Satu minggu setelah kembalinya ia dari China, pria tampan itu hari ini sudah berada di dalam pesawat untuk menghadiri workshop yang di adakan agensi mereka.
Awalnya ia enggan bepergian jauh, karena ia hanya ingin menunggu kepulangan wanita yang di cintainya di rumah saja.
Managernya pun; Suho sudah melarangnya untuk ikut karena kondisinya yang sedang tidak baik.
Enam hari yang lalu saat ia jatuh tersungkur di dalam kamarnya, ia sempat mengalami demam tinggi yang membuatnya harus menghabiskan tiga kantong cairan infus, yang membuat Suho mengomelinya dan melarangnya untuk ikut acara ini.
Tapi memang dasarnya ia keras kepala maka ia tidak mengindahkan sedikitpun larangan Suho yang begitu mengkhawatirkan kondisinya.
Lagi pula Sehun pikir ia bisa mati bosan jika hanya berdiam diri di dalam rumah mereka yang penuh sesak akan kenangannya dengan keluarga kecilnya. Maka dari itu, dengan bekal beberapa butir obat dan vitamin yang di masukkan Suho ke dalam tasnya, ia memutuskan untuk pergi ke pulau Jeju bersama teman-teman satu agensinya untuk menghadiri workshop tahunan yang di adakan agensi mereka.
Berharap sedikit kesibukan nya ini bisa membuatnya sedikit melupakan Luhannya yang terus menghantuinya.
Luhan...
Dia benar-benar merindukan wanita itu, sudah berapa kali ia mengatakan jika ia benar-benar nyaris sekarat karena rindunya.
Sehun benar-benar merindukannya.. Sangat rindu.
Dia penasaran bagaimana kabar Luhan dan anak mereka saat ini. Apa ia baik-baik saja? Apa ia makan dengan baik? Apa ia tidak repot mengurus anak mereka seorang diri? Dan berbagai macam pertanyaan lainnya yang berkecamuk di dalam kepalanya.
Dia tidak akan bertanya apa luhannya mencari pengganti dirinya atau berkencan dengan pria lain. Sungguh ia tidak mengkhawatirkan itu. Karena ia tahu benar bagaimana Luhan yang sebenarnya. Wanita itu tidak akan mudah jatuh cinta, sangat sulit membuka hatinya, di tambah lagi dengan pengalaman pahitnya yang dua kali di campakkan pria yang di cintainya, jadi sehun yakin sekali jika Luhannya sampai detik ini masih sendiri dan masih mencintainya.
Kadang sehun bersyukur dengan sikap tertutup dan angkuh yang di miliki Luhan, sehingga membuat pria-pria di luar sana mungkin tidak akan sanggup menghadapi sikap dingin dan mulut pedasnya.
Iya, untuk yang satu itu ia bersyukur..
Pesawat mereka akhirnya landing dengan sempurna di Jeju airport. Ia mengeratkan jaketnya karena tubuhnya yang masih belum sehat benar merasa dingin ketika sudah berada diluar bandara dan
menunggu staff SM.ent yang menjemput mereka.
Perjalanan yang tidak begitu panjang, namun berhasil membuatnya terlihat
kelelahan. Sehun akhirnya memilih terlelap dikursinya.
Baekhyun yang melihatnya, segera merebahkan kepala Sehun dipundaknya. Betapa damainya wajah Sehun ketika sedang terlelap walaupun dengan kulit pucatnya yang semakin pucat. Kadang kala ia sedih dan kasihan melihat sehun. Namun jika mengingat kembali apa yang telah ia lakukan pada sahabatnya maka baekhyun rasa wajar saja jika Sehun sekarang mendapatkan karmanya.
Ia tak henti - hentinya mengelus surai pirang Sehun sambil ikut menyandarkan sedikit kepalanya di sandaran kursi. Berharap jika apa yang ia lakukan dapat memberikan kenyamanan untuk pria yang sangat di cintai oleh sahabatnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Million Reasons [END]
Hayran Kurgu[Beberapa chapter 'Mature Content' are private] Si brengsek, bodoh dan tidak peka Sehun dan Si pendendam Luhan - Love story Three things to make a relationship long last are honesty, commitment, and understanding. - Luhan Three things which are pri...
![Million Reasons [END]](https://img.wattpad.com/cover/119170894-64-k157621.jpg)