Chapter special his POV.
BGM : Fools - Rapmonster & Jungkook (Cover)
(Aku kehilangan nafsu(?) imajinasi akhir-akhir ini, dihayati, biar dapet feels ...)
Happy reading ;)
.
.
Segalanya terlihat sama dari sisi manapun. dirimu yang bahkan masih tak bergeming masih dapat membuatku terjatuh berulang kali untuk hatimu. Untuk menegakkan kedua kakiku saja rasanya gemetar. Aku yakin karena ini, kau ... adalah milikku.
Semua kesalahan ini, milikku dan dirimu. Aku terus berguling hingga kehilangan kesadaran bahwa aku masih menginjak tanah lembab di bumi dengan sepasang alas kaki hadiah darimu setahun yang lalu. Ingatanku bergulir menampilkan potongan gambar yang tak luput dari senyum manismu, murung masammu dan tatapan cerah bak bintang.
Nyala sinar biru di tengah kegelapan ruang tamu kecil kita. kecipak samar di kolam dari kaki - kaki kecil dua buah cinta milikku dan dirimu.
kebiasaanmu yang kuketahui sejak tiga tahun silam. Menyandarkan kepalamu di dadaku, dan membuat rambutku kusut karena ulahmu. Di pangkuanku, kau adalah salah satu pahatan terindah dari sang Pencipta.
Guratan kesal di wajahmu membuat gemas. Hingga membuatku terpaksa melepaskan sunggingan senyum tak tertahan. Hingga kau merengek pelan, "keterlaluan."
"Yes, baby? ", kau menyembunyikan pipi kananmu di telapak tangan dinginku. "Pergi selama satu minggu, lalu pulang, kemudian akan berangkat lagi. Jahatnya ..."
Aku merapatkan bibirku dan menarik sudut dalam alisku. Kemudian tersenyum kecil, mengecup kening polos di hadapanku.
Hari itu, aku ingat sekali bahwa kau tertawa geli karena—entah apa. Dan kau bilang kalau, wajahku menggelikan. Benarkah? Aku tak merasa seperti itu. Sesekali aku mengagumi cantiknya kibasan bulu mata lentikmu ketika berkedip saat tertawa.
Bahkan ketika si sulung datang memberikan kita jeda dan memintamu membuatkannya satu gelas susu cokelat, dengan senyum tulus dan anggukan kecil kau langsung membuatku seolah transparan disini. Ah, tapi tak mengapa, aku ... akan dapat saingan baru setelahnya. Jadi, aku tak bisa berbuat apapun. Itu ulahku juga. Ups.
Mungkin, untukmu, aku hanya seorang pria yang dulunya dielu-elukan banyak orang ... well, aku tak mencoba memuji diriku sendiri disini. Tapi, kemudian kau datang, seakan berkata kalau semua popularitas dan ketenaranku bukanlah jalanku. Dirimu adalah satu nama yang mengalir, memeluk denyut nadiku.
Sunyi malam dan es yang mencair di sepanjang jalan yang terlihat, kau disini, menggenggam tanganku. Melirik pintu dengan ornamen superhero yang melekat papan nama si sulung dan bungsu.
Kemudian kau tersenyum, "mereka tumbuh dengan cepat. Kita juga bertambah tua. Tidakkah kau berpikir untuk ... mencari yang lebih Indah? "
"Banyak yang lebih Indah. Tapi, bagaimana aku mencari itu kalau di pelukanku bahkan sudah ada yang terindah ... " Pandangan mata indahmu turun ke lantai dingin balkon. "Selama ini ... segalanya kulakukan untukmu, jadi, jangan pernah berpikir aku akan melakukan hal itu."
Ketika tatapan kita bertemu, waktu seolah berhenti.
"Maafkan aku, Namjoonie ..."
Waktu tak sesingkat itu. Aku yakin. Jika takdir memang menyatukan kita, dan kita juga tak akan bisa menolaknya. Karena itu, berjanjilah padaku untuk tetap bersamaku, mendekapku. Aku sudah bilang kau adalah yang terindah dari semua yang indah di bumi ini dan ...
... i am Kim Namjoon, only fools who was fall for you.
✳✳✳
Nulis ini, dakuh terbayang dirimu yeodong , eheheh. Dah lah ya ... gak usah makasih, becuz ini juga gaje plus pendek :'')
Vey🔄
KAMU SEDANG MEMBACA
IMAGINE BTS
FanfictionTidak apa-apa jika ingin membaca, hanya saja diharapkan memperhatikan kondisi fisik dan mental. Imajinasi yang begitu tinggi dapat menyebabkan jantung berdebar kencang, timbul rasa ingin memiliki, serta pahitnya kenyataan yang tidak bisa dihindari...
