lonceng sekolah pertanda waktu pulang sekolah telah berbunyi. Biasanya Aku akan bersama Bila setiap sepulang sekolah. Tapi kali ini aku tidak bersamanya. Karna Aryo sudah lebih dulu menjemput Bila untuk berkencan dengannya, dan aku?
Hari ini aku sendiri.
Aku kira sendiri akan membuatku bisa memiliki jeda untuk menenangkan hatiku.
Tapi yang ada sepi melanda jiwaku.
"Aaa... Aku bosan sendiri. Tatkala aku ingin memiliki hubungan yang langgeng seperti Bila" ucapku ngoceh sendirian di jalan padahal aku tahu, aku hanya sendiri disini. Siapa juga yang akan mendengarkan Aku. Mengapa juga aku mengeraskan suara...
"Emangnya kemana teman upin-ipinmu?" Seseorang sudah disampingku.
"Eh Anwa" ucapku
" iya, ingatanmu kuat juga ya"
"Kamu pikir aku sudah nenek-nenek apa. Masa baru tadi pagi sudah lupa"
"Apa kamu terus menerus mengingatku?"
"Busset... Pede amat sih!"
"Loh kok gak sama Bila?"
"Dia udah sama pacarnya."
"Kamu juga harusnya sama pacarmu dong"
"Pacarku? Pacar dari hongkong. Punya aja enggak!" Tak senggaja aku menampakkan raut wajah bete.
" yah bete. Jangan bete dong. Ya carilah!"
"Kamu pikir cari pacar itu gampang?"
"Gak ada yang mau ya sama kamu?"
"Busset.."
"Kamu galak sih..." ledek Anwa.
"Sumpah ya! Hahaha iya sih. Kayaknya ga ada yang mau. Tapi sadis banget kesannya sampe ga ada yang mau gitu."
"Kayak aku dong ga pernah kekurangan cinta. Karena aku selalu berbagi cinta"
"Yah... kenalan sama cowok. Tau-tau cowoknya playboy ternyata" jawabku refleks.
" eitss.. jangan langsung prasangka buruk dong. Sini ikut aku!" Anwa menarik lenganku.
"Hah? Kemana? Gamau ah aku takut." Jawabku polos
" udah ikut aja" paksanya.
"Eh bentar, kamu ngajak aku emangnya udah kenal aku ini siapa? Bukanya tadi pagi cuma aku ya yang nanya namamu?"
"Siapa sih yang gak kenal kamu. Viola anak kelas XII IPA 1 , yang suaranya menggelegar seantero sekolah bersama partner in crime nya Bila."
Sebenarnya Dia ini siapa. Seakan-akan Dia tahu banyak tentang Aku dan Bila. Batinku.
"Ah, gak seburuk itu juga kali"
"Siapa yang bilang buruk. Itu baik kok, cuma lebih baik kamu itu diam."
"Ih nyebelin"
"Jadi ikut gak nih?" Tanya nya lagi. Dia seperti bukan sedang bertanya. Lebih tepatnya memaksa.
" oke deh. Tapi jangan di culik ya"
" nih aku kasih tahu ya sama kamu. Kalau mau nyulik mending sekalian yang cantik aja kali"
"Berarti secara gak langsung kamu bilang aku jelek dong! Ih cowok jahat. Cowok spesies apa sih kamu!" Sebalku.
"Aku ngga bilang loh. Kamu sendiri yang bilang"
"Huft nyebelin" jawabku.
"Heh... belum ada 5 menit kamu udah bilang aku nyebelin 2x tau. Kesannya tuh aku nyebelin banget deh orangnya di mata kamu"
KAMU SEDANG MEMBACA
Haru Ungu Cinta Viola
Genç KurguViola selalu berpikir bawa keteguhan cinta dengan segala kebaikannya yang tulus akan membawanya dalam kebahagiaan sesungguhnya. tapi siapa sangka kehidupannya malah seakan-akan selalu mempermainkannya di balik semua yang telah Dia lakukan. penghiana...
