Tiga Bulan sudah kita bersama. Anwa pun sudah selesai membantu menggantikan pekerjaan temannya. Kita bersama juga semakin terbuka satu sama lain. Anwa tidak lagi menyembunyikan siapa dia sebenarnya, perpisahan kedua orang tuanya membuatnya merasa banyak dalam hidup ini yang harus dia lebih syukuri daripada di ratapi. Begitu juga Bila, Bila sekarang tidak segan-segan berbagi tentang kisah cintanya lebih dalam ke kita bertiga. Khususnya pada Anwa, karena jika padaku sudah tentu sejak dulu Dia terbuka. Dan kabar gembiranya lagi... Bila sudah berani menonton Film horror tanpa menjerit. Itu kabar terbaru yang ku dengar dari pengakuan Aryo saat mereka berdua nonton bioskop bersama. Syukurlah...
Dan untuk Aku? Aku masih tetap seperti biasanya. Bertahan dengan cinta yang sama. Sama seperti waktu-waktu yang lalu. Cintaku bertepuk sebelah tangan pada orang yang sama.
Oh ya... Hot news!
Sekarang Anwa sedang jatuh cinta dengan teman sekelasnya. Sepertinya sudah lama. Namun Dia baru merasa terserang rindu saat gadis pujaannya itu sempat tidak berangkat sekolah karena sakit. Lucunya juga, Anwa tiba-tiba ikut tidak enak badan juga. Hahaha mungkin itu yang orang sebut satu hati wkwk.
"Vio... Bila.. aku sedang jatuh cinta?"
"Akhirnya Kamu terbukti normal Bang!" Ucap Bila sembarangan.
"Hih... dari dulu kali"
Ya, Bila memang bercerita bahwa orang setampan Anwa ini tidak pernah berpacaran sejak dulu. Kalau untuk jatuh cinta, aku juga tidak tahu pasti pernah atau tidaknya Dia jatuh cinta sebelumnya.
"Sama siapa?" Tanyaku.
"Vina..."
"Vina?" Tanyaku sekali lagi.
"Gadis manis dengan lesung pipi di wajahnya dan kacatamata yang membuatnya terkesan pintar itu kah?" Lanjut Bila.
"Iya... Vina Agustina"
" yakin?" Ucap Bila.
"Iya..." Anwa menjawab dengan tersenyum.
"Emang Dia suka sama kamu?" Ketus Bila.
"Bila gak boleh jujur gitu ah..." ucapku mencubit hidung Bila.
"Ah kalian berdua sama saja. Dasar Bila! Ya mana aku tahulah!" Jawab Anwa sedikit kesal.
Lucu jika kalian bisa melihat ekpresinya. Haha
"Yaudah ungkapin sana" ucapkum
"Jangan-jangan. Nanti pasti di tolak" ceplos Bila.
"Bila..." aku menggeleng-geleng.
"Ah... aku cerita sama Vio ajalah. Bilamah bikin patah semangat!" Ketus Anwa.
"Eh iya-iya justkidd elah. Cowok kok baperan. Ya terus maunya gimana sekarang?"
"Aku tembak aja gimana?" Tanya Anwa.
"Kamu gak papa Vio?" Tanya Bila tiba-tiba padaku.
"Hah?" Aku terkejut.
"Emang Vio kenapa?" Tanya Anwa kepo.
"Vio suka tah sama aku?" Lanjut Anwa.
"Njaaay... pede banget sih lu bang! Maksud aku, emang Vio gapapa jomblo sendirian?"
"Sadis... ya gapapa kali." Jawabku santai. Entah mengapa Bila terlahir begitu dengan alaynya.
Dia nyaris membuat Anwa berpikir yang tidak-tidak.
"Yaudah lebih cepat lebih baik. Toh di pendam sendiri juga kalau tanpa kepastian mana enak" jawabku.
"Menurut kalian, Dia baik gak buat aku?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Haru Ungu Cinta Viola
Teen FictionViola selalu berpikir bawa keteguhan cinta dengan segala kebaikannya yang tulus akan membawanya dalam kebahagiaan sesungguhnya. tapi siapa sangka kehidupannya malah seakan-akan selalu mempermainkannya di balik semua yang telah Dia lakukan. penghiana...
