The Truth

349 44 8
                                        

***

Tiffany dan jaehyun saling diam dan tak ada satupun yang bicara. Jaehyun tahu tiffany marah dan kecewa jadi dia memilih untuk membiarkan tiffany tenang dan mengendalikan amarahnya. Semua senior juga tak berani bicara pada tiffany dan mereka hanya sesekali bicara pada tiffany . Bahkan ketika jam istirahat tiffany tak ikut makan bersama yang lainnya, jaehyun ingin bicara tapi jaehyun menahannya karena dia tak ingin membuat tiffany menangis lagi.

Ketika jam pulang kantor semunya saling memandang karena mereka bingung bagaimana cara mengajak tiffany sedangkan wajahnya benar-benar tak baik.

“kalian pergilah dulu kesana...aku yang akan mengajaknya...kalian boleh menesan duluan”, kata jaehyun dan semuanya menurut dan pergi duluan.

“tiff..”panggil jaehyun lembut tapi tiffany tak mau menoleh padanya.

“kau tahu kakekku sudah meninggal...aboji memintaku berhenti magang dan mulai mengurus perusahaan...aku memberi tahu sehun hyung 2 hari yang lalu dan sehun hyung meenyuruhku masuk kerja sampai hari ini... aku tahu kau kecewa tapi aku memang harus berhenti...kita.mkita masih bisa bertemu lagi dilain waktu”, tiffany akhirnya menatap jaehyun dengan mata sedihnya.

“jangan menangis lagi... ini hari terakhirku disini...tersenyumlah...kau juga harus ikut makan bersama yang lain...jangan karena aku kau menjauhkan diri dari senior yang lain.. huh??”, jaehyun menghapus air mata tiffany pelan dan tiffany langsung mendekat memeluk jaehyun.

“gwaenchana...gwaenchana”, kata jaehyun sambil menepuk-nepuk pelan punggung tiffany.

Tiffany akhirnya ikut makan bersama senior yang lainnya. Meski awalnya diam, tiffany berusaha kembali bicara dan ikut tertawa dengan candaan ala siwon dan jaehyun. Mereka makan daging sapi dan minum soju bersama-sama hingga larut malam.

“terima kasih jaehyun... selamat bekerja ditempat yang baru dan...jangan lupakan kami”, kata siwon sunbae dengan sempoyongan karena mabuk

“anyeong jaehyun... kapan-kapan kita bertemu lagi”, kata yoona sambil melambaikan tangannya dan yang lain hanya mengatakan selamat tinggal lalu pergi.

“mereka sangat mudah mengatakan selamat tinggal”, kata tiffany sambil menatap kepergian semua sunbaenya.

“karena mereka punya pikiran bahwa kami masih bisa bertemu...karena itu mereka tak menganggap perpisahan ini terlalu berharga”, tiffany menatap jaehyun dan jaehyun balas menatapnya.

“hari ini mungkin hari terakhir bagiku untuk bisa melihatmu”, jaehyun memalingkan wajahnya dan berjalan mendahului tiffany

“aku akan mengantarmu pulang.. kemarilah”, tiffany mendesah pelan. Dia tahu mungkin jaehyun tak ingin membicarakan hal ini dengannya.
Bahkan hingga saampai didepan rumah tiffany  mereka tak bicara sedikit pun.

“istirahatlah dan berhenti menangis”, jaehyun mengelus rambut tiffany dan hendak pergi. Tapi tiffany menahan tangannya.

“waeyo??”, tanya jaehyun.

“karena ini mungkin adalah kesempatan terakhirku untuk mengatakannya padamu...maka aku akan memberi tahumu”,

“tiff..kita masih bisa bertemu dilain waktu”,

“aku mencintaimu...”, jaehyun dengan susah payah menghela nafasnya sementara air mata tiffany sudah kembali membasahi pipinya.

“aku bilang aku mencintaimu jung jaehyun”,

“aku tahu”, tiffany melepaskan tangan jaehyun dan menatap jaehyun tak percaya. “bahkan sejak awal...aku tahu itu tiff”, lanjut jaehyun lagi.

THE RIGHT MANWhere stories live. Discover now