Mulmed : Mr and Mrs Soon To Be 😘 (kemudian jomblo bergelimpangan 😂)
**
Dara harus berusaha keras untuk tidak melongo ketika mendapati keluarga calon suaminya datang dengan membawa jodang, atau kotak panjang berisi barang-barangan pinangan, yang dipikul oleh empat pria dewasa. Perhatiannya tak juga teralihkan ketika wakil yang ditunjuk oleh keluarga Dathan mengutarakan maksud dan tujuan kedatangan mereka, yang dibalas dengan sambutan penerimaan oleh wakil keluarga Bastiaan, sebagai tanda kalau pihak keluarga wanita menyambut baik rencana lamaran dari pihak pria.
"Itu apa sih Mas?" Karena tak tahan lagi, akhirnya Dara berbisik pada Nendra yang berdiri di sisinya, "Yang di samping wajik itu loh."
"Itu jadah," Nendra balas membisiki adiknya, "Karena teksturnya yang lengket dan rasanya yang manis, jadah dan wajik sering ditambahkan ke dalam hantaran, dengan harapan agar calon pengantin dan calon besan memiliki hubungan yang lengket dan manis."
Dara mengangguk-angguk tanda mengerti, kemudian melirik El yang berdiri di antara rombongan keluarga Dathan. Pria itu tampak tampan dalam balutan kemeja batik yang senada dengan terusan batik yang dikenakan Dara. Satu-satunya yang membuat Dara ingin mencela penampilan calon suaminya itu hanya tonjolan di bagian perutnya, yang tak hilang sepenuhnya meski El telah menjalani diet yang tidak berkeprimanusiaan, atau setidaknya begitulah pengakuan pria itu. Dara jadi curiga kalau El hanya mengurangi porsi makan ketika berada di sekitarnya, dan diam-diam menyimpan banyak cemilan di rumahnya. Sayangnya kecurigaan Dara itu tidak berlangsung lama, karena tiba-tiba saja El mengangkat kepala dan menghadiahi senyuman yang membuatnya terpaksa meremas lengan Nendra, kalau tak ingin tersipu seorang diri seperti orang gila.
Tidak ingin membuat jantungnya bekerja lebih keras karena godaan El, Dara memusatkan perhatian pada jalannya acara yang memasuki tahap srah-srahan, di mana Ibunda El menyerahkan hantaran lamaran kepada Ibunda Dara. Tentu saja penyerahan dilakukan secara simbolis, karena akan sangat memakan waktu kalau harus menyerahkan satu per satu seluruh seserahan yang telah disepakati oleh kedua calon pengantin. Kemudian sebagai tanda besarnya cinta kasih keluarga Bastiaan kepada keluarga Dathan, diserahkan pula balasan yang juga diberikan secara simbolis.
Terhanyut dalam sakralnya acara membuat Dara sedikit terkejut ketika dikatakan telah tiba waktunya untuk saling bertukar cincin. Melihat El mengulas senyuman tenang saat jarinya dihiasi dengan cincin oleh calon Ibu mertuanya, membuat Dara berusaha sekuat tenaga terlihat tetap anggun dan bukannya gemetar karena gugup ketika membiarkan Ibunda El menyelipkan cincin berukuran lebih kecil di jarinya. Dehaman menggoda yang terdengar kemudian membuat Dara tak bisa menahan kikuk lebih lama lagi, dan dengan malu-malu menyembunyikan wajah ke dalam dada El yang memeluknya sambil tertawa.
"Kenapa?" Tanya El begitu mereka memiliki kesempatan untuk menjauh dari rombongan keluarga, yang masih tenggelam dalam acara ramah tamah.
"Apanya yang kenapa?"
"Kenapa dipelototi terus cincinnya?"
"Takjub," Ucap Dara masih mengagumi cincin di tangan kanannya, "Rasanya belum terlalu lama sejak Dara berpikir kalau pernikahan itu bukan sesuatu yang cocok untuk Dara, eh tiba-tiba udah pakai cincin pengikat."
"Mas juga takjub," El memberitahu, "Kayaknya belum terlalu lama sejak Mas ngelihat kamu pakai seragam SMP, eh tiba-tiba udah jadi calon istri."
"Mas pedofil," Tuduh Dara sambil cekikikan, "Naksirnya sama anak SMP."
"Pertama kali menaruh perhatian memang masih pakai seragam SMP, tapi kan dinikahinya setelah berusia dua puluh delapan plus. Itu artinya Mas bukan pedofil," Bantah El kalem.
KAMU SEDANG MEMBACA
28+ (Slow Update)
RomanceNama : Adara Darra Kelas : XII IPS3 M.P : Bimbingan Konseling. Tulislah sebuah surat berisikan lima kriteria pasangan hidup (suami/istri) untuk diri kamu sendiri di masa depan! Kepada diri saya sendiri di masa depan, Menurut Ibu Susan, kamu akan me...
