Rachel Pov*
Setelah acara salam-salam disinilah aku sekarang di mansion kak Byan.
Bukan mansion mami papinya kak Byan,tetapi ini mansoin pribadi kak Byan yang berarti menjadi mansionku juga saat ini.
Tadi saat aku bertanya katanya ini mansion hasil kerja kerasnya sendiri tanpa campur tangan kedua orang tuanya.
Pantas saja pas acara tadi tak jarang pengusaha muda menghadiri acara kami,mungkin saja rekan bisnis kak Byan. Mengingat dia mempunyai beberapa cabang perusahaan yang cukup terkenal.
"Audy lo mau kamar kita dilantai dua atau dibawah aja?" pertanyaan kak Byan membuyarkan lamunanku.
Kamar kita?
"Maksud kak Byan apaan?" tanyaku memastikan apa pendengaranku tadi benar atau tidak.
Kulihat kak Byan memutar bola matanya jengah sebelum menatap aku tajam.
"Lo mau kamar kita dilantai atas atau dibawah aja?" ulang kak Byan.
"Ngak ada kamar kita! Yang ada kamar kak Byan sama kamar gue!" ketusku.
"Ok kalo itu mau lo. Diatas ada dua kamar jadi kita bisa tinggalin yang diatas aja" kak Byan berujar dingin dan dapat kulihat tatapannya bagaimana yah? Kecewakah?entah aku juga tak tau.
Kak Byan langsung meninggalkanku dilantai dasar tetapi sebelum itu kulihat dia menatapku sendu.
Apakah tadi ucapanku keterlaluan?
Dengan langkah gontai kuseret tas ransel milikku yang hanya berisikan baju keperluan untuk hari ini dan besok saja.
Karena daddy kesayanganku akan menyuruh orang suruhannya untuk membawakan barang-barangku.
Kudapati dua kamar yang berhadapan dan sama-sama dekat dengan jendela kaca, jika kita berdiri disitu kita dapat melihat pemandangan kota jakarta.
Kulihat kamar yang satunya pintunya terbuka mungkin disitu kamar milik kak Byan.
Kubuka hadle pintu kamarku seketika mataku membulat What the! Sumpah demi Nazkia yang masih jomblo sampai sekarang kamar ini begitu Indah.
Kamar ini lebih besar dari kamar milikku dimansion daddy, kamar ini mendominasi warna biru mudah dengan walpaper bunga-bunga kecil. Entah siapa yang menyiapkan hal ini kak Byan kah?
Setelah puas kulangkahkan kakiku menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Kamar mandi ini benar-benar sudah lengkap sabun mandi saja mirip dengan milikku dimansion begitu pula shampo.
Limabelas menit waktu kubutuhkan untuk berendam. Setelah berendam kuambil kemeja putih kebesaran milikku dan celana pendek yang hampir tertutup oleh kemejaku.
Sambil mengeringkan rambutku menggunakan handuk aku berjalan menuju kamar kak Byan untuk menanyakan apakah bahan makanan sudah ada atau belum.
Kuketuk beberapa kali kamarnya tetapi tak ada sahutan.
"Kak By! Kak Byan lo ada didalem ngak sih?" teriakku seperti berada didalam hutan.
Kuputuskan untuk masuk saja toh dia juga suamiku, mengingat kata suami membuat pipiku memanas.
Ketika kubuka pintu kamar milik kak Byan lagi-lagi aku dibuat kagum kamar ini lebih luas dari kamar milikku tadi, disini lemari pakaiannya juga terlihat sangat besar mungkin muat untuk menyimpan pakaian sebanyak empat orang.
Kamar ini juga dilapisi dinding kaca yang langsung menghadap ke aktifitas kota jakarta. Juga terdapat walkinclose dan warnannya mendominasi antara warna hitam dan putih.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rachel & Bryan [PROSES REVISI]
Novela JuvenilPROSES REVISI!!! TAPI KALAU KALIAN NGOTOT MAU BACA, GAK APA-APA JUGA:) Rachel Audyna Revano siswi kelas X IPA 1 Hanya dengan satu kali pertemuan MOS ia langsung terkenal dan menjadi primadona sekolah Merah Putih hanya dalam jangka satu hari ia jadi...
![Rachel & Bryan [PROSES REVISI]](https://img.wattpad.com/cover/120100814-64-k392584.jpg)