Jaehyun's Engagement

411 42 1
                                        

Tadi malam setelah aku bicara dengan ayahku aku langsung menelfon tiffany. Meskipun dia secara tidak langsung menanyakan bagaimana pendapat ayahku tapi aku tahu dia sangat khawatir dan aku tahu dia tak punya kepercayaan diri untuk bisa melunakkan hati ayahku. Sebenarnya ayahku baik tapi dia hanya dingin dan susah menerima orang baru. Ayahku memang hanya mempermasalahkan gosip yang beredar dan membiarkanku membawa tiffany pulang ke rumah. Kuharap ayahku bisa dekat dengan tiffany setelah mereka bicara.

Sekarang aku dalam perjalanan menuju daejeon untuk menjemput tiffany. Hal lain yang mengangguku adalah 3 hari lagi jaehyun bertunangan. Tentu saja aku diundang dan aku tak tahu apakah aku bisa memberi tahu tiffany tentang hal ini. Tapi akan lebih baik jika aku yang memberi tahunya dari pada dia tahu dari orang kantor besok.

Aku sempatkan membeli bunga mawar pink yang taeyeon bilang sangat disukai tiffany dan lili putih kesukaan nenekku. 

Aku sampai dirumah nenek pukul 5 sore dan kebetulan sekali tiffany baru saja selesai mandi.

“kau terlihat sangat sehat sekarang”, dia tersenyum tipis lalu menghampiriku dan memelukku.

“aku merindukanmu...tak melihatmu sehari seperti satu tahun lamanya”, aku memeluk tiffany erat dan mencium keningnya.

“apapun yang aku khawatirkan jika aku melihat wajahmu rasanya semua itu menghilang”, aku melongkarkaan pelukkan kami dan menatap mata tiffany.

“jangan khawatirkan ayahku... dia hanya sulit menerima orang baru...jika kalian lebih sering bicara ayahku pasti menerimamu”, tiffany mengangguk pelan dengan senyuman pahitnya.

“gwaenchana....aku tak akan melepaskanmu. Satu-satunya wanita yang akan mendampingiku sepanjang hidupku hanyalah dirimu... aku mencintaimu”, aku mencium kening tiffany dan dia tersenyum. Bahkan meski itu hanya senyuman, aku sudah bahagia. Aku tak masalah jika tiffany tak pernah membalas setiap kata cintaku. Bagiku mendengarnya mengatakan kata cinta padaku adalah sebuah keajaiban dan aku akan menunggunya selama apapun itu.

***
Kami pulang sedikit malam mungkin pukul 8, sebenarnya nenek tak ingin kami pulang tapi aku juga tak ingin pulang pagi karena aku dan tiffany pasti akan kelelahan dikantor.

“bunganya cantik... bagaimana kau tahu kalau aku suka mawar pink??”, sejak aku memberinya bunga dia tak henti-hentinya tersenyum dan mencium aroma bunga itu.

“aku akan tahu apapun itu tentang dirimu sayang...karena aku akan membahagiakanmu”,

“oppa... ayo kita bertengkar”, dia sedang salah minum obat atau bagaimana... kenapa tiba-tiba mengajakku bertengkar.

“apa kau gila??... kenapa kau ingin bertengkar denganku??”,

“rasanya membosankan jika kita hanya saling menurut tanpa berdebat... aku lebih suka jikaa berdebat denganmu”, kalau dipikir-pikir terakhir kami bertengkar adalah hari dimana tiffany masuk rumah sakit.

“apa yang harus kita perdebatkan jika sekarang kita tak punya masalah??”, tanyaku dan tiffany terlihat berpikir keras.

“oppa.... apa kau tak penasaran dengan wajah cinta pertamaku??”,

“Hya!!... kau bisa mencari topik yang lain... aiss menyebalkan”, dia pasti sangat puas karena dia tertawa cekikikan mendengar jawabanku.

“namanya kim kai... dia tidak tampan..kulitnya eksotis dan dia seksi... ya dia memang kasar tapi jika denganku dia sangat baik dan sangat perhatian-“

“kemanhae....aku tak tertarik dengannya... sebaiknya kau cari topik lain atau aku akan menghukummu”, ancamku...tapi dia justru semakin tertawa.

THE RIGHT MANWhere stories live. Discover now