Keesokan harinya seperti biasa ia sarapan pagi dengan Bunda . mereka saling diam tidak melakukan aktivitas apapun kecuali sarapan pagi . Bunda bersikap dingin bahkan tidak menoleh sedikitpun kearah Thea . Iya seperti itulah Bunda saat marah , setelah Thea beres sarapan ia pamit pergi ke kampus ,
" Thea berangkat dulu ..." mencium tangan Bundanya
Bunda diam tidak mengatakan hal apapapun dan membiarkan Thea pergi dari hadapannya begitu saja , Thea keluar dari rumah ,
" gue pergi kekampus naik apa " gumam Thea dalam hati ,
ah shittt !!! dia baru sadar , sekalipun mobil berjejeran di depan rumahnya tapi Bunda tidak pernah menginzinkan dia untuk memakai salah satu dari mobil-mobil itu , sekalinya Thea dizinkan untuk memakai salah satu mobil itu pasti mobil yang dia pinjam dari Bundanya akan kembali dengan keadaan hancur ,jadi tidak ada pilihan lain kecuali naik umum ,Thea masih diam didepan rumahnya
" mobilnya udah siap non ..." sahut salah satu pelayannya
" mobil ? gue pake mobil yang mana ?"
" yang itu non ..." pelayan menunjuk kearah mobil yang masih ditutupi kain
tiba-tiba Bunda datang dari belakangnya
" ambil ini ..." ucap bunda dengan wajah datar sambil memberikan sebuah kunci mobil untuk Thea
" gak bun , thea bisa naik umum ..."
" ambil ....!!!" suara bunda sedikit tinggi
Theapun mengambil kunci mobil yang diberikan oleh Bunda ,
" buka kain penutupnya!!!" perintah bunda kepada pelayan
pelayan membuka kain penutup mobil , Bunda dan Thea berjalan mendekati mobil itu , Thea sedikit menggelengkan kepalanya
" Bun ...." ucapnya setengah tidak percaya
" Bunda belikan ini untuk kamu ...."
Mata Thea berkaca-kaca , dia menahan nafasnya saat melihat mobil pemberian Bunda , mobil Aston Martin One-77 yang dibandrol dengan harga 24 miliar , walaupun tidak semahal Lamborghini Veneno yang pernah Bunda berikan waktu itu diulangtahunnya , tapi ia cukup senang dengan Aston Martin One-77 ini , iya Aston martin persis sebuah mobil yang dipakai oleh James Bond di film terbarunya.
" Bunda ingin tahu bagaimana cara kamu menghancurkan mobil ini ..." sindir Bunda sambil tersenyum
" aaaa bunda ....." Thea memeluk Bundanya
" Bunda mohon jangan kecewain bunda lagi , ..."
Thea sedikit mengangkat kepalanya dan melihat wajah Bunda " iya ..., maafin Thea ...." ucap Thea dengan segurat senyum menahan haru .
" cepat berangkat ...."
" iya bun ...."
"oyah ambil juga ini ...." bunda memberikan sebuah Balpoint untuk Thea
Thea meraih Balpoint yang diberikan Bunda " iya hehhee ballpoint untuk menulis , tapi Thea udah punya banyak bun " ucapnya sambil nyengir tidak jelas
" Bunda rasa kamu tau itu bukan Balpoint sembarangan , tekan ujungnya jika kamu benar-benar perlu untuk menekannya ..."
" iya bun....."
Thea mencium pipi Bundanya kemudian masuk kedalam mobil yang memiliki kecepatan mencapai 354 kilometer per jam . Dia tersenyum bangga dan melajukan mobilnya , saat tengah asik melajukan mobil ada beberapa motor dibelakang memberikan suara klakson kearahnya ,
KAMU SEDANG MEMBACA
DIAM
Novela Juvenil#SELESAI *sebagian cerita di private *cerita ke lima yang ditulis tentang Galathe " Thea.... gue mohon lo ngertiin posisi gue ...." " untuk mengerti lo sama aja dengan nyuruh gue mundur? kenapa harus gue yang mundur? kenapa harus gue yang nyerah ?ke...
