[ON GOING]
[EDITING PROGRESS]
Sekarang aku percaya dengan adanya takdir. Ya, sebenarnya aku sendiri tidak bisa menyimpulkan ini 'baik' atau 'buruk' nya untuk diriku. Karena kejadian itu dan pada hari itu kehidupanku berubah 180 derajat.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Taehyung memberhentikan mobilnya tak jauh dari area pintu utama bar. Matanya menatap lekat kerumunan orang disana.
Semakin malam rupanya tempat ini semakin ramai.
Taehyung agak sedikit ragu.
Ia pun melepas seat belt-nya lalu segera keluar dari mobil.
Dengan setelan kaos putih, jaket hitam oversize, serta celana kulit hitam, pria tinggi itu berjalan lurus menuju kerumunan disana.
Ia tampak khawatir ketika dirinya sampai ditempat pemeriksaan.
"Silahkan masuk." Ucap salah satu pria berbadan besar seraya membukakan pintu untuknya.
Suara musik keras langsung terdengar semakin jelas. Sorotan lampu serta teriakan memenuhi tempat itu.
Taehyung yang sedikit ragu berjalan masuk kedalam dan langsung mencium bau alkohol yang menusuk tajam melalui indra penciumannya.
I hate this smell !
Kakinya langsung membawanya berjalan menuju meja pemesanan yang tak jauh didepannya.
Sesekali ia menoleh kekanan dan kekiri berharap menemukan gadis yang ia cari.
"Cheogi, (permisi)." Sapa Taehyung pada bartender disana.
Bartender tersebut menoleh dan langsung menaruh gelas yang semula tengah ia tata. "Ya, ada yang bisa saya bantu?"
Taehyung melirik sekilas name tag pria tersebut yang tertulis Oh Seun Gi disana, "aku ingin bertanya sesuatu, apa anda melihat perempuan berambut panjang disini? Ia cantik, dan tingginya kira-kira segini," Taehyung menunjuk bahu kanan dengan tangannya seolah menggambarkan tinggi badan Yura pada pemilik nama Oh Seun Gi tersebut.
"Bung. Semua wanita disini kriterianya seperti itu," ucapnya acuh.
"Ah matda (oh ya benar)" Taehyung langsung mengeluarkan ponsel dari sakunya.
"Iniㅡseperti ini orangnya," Taehyung menyodorkan foto Yura yang sengaja ia jadikan wallpaper di ponselnya.
Sejenak wajah Seun Gi terlihat berfikir keras. Ia merasa wajah itu tak asing untuknya. "ckㅡgeuraesae (aku tak yakin) ㅡchakamman (tunggu)." potongnya.
"Ya Jang Yeorok! (Hey Jang Yeorok)" teriaknya pada pria tinggi yang tengah asik bercengkrama dengan seorang wanita disana.
Pemilik nama itu menoleh, dan langsung datang menghampiriㅡ "Ada apa?" ucapnya.
"Kau mengenali wanita ini? Sepertinya wajahnya tak asing untukku," timpal Seun Gi.
Jang Yeoreok yang awalnya terlihat bingung ikut-ikutan melihat foto tersebut. "Eoh?! ya! Bukannya ini wanita yang dibawa Kang Joon tadi?" Serunya.