Saat ini sudah H-10 acara pernikahan Ambar, seluruh keluarga besar sibuk dengan segala keperluan dan kegiatan. Tampak Rendra yang terlihat bersemangat sekali memperhatikan kegiatan orang-orang yang disuruhnya menjadi tim dekor andalan.
Dan sampai semangatnya Rendra tidak sadar kalau sahabatnya Alif datang.
"Assalamualaikum Ren" ucap Alif
"Waalaikumsalam, eh lo Lif, ada apa? Masalah catring ya?"
"Bukan. Gue kesini karena mau bantu-bantu aja Ren"
"Emang restoran lo gak rame Lif? Kok lo tenang-tenang aja disini?"
"Udah gue serahin sama asisten gue Ren"
"Ya deh chef sekaligus yang punya restoran mah bebas" Rendra berkata sambil terkekeh kecil
"Ah ente seneng banget ngeledekin ane" ucap Alif sambil menepuk punggung Rendra
Setelah selesai membantu Rendra. Alif pun duduk-duduk bersama di ruang santai dan ternyata disana ada ayah dari Rendra yang sedang sibuk dengan file-file kerjanya.
"Biasa, papa gue orang sibuk jadi gitu. Ngejar deadline yang harus diselesaikan sebelum acaranya Ambar tiba" ucap Rendra sambil menaikan satu alisnya
"Ya elah Ren, itu mah biasa kali" balas Alif sambil tersenyum
Rendra yang sejak tadi penasaran dengan tasbih yang slalu Alif pegang pun akhirnya tertarik untuk bertanya.
"Lo beli tasbih baru? warnanya kok beda, kan tasbih lo yang lama dapet dari pondok udah rusak"
"Ah udah lama gue punya. Lo aja yang gak sadar"
"Sini gue pinjem, gue tertarik lihat warnanya cokelat mengkilat gitu" ucap Rendra sambil mencoba merebut tasbih tersebut
"Ehhh jangan Ren, ini tasbih buat gue dari orang yang istimewa" ucapnya dengan PD
"Ah, tau deh yang udah mau mengkhitbah calonnya" ucap Rendra dan membuat Alif kaget
"Maksud lo apaan? Gue mengkhitbah siapa?" Tanya Alif balik kepada Rendra
"Ya lo lah, sampe ngebuat sepupu gue gak semangat jalanin aktivitas"
"Hahhaha lo kalo ngelucu suka aneh-aneh Ren" jawab Alif kemudian
Dan setelahnya Rendra menceritakan apa yang dia dengar ketika adik dan sepupunya sedang bertelefonan kepada Alif. Hal itu sebenarnya membuat Alif geli mendengarnya, namun Alif menampik segalanya.
"Ada-ada aja lo Ren, udah deh gak usah sok ngejodoh-jodohin gue gitu. Gak lucu Ren" jawab Alif sambil terkekeh
"Ah, lo emang suka gitu lif. Suka banget ngeles kalo dibilangin" ucap Rendra sambil mendengus
Tak lama kemudian Ambar datang dengan menghadapkan handphone nya ke arah wajah
"Ais, kamu kapan kesini? Mas Rendra nanyain terus tuh" ucap Ambar sambil mengarahkan layar hp nya ke wajah Rendra
"Hehehe, gak tau mbak mungkin Ais datangnya nyusul. Karena banyak hal yang harus Ais urus di kampus"
"Ais, ini kan orangnya? Yang udah buat kamu galau seharian?" Tanya Rendra sambil menggeser sedikit hand phonenya tersebut ke arah Alif berdiri
"Mas Ren, udah dulu ya Ais mau gendong Habibi. Kasihan nangis, Assalamualaikum" ucap Aisyah ketika hp itu di arahkan ke wajah Alif
"Waalaikumsalam"
Alif menatap heran ke arah Rendra, namun Rendra hanya mengedikan bahunya saja. Tanda tak mengerti.
"Aisyah tadi bilang, di kampus ada yang nembak dia. Seniornya gitu sih kalau gak salah" kata Ambar sambil meminum air dari gelas yang baru saja di sambarnya dari tangan Rendra
"Terus di terima?" Tanya Rendra sesekali melirik ke arah Alif yang tampak boasa saja
"Kalo akhirnya sama seniornya itu, aku rasa bakalan banyak yang patah hati. Tau sendiri kan waktu masih awal masuk kuliah aja ada beberapa pria mengkhitbah Ais. Tapi ya gitu gak diterima sama mas Alwi" ucap Ambar lagi
"Iya juga ya, apalagi sekarang. Kayanya udah dapet restu lah dari mas Alwi" ucap Rendra sambil melirik Alif
"Kalian berdua lagi nyindir gue?" Tanya Alif yang merasa risih
"Ya gaklah, curhatan Aisyah itu emang bener kok" jawab Ambar
"Iya curhatan sosok yang bikin galau seharian ini dan sosok yang baru aja nembak dia" imbuh Rendra lagi
Alif merasa jengah dan langsung pergi dari hadapan dua kakak beradik itu untuk melihat-lihat perlengkapan apa saja yang belum di kerjakan, agar dia bisa bantu-bantu lagi.
"Dek, keluarga kita berangkat ke depok besok, soalnya papa ada urusan juga disana jadi daripada bolak -balik mas sama yang lainnya besok berangkat" ucap Alwi saat melihat adiknya sedang menonton televisi
"Ihhh kok gak seru sih, Ais kan jadi gak ada teman"
"Udah gede gini, ih gak boleh tau manja-manja. Malu sama jodoh" jawab Masnya
"Jodohnya belum kelihatan mas, gak apa-apa manja" jawab Aisyah lagi
Dan hanya di balas tawa oleh masnya
Karena kekonyolan tingkah adiknya.Keesokan paginya, saat subuh datang keluarga Aisyah yang tak lain adalah papa,mama,mas Alwi dan kakak iparnya sudah bersiap-siap untuk pergi ke depok.
Saat ini Aisyah sedang mengantar keberangkatan keluarganya di stasiun.
"Kamu beneran gak mau berangkat sekarang?" Tanya mama nya kala itu di ruang tunggu
"Iya ma, banyak tugas kampus yang belum selesai" jawab Aisyah sambil tersenyum
"Ya udah hati-hati di rumah. Kalo butuh apa-apa bilang ke bi imah dan pak samsul ya"
Dan hanya di jawab anggukan oleh Aisyah.
"Yakin nih gak ikut? Padahal Rendra mau ngenalin temennya yang dari Surabaya ke mas, kali aja cocok dan mas jodohin deh sama kamu" ucap Alwi membuat Aishah dan yang lainnya terkejut
Alhasil Alwi malah terkena jeweran ditelinganya dari sang istri.
"Ampun bun, cuma becandain Aisyah kok"
"Jangan kaya gitu dong yah, kasian kan kamu ini" sambil melepaskan jewerannya
Sementara Habibi anak Alwi sedang tertidur pulas dalam gendongan istrinya.
Setelah mengantar keberangkatan kedua orangtua dan saudaranya, Aisyah pulang ke rumah kembali.
"Hmmm bete ah, ngapain ya enaknya? Mana udah gak ada kegiatan kuliah lagi" ucap Aisyah didalam kamar
Drrtt....drrt
Hand phone aisyah bergetar dan ternyata telfon dari Farah
"Asalamualaikum rah, ada apa?"
"Kamu udah ke Depok?"
"Belum, aku nyusul waktu H-5 acaranya aja"
"Loh, kenapa coba? Kamu mah seneng banget kaya gitu Syah. Masih kecewa karena ustadz Alif mau nikah?
"Loh, kamu kok bahas itu? Aku gak berangkat karena nanti mau ada yang dateng jemput aku kesini. Saudara papa sih gitu katanya,terus aku juga ada beberapa tugas yang belum aku selesaikan"
"Bener nih? Bukan karena ngehindarin ustadz Alif kan? Soalnya kan ustadz mau nikah"
Ucapan Farah semakin membuat Aisyah badmood, karena memang sebenarnya Aisyah tidak ingin datang sekarangbke depok karena takut bertemu Alif dan berujung dengan kecewa.
Aisyah masih bingung sebenarnya prasaan apa yang dia miliki, tuluskah atau hanya obsesi nya saja kepada Alif.
Maaf pendek, lagi banyak tugas ni buat acara penyambutan maba di kampus, selanjutnya inshaallah aku bakalan rutin update. Kemarin cerita aku ini di rank 334 terus naik ke rank 325 eh sekarang turun ke 335 😟. Author sedih banget. But thanks buat yang udah baca. Please jangan lupa vote jangan cuma mau baca doang, hargai imajinasi penulis ya 😙

KAMU SEDANG MEMBACA
Pria Al-Kahfi (TAMAT)
Spiritual(Follow dulu sebelum membaca, beberapa part di private) "Aisyah, Bidadari dunia memang tidak bersayap, namun dia pasti berhijab :) Iya, kamu adalah bidadari dunia ku dan semoga kelak menjadi bidadari syurga ku. Inshaallah kamu dan aku sehidup dan se...