Bryan Pov*
Entah apa yang membuatku menampar Audy. Melihat tatapan terlukanya bagaimana ia menampar Nadia bagaimana ia membentakku memanggil ku dengan Bryan tanpa embel-embel kakak membuatku merasakan sesak yang teramat didadaku.
Semua perlakuan Audy membuatku merasakan sakit bagaiman ia menolak tidak ingin sekamar denganku padahal aku sudah menyiapkan kamar untuk kami berdua tetapi dengan entengnya ia menolak.
Aku tau aku bersalah saat ini baru saja kami menikah tetapi aku dengan bodohnya menyium Nadia yang kuanggap Audy.
Dengan langkah lebar aku berjalan menuju lantai atas dan seketika mataku terbelalak mendengar suara pecahan benda.
Prang....!!
Prang...!!!
Prang....!!!!
"Audy kamu baik-baik ajakan Dy?" tanyaku sambil menggedor-gedor pintu kamarnya khawatir.
Kudengar Audy berteriak sambil memecahkan barang-barang yang ada dikamarnya.
"Momm! Dadd! Rachel ngak kuat! Rachel ngak bisa diginiin! Sakit momm! Sakit daddy! Bawa Rachel pulang! Bryan brensek! Bryan gak punya hati! Dia lebih memilih ondel-ondel jalang itu daripada aku momm! Dadd! Bryan udah langgar janji dia sama daddy buat jagain Rachel!" teriak Rachel sambil melempar barang-barang yang berada didalam.
Tanpa terasa air mataku menetes mendengar isak dan teriakan pilu Audy. Dadaku sesak mendengarnya. Kecewa karena tidak bisa menjaga Audy sesuai janjiku kepada daddynya.
Tanpa pikir panjang kudobrak pintu kamar Audy dan mataku lagi-lagi terbelalak melihat ini bukan kamar lagi barang-barang pecah dimana-mana.
Yang membuatku makin sakit adalah Audy yang meringkuk didekat lemari sambil terisak.
"Dy maafin aku Dy. Aku bener-bener nyesal udah nyakitin kamu" ucapku dengan suara serak.
"Lo jahat Bryan, jauh-jauh lo dari gue jangan sentuh gue! Gue jijik sama lo! Gue jijik!" teriak Rachel sambil mendorongku.
"Audy kakak minta maaf, kakak janji ngak bakal ngulaingin hal yang sama lagi" ujarku sambil berjalan dan memeluk Audy erat.
Audy memberontak dalam pelukanku tidak tahan dengan penolakan yang kudapat kucium bibirnya dengan kasar. Lagi-lagi ia memberontak dan memukul dadaku tetapi tak kugubris lama kucium ia dengan kasar.
Tetapi ia juga sudah mulai membalas ciumanku menggigit bibir bawahku dengan kuat hingga berdarah. Tetapi aku membiarkannya agar dia pusa setelah hampir kehabisan oksigen barulah aku melepaskan pangutan kami.
Dia memukul dadaku sambil terisak.
"Kak Byan jahat hiks...! Kenapa hiks... kakak giniin aku hikss....! Sakit kak hikss...! Lebih sakit hati aku hikss... daripada tamparan kak Byan tadi hikss.. Hikss" ucapan Audy membuatku merasakan beribu tombak yang menghantam hatiku karena ucapan pilu itu.
"Maafin aku Dy. Maaf, aku bener-bener nyesel. Kita muali dari awal lagi semuanya ngak ada musuh-musuhan ngak ada cowok atau cewek lain, yang ada cuma kamu sama aku" ujarku sambil ikut menitikkan air mata.
Kulihat Audy menatapku dalam dan seketika ia menubrukku memelukku erat.
"Aku sayang sama kak Byan. Sayang banget " gumamanya dalam pelukanku membuatku menarik seulas senyum.
"Kakak juga sayang sama kamu sayaaaaaang baaaanget" ucapu sambil mempererat pelukan kami.
Dengan perlahan kutarik diriku dan melihat mata sembabnya yang menangis sedari tadi kuhapus jejak air matanya menggunakan ibu jariku sambil tersenyum.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rachel & Bryan [PROSES REVISI]
Teen FictionPROSES REVISI!!! TAPI KALAU KALIAN NGOTOT MAU BACA, GAK APA-APA JUGA:) Rachel Audyna Revano siswi kelas X IPA 1 Hanya dengan satu kali pertemuan MOS ia langsung terkenal dan menjadi primadona sekolah Merah Putih hanya dalam jangka satu hari ia jadi...
![Rachel & Bryan [PROSES REVISI]](https://img.wattpad.com/cover/120100814-64-k392584.jpg)