Nobody is very tough in this life. Everybody feels the sadness but they sometimes pretend to smile.
Semakin hari semakin larut, semakin hari Luhan semakin menggigil kedinginan, padahal ini baru di awal musim dingin.
Namun kali ini berbeda, jika beberapa hari lalu hatinya berdenyut sakit hanya mengharap keajaiban dari Tuhan agar hubungannya dan Sehun membaik, namun sekarang tidak.
Sejak dia tahu pengkhianatan Sehun, Luhan yang hatinya sudah terlatih patah hati segera bangkit, bangun dari mimpi panjangnya yang mengharapkan cinta sejati yang tidak pernah ada. Bullshit
Ibunya melahirkannya susah payah bukan untuk melihatnya menjadi gadis bodoh dan lemah. Ibunya melahirkannya bukan untuk melihat anaknya menderita. Luhan tidak boleh kalah. Luhan tidak boleh mengulangi kesalahannya beberapa tahun yang lalu.
Luhan tidak ingin lagi kembali menjadi gadis lemah yang bersimbah air mata karena pengkhianatan sang kekasih, luhan tidak mau itu.
Dia tidak mau lagi kembali menjadi gadis yang hanya bisa meringkuk tersedu-sedu memikirkan pria yang sama sekali tidak memikirkan nya. Dia tidak akan kembali lemah seperti dulu, tidak akan pernah.
Luhan tidak akan lagi menundukkan kepalanya guna menghormati pria yang di cintainya namun melukainya begitu parah. Dia tidak akan membiarkan air matanya tumpah dengan lutut bergetar lemas melihat pengkhianatan sang kekasih.
Luhan sudah lama mengubur seorang Choi Luhan yang lemah dan menyedihkan. Sekarang.. Biarkan luhan menunjukkan siapa dia yang sebenarnya. Dia akan menunjukkan pada para penjahat yang sudah menyakiti hatinya, siapa itu Choi Luhan yang sebenarnya.
"Sudah pulang sehun-ah? Tumben tidak pulang larut?"
Luhan menyapa sehun dengan nada dingin dan angkuhnya. Tidak seperti beberapa hari lalu, sampai kemarin dia hanya tersenyum sendu saat menatap sehun, dan mengangguk lemah saat pria itu bicara padanya.
Tapi.. Hanya dalam waktu dua puluh empat jam, Luhan yang cinta mati pada sehun sudah berubah menjadi luhan yang ingin sekali membunuh sehun.
"Hm.. " Jawabnya acuh tidak sadar dengan nada angkuh dan dingin dari luhan yang di tujukan untuknya.
Mungkin dia sudah lupa dengan nada lembut suara Luhan karena sudah tergantikan dengan nada lembut wanita lain.
"Apa kau sudah makan malam?" masih dengan nada yang sama.
"Hem.. Sudah"
Begitu singkat, padat, dan jelas.
Luhan berjalan tegap mendekati sehun yang sedang melepaskan kancing-kancing kemejanya. Dan langsung mencium aroma tubuh sehun.
"Benar.. Kau sudah makan, karena bau tubuh mu sudah berubah" Luhan menjauhkan wajahnya "Bukan berubah menjadi bau makanan, tapi... berubah menjadi bau parfum perempuan" lanjutnya dengan senyum remeh di wajah cantiknya.
"Hm.. Ada beberapa scene yang mengharuskan aku memeluk lawan mainku" jawabnya sedikit kikuk.
"Aaah begitu kah?"
Jika saja sehun mau menolehkan kepalanya sebentar saja untuk melihat luhan, maka.., mata tajamnya pasti bisa melihat senyum remeh di wajah cantik luhan yang di tujukan langsung untuknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Million Reasons [END]
Fanfiction[Beberapa chapter 'Mature Content' are private] Si brengsek, bodoh dan tidak peka Sehun dan Si pendendam Luhan - Love story Three things to make a relationship long last are honesty, commitment, and understanding. - Luhan Three things which are pri...
![Million Reasons [END]](https://img.wattpad.com/cover/119170894-64-k157621.jpg)