Hari ini adalah hari kedua pelaksanaan MOS. Rasanya Aula begitu gerah, dan riuh sebab peserta didik baru disuruh bergabung dengan kelompoknya masing-masing. Rachel sendiri enggan beranjak dari duduknya, tidak ingin mencari teman kelompoknya yang lain, biarkan saja mereka yang berjalan mencari Rachel, katakan saja Rachel egois, bodo amat.
"Rachel kok kita duduk mulu? Ayo cari teman yang lain, bisa-bisa kita dihukum kalau belum ngumpul sekarang" ajak Cinta sembari menarik-narik lengan gadis itu pelan.
"Gak usah Cinta, biarin mereka yang nyari kita" Nazkia yang menjawab, disusul anggukan dari yang lainnya.
Selang beberapa menit ada beberapa gerombolan yang menuju mereka dengan muka ditekuk. "Kalian kelompok 3 kan?" tanya gadis yang membawa kipas di tangannya sambil memasang tampang judes.
"Iya" jawab Rachel seadanya. Gerombolan yang datang tadi sontak menggerutu pelan, mereka semua capek mencari-cari, tapi mereka berempat malah asyik duduk tanpa berusaha untuk mencari teman-teman yang lainnya. Benar-benar egois, batin mereka.
"Yaudah gak usah dipermasalahkan lagi. Kenalin gue Faudzy, ketua kelompok 3" ucap cowok yang sedari tadi memperhatikan Rachel.
Yang lainnya hanya menganggukkan kepala, tanda mengerti. Sedangkan Cinta terus memperhatikan Faudzy dengan mata berbinar.
"Cinta" gadis itu menyodorkan tangan, mengajak Faudzy kenalan.
Faudzy yang melihat wajah malu-malu ala Cinta terkekeh pelan, "Faudzy, semoga kita bisa akrab" sambut cowok itu disertai senyumannya.
"Ehhh? Bisa kok, bisa banget. Cinta sama sekali gak keberatan buat akrab sama Faudzy" Cinta berseru heboh, membuat sahabatnya memutar bola mata malas. Sedangkan yang tadi tadang bersama Faudzy malah mencibir.
"Oh iya, kelompok kita disuruh ngumpul depan aula" ucap Faudzy, membuat yang lainnya mengerutkan alis bingung, pasalnya kelompok lain sibuk dengan tugas yang diberikan oleh panitia. Mengapa mereka tidak? Malah disuruh kumpul.
"Kokk? Kenapa emang?" tanya Rachel akhirnya, jika depan aula maka ia harus bersiap melihat wajah Bryan, dan Rachel malas bertemu cowok itu.
"Gue juga gak tau, tadi ada panitia yang nyamperin gue pas kita cari-cari elo" jawab Faudzy.
"Ayo kalau begitu, gak usah lamban. Nanti kita dapet hukuman, jangan bersikap kek Tuan Putri" sindir Clara, gadis yang membawa kipas di tangannya.
"Memang siapa yang kayak Tuan Putri? Bedak lo itu, ketebelan. Norak dasar!" ketus Nazkia sambil beranjak dari duduknya.
"Apa lo bilang?! Kalau ngomong dijaga yah!" peringat Clara dengan wajah yang memerah menahan amarah, mereka semua sudah jadi pusat perhatian sebab kegaduhannya.
"Gak usah berantem, sudah. Mending kita cepet kesana sebelum dihukum beneran" lerai Faudzy jengah sambil berjalan duluan, yang lainnya sudah tidak berani protes. Memilih mengikuti cowok itu dalam diam.
"Kia kok galak sih? Gak boleh gitu" nasehat Cinta, membuat Nazkia mencibir.
"Sudah sih Ki, gak usah dengerin anak itu. Bisa berabe kalau dapet masalah" akhirnya Rachel bersuara, ia sebenarnya muak melihat tingkah menyebalkan Clara. Tapi mau bagaimana lagi?
"Kia belain elo Hel, gak tau apa kalau cewek norak itu nyindir lo dari tadi" bela Aurel.
"Emangnya Clara nyindir Rachel apaan? Kapan sih?" tanya Cinta membuat Nazkia menjitak kepala Cinta pelan, sahabatnya ini benar-benar. Gobloknya natural.
Ketika tiba di depan aula, mereka semua sontak bungkam. Terlebih lagi sewaktu panitia cewek membentak-bentak Faudzy dengan suara yang bukan main, membuat Cinta sontak meremas jemari Rachel pelan, gadis itu ngeri sendiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rachel & Bryan [PROSES REVISI]
JugendliteraturPROSES REVISI!!! TAPI KALAU KALIAN NGOTOT MAU BACA, GAK APA-APA JUGA:) Rachel Audyna Revano siswi kelas X IPA 1 Hanya dengan satu kali pertemuan MOS ia langsung terkenal dan menjadi primadona sekolah Merah Putih hanya dalam jangka satu hari ia jadi...
![Rachel & Bryan [PROSES REVISI]](https://img.wattpad.com/cover/120100814-64-k392584.jpg)