[ON GOING]
[EDITING PROGRESS]
Sekarang aku percaya dengan adanya takdir. Ya, sebenarnya aku sendiri tidak bisa menyimpulkan ini 'baik' atau 'buruk' nya untuk diriku. Karena kejadian itu dan pada hari itu kehidupanku berubah 180 derajat.
"Hikss.. hikss... oppa... kau benar akan pergi? Hikss..." tangan kecil Yura tengah mengusap air matanya yang sedari tadi tak bisa ia bendung.
"Ulijima... (jangan menangis)" Tangan Minjae menggenggam pergelangan Yura.
"Aku...hiks..ti-ti dak bisa berhen-ti..hikss" ucap Yura sesegukan.
"Geurae (baiklah) aku akan menunggu sampai kau selesai Yura. Jadi, kau tidak akan menangis lagi saat aku pergi."
"Berjanji kita akan bertemu lagi nanti?"
"Keurom! (Tentu saja)"
"Yagsog? (Janji?)" Yura memberi ibu jarinya kearah Minjae.
"Yagsog.(Janji)" Minjae menempelkan ibu jarinya lalu menempelkannya didahi mereka masing masing. Mereka menyebutnya 'salam rahasia'.
Kim Minjae adalah teman main sekaligus sahabat kecil Yura saat masih tinggal di Daegu. Mereka selalu menghabiskan waktu bersama dulu. Dimana ada Minjae, disitu ada Yura.
Yura bahkan sudah menganggap Minjae sebagai kakaknya. Begitu juga sebaliknya. Tetapi sayangnya, saat Minjae berumur 10 tahun. Ia terpaksa harus pindah ke Seoul karena appa-nya dipindahkan tugas disana.
#FLASHBACK OFF#
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Sekarang aku benar benar membuktikan kata kataku kan?" Minjae berjalan disamping Yura. Ia agak menundukkan kepalanya karena perbedaan tinggi mereka lah penyebabnya.
Yura mengangguk dengan semangat seraya tersenyum manis. Matanya menghilang saat melakukannya.
Disepanjang perjalanan menuju apartemen Yura, mereka berdua saling menceritakan kesibukannya sendiri selama mereka tidak bertemu selama belasan tahun.
Dan ternyata Minjae sudah di trainee oleh salah satu agensi yang cukup terkenal. Dan itu sudah berjalan 3 tahun lamanya.