17. Bukan Jomblo Lagi

74 25 4
                                        

For your information hari ini aku ke sekolah tidak dengan predikat jomblo lagi yeay...

Ya walaupun saat ini Aku berjalan sendirian karena Fatur ada urusan dan tidak bisa menemaniku di sekolah.

Saat ini aku sedang touch up atau sedikit membereskan wajahku di kaca kamar kecil sekolahku. Sebelum akhirnya kembali ke kantin.

Setelah merasa rapih aku pun langsung melenggangkan kaki ku menuju kursi yang sudah ku taruh buku dan susu pesananku sebelum aku ke kamar kecil.

Ku lihat kantin masih sepi, tapi sepertinya Aku melihat hal yang janggal.

" haduh... siapa yang numpahin susu ku sih ah!" Omelku ketika melihat pesanan susu hangat yang baru ku pesan dan ku letakkan di atas meja kantin sudah tumpah membahasi meja juga buku tulis.

Padahal susu ini hanya ku tinggalkan beberapa waktu saja untuk ke kamar kecil. Kantin pun masih sepi, siapa yang melakukan hal ini dan tidak bertanggung jawab. Aku sedikit kesal karena perutku memang sedang lapar namun seseorang malah menumpahkan susu ku

"Loh... kenapa nih? Kok tumpah semua?" Tanya seseorang yang sepertinya sedari tadi juga memperhatikanku.
Dia mengambil tissue dan langsung mengelap meja juga buku ku.

"Eh gak usah repot - repot" ucapku spontan seraya mengambil tissue yang berada di tangannya.
" nanti tanganmu kotor. Aku bisa sendiri kok"

"Sudah tidak apa - apa. Tangan kotor kan tinggal di cuci Viola" ucapnya
Aku sering melihatnya tapi jujur saja Aku belum mengetahui namanya.

" perkenalkan Aku Ratna, anak kelas XII IPS 1"

Oh ternyata Dia anak IPS pantas saja Aku tidak begitu mengenalnya. Karena anak IPA dan IPS di sekolahku cenderung memiliki kebiasaan dan kesibukkan yang berbeda. Sehingga sedikit memberi sekat antara kedua jurusan ini.

"Oh iya perkenalkan namaku Viola"

"Iya Aku sudah mengenalmu."

"Oh iya" jawabku.

"Bu... " Ratna memanggil Ibu kantin.
"Pesan Susu putih hangatnya satu"

Dengan cekatan Ibu kantin pun membuatkan dan mengantarkannya pada Ratna.

"Terimakasih Bu" ucap Ratna dengan ramahnya. Sepertinya Dia orang yang baik pikirkum

" Ini " Ratna mengarahkan susu putih hangat itu pada ku.

"Hah?"

"Ini untukmu, bukanya Kamu ingin meminum susu?"

"Iya tapi kan punya ku sudah tumpah"

"Yasudah, anggap saja ini sebagai penggantinya"

"Kamu tidak berkewajiban untuk menggantinya, karena semua bukan karena ulahmu Ratna"

"Sudah terima saja, anggap saja ini sebagai tanda perkenalan Kita"

"Baiklah" Aku menerimanya.

Aku tahu Allah selalu menyiapkan orang-orang yang baik untuk hadir di sekitarku.

Semenjak insiden susu yang tumpah Aku jadi memiliki teman baru. Aku semakin percaya bahwa akan selalu ada hikmah dalam setiap kejadian.

Setelah beberapa waktu berbincang dengan Ratna akhirnya Aku pun memasuki kelas. Sebelum Pak guru kiler masuk lebih dulu ke dalam kelas. Aku benar-benar ingin menghindari interaksi tidak sehat hari ini.

"Yes!" Aku kegirangan, masuk lebih dulu dari pak guru kiler itu bagiku adalah hal yang sangat membanggakan. Karena beliau selalu saja masuk lebih dulu, parahnya padahal belum waktunya masuk. Tapi ketika ada yang masuk setelahnya, Beliau selalu berpikir bahwa siswa yang masuk itu terlambat. Padahal kan Dia saja yang terlalu cepat.

