"Jadi Fatur cuma jadiin Kamu bahan taruhan dan pelampiasannya?"
"Iya itu kata Ratna ke Aku tadi malam."
"Ratna? Mulut si busuk Ratna yang Kamu dengerin?"
"Tapi Ratna bener kok."
"Kenapa kamu bisa yakin Dia bener?" Tanya Aulia dengan wajah sangat memerah.
"Dia punya buktinya"
"Apa buktinya?"
"Percakapan antara Fatur dan teman-temannya. Dan sebenarnya Ratna udah tahu semua itu sudah lama, karena memang awalnya Dia berniat menyakitiku jadi Dia tidak memberitahuku. Tapi karena Dia merasa Aku tidak pantas untuk lebih tersakiti jadi Dia segera memberitahuku."
"Segera? Segera darimanannya udah mau 2 minggu Dia deketin kamu dan nusuk kamu dari belakang. Dan dia baru ngasih tahu kamu sekarang. Kamu bilang dia segera ngasih tahu kamu"
"Dia juga baru denger semuanya seminggu yang lalu Aulia."
"Dan memberitahunya seminggu berikutnya"
"Iya"
"Oke mungkin itu yang di sebut segera menurutmu. Lalu bagaimana dengan Fatur?"
"Aku belum memberitahunya. Aku akan bertemu dengan Fatur dan Ratna siang ini. Kamu mau ikut?"
"Aku rasa itu urusan kalian bertiga dan Aku ga perlu ikut campur. Tapi aku mohon... tolong sedikit tegas"
"Baiklah"
"Semangat!" Ucap Ratna seraya menepuk pundakku.
Aku pun menunggu kedatangan Fatur dan Ratna di taman belakang sekolah. Dan Ratna datang lebih dulu. Di susul oleh kedatangan Fatur.
"Viola... " panggil Fatur dari arah belakang sebelum akhirnya fatur menyadari kehadiran Ratna di situ.
"Kamu kenapa ada disini?" Tanya Fatur.
"Dia mantanmu?" Tanyaku.
Fatur mengangguk.
"Aku yang mengundangnya untuk juga datang kemari"
"Sebenarnya ada apa?" Tanya Fatur.
Ratna hanya menunduk.
"Sepertinya itu pertanyaanku. Sebenarnya ada apa Fatur? Apa yang kamu sembunyikan?"
"Apa benar Aku hanya pelampiasanmu dari putusnya hubunganmu dengan Ratna? Bahkan parahnya lagi Aku juga kamu jadikan taruhan bersama teman-temanmu?"
"Enggak Vio..." jawab Fatur.
"Aku udah ga pengen marah-marah sekarang. Aku udah capek juga terlalu sering di kecewain. Sekarang Aku cuma butuh kejujuran." Air mataku menetes.
"Maafin Aku Viola... Aku emang jadiin kamu pelampiasan yang bertepatan dengan teman-temanku juga menantangku jika Aku berhasil mendapatkanmu. Mereka semua akan menuruti keinginanku"
"Lalu bagaimana dengan perasaanmu pada Ratma?"
"Tapi Aku sayang kok sama Kamu Viola. Cuma jujur saja Aku masih mencintai Ratna" jawab Fatur yang ku lihat penuh rasa bersalah.
" lalu bagaimana perasaanmu Ratna?" Tanyaku pada Ratna.
"Aku masih sangat mencintai Fatur, Viola. Maafkan Aku."
"Sepertinya semuanya sudah jelas. Mungkin Aku bisa pergi dari sini" ucapku.
"Viola..." panggil Fatur dan Ratna.
"Aku baik-baik saja tidak apa-apa". Aku pun melangkahkan kaki meninggalkan Fatur dan Ratna.
Penghianatan ini akan Aku jadikan pelajaran yang sangat berharga. Aku pun juga sudah sayang pada Fatur namun sama halnya dengan Fatur. Aku juga masih mencintai Evan dan Aku pun hanya menjadikannya pelampiasan.
Sungguh apa yang terjadi padaku adalah sebab akibat dari apa yang sudah ku lakukan.
Sedih? Kecewa? Tentu saja tapi akan lebih menyedihkan dan mengecewakan jika Aku hanya menjadi penghalang bagi kedua orang yang memang saling mencintai.
Semua orang mungkin Akan berpikir bahwa Aku sedang bermain-main. Tapi sebenarnya Aku hanya sedang mencari dimana pelabuhan hati yang tepat untuk hati ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Haru Ungu Cinta Viola
Teen FictionViola selalu berpikir bawa keteguhan cinta dengan segala kebaikannya yang tulus akan membawanya dalam kebahagiaan sesungguhnya. tapi siapa sangka kehidupannya malah seakan-akan selalu mempermainkannya di balik semua yang telah Dia lakukan. penghiana...
