Kecurigaan

943 25 0
                                    

Chap. 7

Alunan music yang kian terdengar begitu jelas dengan alunan nada yang berganti-ganti dum, tas, dum, dum, tas lampu yang berkedip-kedip terlihat begitu megah dari luar.
Ke lima gadis itupun masuk dan memberikan tiket yang telah di pegang Yaya pada dua orang penjaga bertubuh besar dan kekar itu.
Setelah melewati pos penjaga itupun mereka perlahan masuk beriringan dengan balutan gaun mewah yang mereka pakai serta sepatu hils yang kian melekat sempurna di kaki mereka. Dengan balutan gaun berwarna merah dan sepatu hills hitam yang di paki Gladish, gaun berwarna pink bercampur biru yang dipakai Ghaby dengan sepatu hills berwarna pink pula, gaun berwarna ungu tua dan hills berwarna cream yang di pakai Angle, gaun berwarna putih dan hills berwarna putih pula yang di pakai Anggi, serta gaun berwarna Navy yang dipadu dengan Hills yang berwarna abu-abu yang dipakai Yaya.
Kini mereka tengah berada di dalam pesta dan menikmati setiap alunan music yang di mainkan oleh para Dj- dj profesional yang kini berada di Puncak panggung acara.
Dengan cepatnya, wajah cantik kelima gadis ini telah memikat laki-laki yang sedari tadi memandangi mereka di saat pertama kali mereka datang masuk ke party night ini.

Laki-laki itu menghampiri mereka dan ingin memulai perkenalan dengan mereka berlima.
Berparas tampan yang sangat menggiurkan bagi siapa saja yang melihat nya, bertubuh tinggi berisi yang terlihat begitu sempurna.
Mereka pun terkejut dengan hadir nya para laki-laki itu di depan mereka. Namun tidak dengan Yaya, dirinya yang tengah begitu asik mendengarkan lagu sambil terus menari dengan sangat lincah nya dan begitu terlihat elegant.
Angle pun menyenggol pundak Yaya yang tengah asik berdansa di temani alunan lagu itupun menghiraukan senggolan kode dari Angle, namun Angle tidak berhenti di situ saja, dia terus menyenggol Yaya tanpa henti, namun Yaya tetap saja menari dan mengacuhkan Angle. Hingga Ghaby pun mulai mendekati Yaya dan mencubit perut ramping Yaya begitu keras hingga terdengar suara"Awwww, sakitt tau, ishhh jail banget sih lo Ghab, emang gue kue cubit apa. ga bisa liat sahabat seneng dikit napa, lo juga jel, sama aja senggol sana senggol sini emang lagi di pasar apa. " begitu ucap Yaya yang tidak sadar ada lima orang laki-laki di sekitar dirinya dan sahabat-sahabat nya.
Dengan lantang nya Gladish berbicara pada Yaya "lo bisa diem ga, udah tau nih ada orang deket kita, ga tau mau apa tujuan nya, tanya sono" gertak nya yang membuat Yaya berhenti seketika dan mulai merinding mendengar omongan Gladis yang terkesan sangat risih.
Memang Gladish mempunyai beberapa daya tarik tersendiri, namun daya tarik yang satu ini malah membuat sahabat-sahabat nya takut akan kharisma nya di saat dirinya lagi marah atau sedang serius.
"Hehe, ia ia, Glad, gitu aja marah hehe, yaudah mana orangnya" goda Yaya
"Orang nya ada di depan lo dari tadi juga" balas Anggi.
Saat Yaya ingin mulai membuka mulutnya untuk bertanya, laki-laki yang bertubuh sigap itu lebih dulu memulai percakapan dengan ke lima gadis itu. "Sorry hehe udah ngagetin, kenalin gua farhan, gua sama yang lain nya cuman inisiatif pengen kenalan sama gadis-gadis cantik kaya kalian aja ko, oh bukan cuman gua yang mau kenalan,tapi juga temen-temen gua" begitu ucap lelaki yang bernama Farhan tersebut.
"Emang lo udah kenal kita.? Ampe ngajak kenalan segala." balas Yaya.
"Yey, elo ya, dimana-mana orang ngajak kenalan yah pasti belum kenal, ihh malu-maluin aja deh. " ucap Angle. "Yey, sorry gue kan cuman nanya, lagian lo ngomong apa sih, ga kedenger tau, noh musik nya gede banget. " balas Yaya. "Itu telinga apa barang antik sih, atau pajangan hah." ledek Angle.
Laki-laki yang bernama Farhan itu pun mulai meredam suasana dan benar mengajak mereka untuk berkenalan.

Ke empat sahabat itupun sama-sama mengulurkan tangan nya pada kelima laki-laki itu.
Berbeda dengan yang lain nya Gladis lebih memilih untuk pergi kebanding harus berkenalan dengan laki-laki yang baru ia temui di club malam ini. Dia pergi dengan pandangan tak perduli tanpa menghiraukan ke empat sahabat nya.
Di saat yang bersamaan pula seorang laki-laki yang bernama Dika teman Farhan itu menoleh pada nya, sedari awal memang Dika telah tertarik pada Gladish. Dia ingin mengejar nya, namun di halangi oleh Ghaby.
"Wait, mau ngejar Glad? " tanya gadis berwajah Chuby ini.
"Ia, gua belum sempat kenalan sama dia. " balas Dika.
"NO. Because, she very don't like new boy .
Intinya dia ga suka sama cowo yang baru dia kenal, namanya Gladish Aurora, sifat nya emang gitu, cuek dari lahir" begitu ucap Ghaby yang menerangkan sedikit tentang Glad.
Kini laki-laki itu pun hanya bisa terdiam dan menatap tanpa henti ke arah perginya Gladish.
Di saat itupula Ghaby pergi meninggalkan Dika dengan lamunan kosong nya dan pergi meninggalkan sahabat nya karna untuk ikut menyusul Glad yang telah terlebih dahulu pergi meninggalkan mereka.

