Thea keluar dari gudang dan langsung pergi kekamar Galang mencari sesuatu yang bisa dijadikan senjata . dia membuka laci dan menemukan dua Granat dan sebuah pistol. Tangannya bergetar hebat saat menyentuh benda-benda itu , dengan keberanian yang tinggi akhirnya dia berhasil memegang pistol dan menyembunyikan dua granat disaku jaketnya . setelah dia merasa siap , dia turun dari kelantai bawah , langkahnya berjalan mengendap-ngendap, dia memperhatiakan keadaan rumah yang semula rapi menjadi berantakan , kaca pecah dan dia melihat puluhan orang dengan senjata masing-masing mengepung rumah ini .
" Galang !!!! keluar lo ...!!!!!" teriak seseorang dari luar
Thea semakin hati-hati melangkahkan kakinya ,tiba-tiba pintu terbuka dan segera Thea bersembunyi dibalik lemari . dengan mengendap-ngendap dia berjalan keluar lewat pintu dapur dan menutupnya kembali .
Di balik tembok dia bisa melihat puluhan orang tengah berdiri ,
" gue harus ngelakuin sesuatu ..." gumamnya
dia meraih granat yang ada disaku jaket dan dia maju beberapa langkah sehingga pasukan Tristan melihat kehadiran Thea .tanpa membuang banyak waktu dia melemparkan granat itu kearahny .dan sialnya granat yang dilemparkan Thea meleset dan tidak mengenai sasaran .
" tiarap !!!!!" sahut salah satu dari mereka .
Granat meledak dan sebagian dari mereka ada yang lolos dari ledakan Granat itu , Beberapa dari mereka mengeluarkan pistol dan mengejar Thea .
" euhhh !!!!" Thea lari dan masuk kembali kedalam rumah lewat pintu dapur dan segera menguncinya . kemudian dia melihat pisau yang didapur lalu segera dia ambil setelah itu dia sembunyi dibalik lemari sampai memegang sebuah pisau ditangan kanannya . tidak lama kemudian terdengar suara pintu dapur digebrak-gebrak , mereka berusa mendobrak pintu itu dan "BRUUUKKK " , pintu berhasil mereka dobrak .
" dimana lo !!!!"
Thea mengatur nafasnya agar tidak panic " kali ini gue gak boleh gagal ..."
mereka semakin mendekat kearah lemari "BRUUUKKKK " Thea mendorong lemari dan lemari tersebut berhasil menindih mereka .
" Sialan !!!!" ucap mereka
Thea menoleh sebentar dan tersenyum penuh kemenangan , Dia membalikan badan dan tiba-tiba ada seorang Pria mencengkram tangannya .
" lo gak bisa lolos lagi nona ...." ucapnya sambil mencengkram tangan kiri Thea
"oyah ...." mengerutkan keningnya kemudian sedikit jongkok dan Thea menancapkan pisau ke kaki pria itu
" aaaaaaaaaaaaaaaaaaaa......" perlahan pria itu melepaskan tangan Thea .
" sorry ... " ucapnya Thea sambil pergi .
dia sengaja menancapkan pisau dibagian kakinya karena itu tidak terlalu bahaya dan tidak menyebabkan efek buruk untuk pria itu , Hatinya terganggu saat dia harus melakukan ini semua , dia membuang sejenak perasaan bersalahnya dan focus mencari keberadaan Galang .
" dimana Galang ...?" tanyanya dalam hati
kakinya melangkah pelan menuju ruang tamu dan disana dia melihat Galang tengah dikelilingi oleh Tristan dan pasukannya . kedua tangan Galang dipegang oleh anak buah Tristan , sementara Tristan memutar-mutar pistolnya keatas dengan telujuknya . Tidak ada pilihan lain Thea mengeluarkan pistolnya dan berjalan mendekati mereka . Langkah kaki Thea menjadi pusat perhatian mereka semua . Tristan membalikan badan dan melihat kearah Thea .
" lepasin Galang !!!!" ucapnya sambil mengarahkan pistol kearah Tristan
" wow wow wow ...." Tristan berhenti memainkan pistol dan focus kearah Thea ,
KAMU SEDANG MEMBACA
DIAM
Teenfikce#SELESAI *sebagian cerita di private *cerita ke lima yang ditulis tentang Galathe " Thea.... gue mohon lo ngertiin posisi gue ...." " untuk mengerti lo sama aja dengan nyuruh gue mundur? kenapa harus gue yang mundur? kenapa harus gue yang nyerah ?ke...
