Aku terus memikirkan apa yang suho katakan dan aku berusaha menebak apa yang sebenarnya ada dipikiran jaehyun.
“apa yang kau pikirkan??... kau terlalu serius”, seharusnya kau tahu bahwa aku memikirkanmu dan aku selalu berharap apapun yang aku pikirkan adalah benar. Bahwa mungkin kau memiliki sedikit perasaan padaku dan sekarang kau berusaha melawannya karena kau memiliki pacar.
Sepanjang hari ini aku tak bicara banyak dan hanya bekerja sambil sesekali memperhatikan jaehyun yang masih bisa bercandan dan tertawa bersama yoona sunbae. Aku ingin bercerita kepada seseorang, sepertinya malam ini aku harus pergi kerumah taeyeon.
Selama sehun ada dicina aku merasa sedikit bosan dikafe karena terkadang seul haanya menemaniku selama 1 jam , hanya hari pertama seul gi menemaniku penuh. Dia juga pasti bosan hanya untuk menemaniku di kafe. Baekhyun hanya datang sekali dan itupun sebentar.
Dikantor hubunganku dengan jaehyun berjalan baik seperti biasa, aku menahan diriku dan berusaha tetap berada di jarak yang sama. Aku hanya berusaha menjaga hariku dana ku sudah bersiap melangkah mundur secara perlahan dan aku hanya akan tetap menjadi sahabatnya.
***
Hari ini adalah hari dimana sehun kembali kekorea dan entah kenapa aku sangat antusias dan jujur saja aku merindukannya. Semoga dia sampai dengan selamat dan dia sehat.
Aku bekerja dikantor seperti biasa dan pekerjaan kami tidak terlalu banyak hari ini. Semuanya berjalan baik-baik saja. Jam istirahat pun kami makan sambil bercanda dan seperti tim pada umumnya kami saling menggoda satu sama lain.
“tiff hari ini aku harus pergi ke rumah sakit lebih cepat jadi kita tak bisa pergi kemana-mana”, setelah kami pergi ke sungai han, setiap pulang kantor kami selalu pergi makan berdua sebelum pulang. Sebenarnya aku ingin menolak untuk menjaga jarak tapi melihat matanya aku selalu tak bisa menolak.
“gwaenchana... aku juga sedikit lelah hari ini apalagi aju harus pergi ke kafe”, jaehyun tersenyum padaku lalu mempercepat pekerjaannya.
“aku duluan tiff... hati-hati dijalan nanti “,
“iya... kau juga hati-hati”, jaehyun menyentuh pundakku sebelum pulang duluan. Aku mendesah pelan lalu aku tersenyum kembali karena aku ingat sehun akan kembali hari ini.
“kenapa kau selalu pulang sendiri??”
“Omma!!!!”, teriakku sekencang mungkin begitu mendengar suara sehun saat menutup pintu ruangan.
“wae..wae..wae??... miamhae... aku mengagetkanmu lagi ya?”, tanya sehun panik sambil memegang kedua lenganku.
“hya!... kenapa kau selalu mengagetkanku??... hah..hah..hah... aku bisa mati jika terus begini”, kataku sambil memegang dadaku kuat-kuat. Jika bukan karena dia bosku dan temanku,aku mungkin akan memukulnya sekarang.
“aigoo...mianhae..mianhae”, kata sehun menyesal sambil mengelus rambutku beberapa kali.
“jangan melakukannya lagi...”, pintaku
“arraseo... mianhae... matamu sampai berair begitu”, sehun mengusap mataku yang berair karena hampir menangis.
“kapan kau sampai??”, tanyaku sambil menatap wajahnya yang masih sejajar dengan wajahku.
“hmmm baru saja dan aku langsung kemari”, dia mengangkat kepalanya dan berdiri tegak lalu memasukkan kedua tangannya kedalam saku celana.
“kau pasti lelah... seharusnya kau pulang dulu”, kataku sambil memperbaiki kerah kemejanya yang sedikit terlipat.
“kau ingat aku memintamu menemaniku ke daejeon?”,
“oo... bukankah itu besok?”,
“ayo pergi hari ini... temanku itu memesan barang dari cina dan aku harus membawanya sekarang?”,
“Mwo??...hya kau baru saja sampai dan kau ingin pergi ke daejeon... kau harus beristirahat sehun..apa tak bisa besok saja??”, apa temannya itu tak berfikir jika sehun pasti lelah setelah perjalanan yang panjang..dia seharusnya membiarkan sehun istirahat.
YOU ARE READING
THE RIGHT MAN
FanfictionTiffany hwang gadis polos yang memiliki hati seperti malaikat harus berhadapan dengan situasi yang membuatnya ingin lari dari kenyataan. hidupnya berubah saat dua laki-laki tampan masuk ke dalam kehidupannya sekaligus. Siapakah laki-laki yang tepat...