Aku berhasil melewati satu kesialan hari ini.

"Kumpulkan semua tugas yang bapak berikan kemaren. Akan bapak panggil namanya satu persatu. Yang merasa di sebut namanya bisa maju ke depan dan mengumpulkan tugas" perintah Bapak - bapak tua itu.

Bapak - bapak tua yang tak lain adalah guru ku sendiri.

"Roni Hermawan"

"Siska Aditya"

Panggil guru killer itu satu persatu.

Aku masih santai di tempat dudukku, sebelum akhirnya namaku sepertinya akan segera di sebut. Aku harus cepat-cepat menyiapkan tugasku. Karena keterlambatan menyerahkan tugas ke depan mejannya adalah malapetaka bagi setiap murid.

"Viola"

Ah singkatnya namaku, sehingga tidak ada waktu lagi untukku mencari.

"Iya pak sebentar"

Aku masih sibuk mencari.

"Viola!" Namaku di panggil lagi dengan nada lebih tinggi.

"Ih kok gak ada sih..." aku masih mengobrak-abrik tas.

"Viola maju ke depan!"

"Iya pak" aku menunduk dan maju ke depan.

Mampus batinku.

"Kamu tidak mengerjakan tugas yang saya berikan? Kamu menganggap saya remeh?"

"Saya..."

"Kamu benar-benar tidak taat ya. Mau jadi apa kamu?"

Yaa Allah... aku kasih tahu ya sama kalian semua. Aku anak baik-baik ini pertama kalinya Aku gak bawa tugas dan bukan karena aku tidak mengerjakannya. Guru ini telah memfitnahku. Tugasku hanya hilang, Aku bukan tidak mengerjakannya.  Tapi percuma saja Aku tidak diberi kesempatan untuk berbicara dan menjelaskan.

"Saya..."

"Masih berani menjawab?"

Heu... manusia ini, menyebalkan sekali. Dia bertanya tapi Dia juga yang tidak memberi kesempatanku menjawab.

"Perhatikan semuanya!" Ucap Pak guru dengan memukul meja.

"Siswi seperti ini!" Tunjuk pak guru itu padaku.
"Jangan sekali-kali kalian jadikan contoh, atau kalau perlu jangan terlalu dekat dengannya. Berkumpul lah dengan orang-orang baik"

Yaa Allah... Aku cuma tidak mengumpulkan tugas. Tapi rasanya seperti Aku melakukan hal yang sangat fatal saja.

"Berdiri di depan sini sampai pelajaran bapak selesai!"

Aku hanya mengangguk.

30 menit sudah Aku berdiri disini. Cukup membuat kaki ku pegal.

Tok tok tok...
Seseorang mengetuk pintu kelasku.

"Assalaamualaikum" ucap orang tersebut.

"Walaikumussalam. Silahkan masuk."

Ratna?

"Saya Ratna pak... saya kesini ingin memberikan tugas Viola yang tertinggal di meja kantin."

Aku melongo...

Hah? Dia mengantarkan tugas ku yang tertinggal. Tertinggal di atas meja kantin? Mana mungkin...  jelas-jelas Aku menaruhnya di dalam tas.

"Oh ya, apakah benar itu tugas yang Dia kerjakan?"

"Benar pak"

"Viola apakah ini milikmu?"

Aku melihatnya dan benar itu adalah milikku.

"Jika benar, Kamu boleh duduk"

"Benar Pak"

"Silahkan duduk"

Haduh... entah mengapa Ratna menjadi penyelamatku terus sejak pagi tadi. Meskipun sudah sangat terlambat setidaknya namaku tidak terlalu di mata guru ini.

"Yasudah pak. Saya bisa kembali ke kelas lagi pak?"

"Silahkan terimakasih"

Aku melihat Ratna dan mengucapkan terimakasih dengan suara yang sangat lirih.

Alhamdulillah... selamat...

Haru Ungu Cinta ViolaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang