Thea pergi kerumah sakit , ia berdiri didepan ruang ICU . Seorang Dokter keluar dari ruang ICU, ia melihat kearah Thea dengan penuh rasa iba
" maaf , kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi pasien tidak bisa kami selamatkan "
" gak mungkin !!!!" ia berteriak sambil melihat kearah kasur pasien , "apa yang salah dari gue !!!kenapa hidup gue seperti ini !!!!" jerit thea dalam hati .
Ini sakitnya lebih dari tamparan Ayah , lebih dari jambakan Bunda , dengan kelemahannya ia memberanikan diri untuk melihat jenazah Galang , dipeluknya dengan sangat erat , beberapa saat kemudian dunianya terasa runtuh seketika " Kenapa ? kenapa harus seperti ini lang ...." ucapnya histeris, seorang suster mengusap pundak thea lembut " sabar ..."
Sabar ? ia semakin histeris ketika dibisikan kata " sabar " .. selama ini dia sudah cukup sabar menghadapi jalan cerita yang selalu menyudutkannya .Jalan cerita yang selalu membuat dia menangis , kenapa semua kesedihan , semua kesakitan harus dia makan sendiri , Ia sudah sangat kenyang memakan semuanya sendiri , ini sudah lebih dari sabar , bahkan melewati sabar .
Tangannya gemetar dan perlahan mencoba membuka kain penutup jenazah , ia menarik nafas berat kemudian meletakan tangannya diantara mulutnya sendiri , air matanya semakin pecah saat membuka penutup kain jenazah " ini bukan galang " ucapnya sambil melihat kearah para suster
semua suster melihat kearah Thea keheranan , "ini pak ridwan , pasien yang bernama Galang sudah dipindahkan ke ruang rawat inap ."
" hah ?" ia menghapus air matanya
" pasien bernama galang ada dikamar Kencana No 20 "
Thea tersenyum seolah memiliki semangat baru , ia lari pergi menuju keruangan Galang . Tepat di kamar Kencana No 20 ,Disebuah kamar VVIP Galang dirawat , ada yang beda diruangan ini ada beberapa orang yang bertubuh kekar berdiri menjaga pintu kamar inap Galang . Orang-orang itu melihat kearah dirinya , " mau nyari siapa ?" tanya salah satu dari mereka .
" galang " ucap thea pelan
kedua penjaga itu melakukan kontak mata satu sama lain kemudian salah satu dari mereka masuk keruangan dan beberapa menit kemudian datang lagi " silahkan masuk , .."
Theapun masuk sesekali matanya melihat kearah para penjaga yang membuat bulu punduknya merinding , penjaga itu membulatkan matanya sedikit tajam dan membuat thea harus membalikan badan pura-pura tidak memperhatikan mereka , semakin dekat ke ruang rawat galang ia menghirup aroma bunga lavender yang membuat dirinya sedikit rileks , ia menarik nafasnya pelan dan senyumnya mengembang saat melihat Galang tengah duduk disebuah kasur pasien sambil tersenyum kearahnya .
" Galang......" Thea mempercepat langkahnya lalu merangkul Galang " gue takut lo kenapa-kenapa... "
" gue gak apa-apa ..." bisiknya ditelinga thea
Thea sedikit menjauhkan dirinya dari galang " gue kira tadi yang ada diruang ICU itu lo , sampai gue nangis-nangis , teriak-teriak ..., gue takut kalo sampe lo pergi ninggalin gue ....." tuturnya setengah terisak
" gue gak apa-apa .... , apa lagi sekarang ada lo disini , gue pasti baik-baik aja ..." galang mengusap pipi Thea " berhenti nangis , ....."
" gue gak bisa bayangin kalo gue sampe kehilangan lo lang ...." tatapnya sambil menerawang menembus kedua bola mata Galang
"itu gak akan terjadi ...." ucap Galang pasti
" maafin gue , saat lo tengah kritis gue gak ada disamping lo ...."
KAMU SEDANG MEMBACA
DIAM
Teen Fiction#SELESAI *sebagian cerita di private *cerita ke lima yang ditulis tentang Galathe " Thea.... gue mohon lo ngertiin posisi gue ...." " untuk mengerti lo sama aja dengan nyuruh gue mundur? kenapa harus gue yang mundur? kenapa harus gue yang nyerah ?ke...
