***
Aku sudah berusaha menolak tapi sehun tetap saja memaksa untuk mengantarku kekantor juga. Dia benar-benar tak peduli tentang gosip yang beredar dikantor.
"pagi sunbaenimdeul", sapaku
"anyeong tiff", sahut mereka. Hyohyeon sunbae menatapku khawatir tapi aku hanya tersenyum agar hyohyeon sunbae tak terlalu memikirkanku.
Jaehyun datang selang beberapa menit dan dia terlihat sama saja seperti biasa, dia tersenyum dan bercanda seolah tak terjadi apapun, mungkin kondisi kakeknya tak terlalu buruk.
Ketika jam istirahat, aku menyentuh tangannya agar dia berhenti melangkah. Aku hanya ingin tahu bagaimana keadaan kakeknya.
"wae?", dia menatapku bingung, dia bahkan tak berfikir jika aku juga khawatir
"bagaimana keadaan kakekmu?... apa semua baik-baik saja?", dia tersenyum kecil lalu memegang pundakku.
"gwaenchana... semuanya baik-baik saja... kau tak perlu khawatir", aku lega... sepertinya aku memang terlalu berlebihan.
"kau terlihat sangat panik kemarin jadi aku khawatir",
"tenang saja... jangan khawatir begitu.. kau tak lapar??.. ayo turun", jaehyun mengajakku turun dan aku menurut dan mengikutinya.
"astaga kenapa aku bisa lupa", pekikku tiba-tiba dan jaehyun menatapku bingung.
"waeyo??...apa yang kau lupakan??", dia sendiri tak ingat jika dia meninggalkan jaketnya kemarin.
"jaketmu...aku lupa membawanya, kemarin kau melupakannya lalu aku membawanya pulang",
"astaga tiff... kau berlebihan sekali. Kau bertemu denganku setiap hari dikantor..kau bisa mengembalikannya kapanpun",
"tetap saja betapa bodohnya aku melupakannya", ujarku masih kesal pada diriku sendiri.
"sudahlah... kau terlalu melebihkan sesuatu tiff", aku berdesis lalu memukul pelan lengannya.
"tiff"
"hmm... wae?", jaehyun menatapku ragu dan aku masih menunggu apa yang akan dia katakan.
"ayo pergi nanti malam", dia sedang kerasukan apa lagi kali ini??... dia bisa membuatku gila jika aku terus mencoba menebak apa yang ada dipikirannya.
"odi??.... aku sebenarnya punya pekerjaan tambahan setiap malam-"
"dikafe sehun hyung kan??", mwo ya??, bagaimana dia bisa tahu??, sehun bilang jaehyun tak tahu mengenai kafe itu yang merupakan miliknya.
"ottokhae?-"
"aku tahu... meskipun sehun hyung tak pernah memberi tahuku..hmm.. bisa dibilang aku punya banyak kemampuan untuk tahu sesuatu", apa yang dia bicarakan??
"mwo ya??... kau bicara hal yang tak masuk akal.. jangan bilang kau memata-matai sehun??", selidikku curiga.
"mungkin saja... hahahaha", katanya lalu tertawa kecil. Jaehyun yang ceria kembali, dia kembali.
"kita pergi sebelum kau bekerja.... jam berapa kau harus bekerja??",
"jam 8... awas saja jika kau makan ikan lagi", ancamku dan dia terkekeh pelan.
"kau tak akan berani melakukan apapun padaku... seorang tiffany yang baik tak pernah bisa melakukan hal-hal aneh", dasar... dia selalu tahu apapun yang mungkin aku pikirkan.
***
Jam menunjukkan pukul 3 sore saat ponselku tiba-tiba saja berdering. Sehun?, kenapa dia menelfonku?, bukankah dia akan pergi kecina?.
"yoboseyo", sapaku
YOU ARE READING
THE RIGHT MAN
FanfictionTiffany hwang gadis polos yang memiliki hati seperti malaikat harus berhadapan dengan situasi yang membuatnya ingin lari dari kenyataan. hidupnya berubah saat dua laki-laki tampan masuk ke dalam kehidupannya sekaligus. Siapakah laki-laki yang tepat...