Kini Glad dan Ghaby duduk di sudut kursi panjang yang di dekat panggung Dj, mereka tengah duduk sembari memperhatikan ketiga sahabat nya yang sedang asik mengobrol bersama, terlihat wajah tidak nyaman dari Angle yang serasa ingin keluar dari obrolan itu namun di tahan oleh Anggi, hingga ia tidak mampu untuk berbuat apa-apa.

Waktu telah lama berlalu, kini Angle, Anggi, dan Yaya kembali menghampiri Glad dan Ghaby, ketiga nya duduk berbarengan dengan menghela nafas yang sangat panjang.
"Akhirnya gue dapet mangsa baru" seru Anggi membuka percakapan awal mereka dengan menyenggol pundak Ghaby. "Maksud lo? " tanya Ghaby sambil menaikan satu alisnya.
"Masa li ga ngerti, gue dapet simpenan baru lagi haha" ucap Anggi seraya tersenyum penuh arti.
Dan di balas oleh senyum tipis Gladish dan Ghaby yang saling berpandangan.
"Oh ia, mereka ngajak kita untuk pergi ke pesta malam pantai minggu depan, datang yu, nih mereka juga udah Kasih lima tiket buat kita, kan lumayan dapat tiket gratis" ucap yaya sembari membujuk.
"Gak, malas banget, kalian aja yang pergi. Gue sih curiga ada apa-apa, lagian masa lima tiket di Kasih gratis gitu aja" ucap Gladish dengan sikap nya yang biasa. "Ayolah ikut aja, yah plis, udah jangan banyak curigaan gitu sama orang, lagian ini ga gratis ko, soalnya salah satu teman Farhan yang bernama Dika itu minta no hape lo yaudah gue Kasih eh, dia barter sama nih lima tiket hehe kan lumayan" seru Yaya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan mengedip-ngedipkan matanya. "Apa? Emang lo kira no hape gue barang dagangan apa hah? Apa sih lo ya, ngasih no hape orang ga izin dulu" gertak Gladis dengan marah sambil memukul meja sampai terdengar bunyi "brukk" dan menatap tajam ke arah Yaya, sambil melototkan mata sipit nya itu.
Sontak hal itu sangat membuat Yaya merinding, sampai dia mengangkatkan kedua kakinya dan mengumpat di balik Angle.
"Ampun Glad, sekali ini ko hehe sorry yah" ucap Yaya sembari sembunyi di belakang Angle. "Yaudah lah Glad, ma'afin yah, yah, kasian nih anak orang ampe ketakutan gini hehe, yah yah, kali kali kan kita pergi ke party pantai" bujuk Angle sembari memohon dengab sangat manja, hal itu tentu membuat Gladish luluh dan menahan emosinya, "yaudah yaudah, atur-atur aja" ucap nya sambil memalingkan pandangan nya, dan membuat Yaya kembali mendekatinya dab seraya berterimakasih padanya.

**

"Eh liat, itukan serena, ngapain dia liatin kita gitu banget" Seru Anggi.
" ia bener aneh, tar aja kita liat mu ngapain dia" tambah Yaya.
Serena perlahan mendekat pada meja ke lima sahabat itu.
"Brukk" Serena memukul meja yang di tempati Gladish dan sahabat-sahabat nya. "Eh ngapain lo, dateng-dateng mukul meja, meja salah apa sama kalian" ucap Yaya sambil mengelus-elus bagian meja yang dipukul Serena.
"Ngelawak lu ya ceritanya, eh ga ada asap kalo ga ada api yah, gue juga ga akan bersikap kaya gini kalo ga ada sebab" seru Serena dengan menyilangkan kedua tangan nya.
"Denger ya, siapa suruh lo Anggi deketin cowo gue hah? Ga puas semua cowo kece di sekolah ini elo embat gitu aja, sekarang cowo di luar pun? So cantik banget lo jadi cewe" ucap Serena sambil menunjuk-nunjuk ke arah Anggi. " ia dasar lo, nyebelin banget" tambah Andin teman Serena.
"Ohh, Faris, haha gue kira dia bukan cowo lo, lagian siapa juga yang embat cowo orang, sorry ya dalam kamus gue, gue ga pernah ngembat cowo yang udah punya cewe, apalagi cewenya kaya lo, haha ga banget" ucap Anggi mengelak.
"Udah ketauan masih aja lo yah ngelak, dasar cewe ga tau malu banget lo, so kecakepan banget lo,dasar ceww murahan, ga tau malu" ucap Serena sambil mendorong pundak Anggi.
"Sorry ya Serena, bukan gue di sini yang salah, gue ga tau apa-apa. Noh salahin aja cowo lo yang udah tau punya cewe eh masih aja kegatelan, gue bukan so cakep, tapi gue emang cakep, puas lo. Dia gitu juga mikir kali, ngapain pacaran sama cewe yang suka nongkrong bareng om-om di dufa malam sana haha, liat siapa yang murahan sekarang?" balas Anggi dengan senyuman tanda menyindir, sembari mengajak pergi ke empat sahabat-sahabat nya. Dan meninggalkan Serena yang menganga terheran-heran dengan emosi yang masih menggebu-gebu, kini dia pun di tenangkan oleh ke empat sahabat nya yang terkejut mendengar pengakuan tentang Serena dari Anggi.

"Hallo wattpa's happy reading ya, jangan jadi silent reading yah :) jangan lupa votmen nya makasih.

BROKEN HOMETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang