remake & editnya terakhir aja. diselesaikan dulu :D
Min Yoongi itu, meskipun tidak punya badan sixpack, wajah tampan bak idol, namun memiliki karisma dan aura yang kuat. Apalagi jika ditambah dengan dompetnya yang tebal. Tidak heran bila wajahnya kerap kali menghiasi majalah bisnis dan selalu berada di urutan 3 besar sebagai 'Pengusaha Pria Korea Selatan yang Paling Diinginkan oleh Wanita'.
Setiap kali menggelar konferensi pers, para reporter selalu mencoba menanyakan rencana Yoongi soal pernikahan. Bahasan mengenai Yoongi yang sudah menduda selama lebih dari 10 tahun memang panas-panasnya di kalangan wanita. Lagipula siapa yang tidak ingin punya suami seorang pengusaha sukses?
Namun perspektif Sena soal Yoongi berbeda. Dia tidak jatuh hati pada Yoongi karena status Yoongi yang seorang pengusaha. Bukan juga karena dompet Yoongi yang tebal. Satu-satunya alasan dia bisa terpikat oleh seorang Min Yoongi adalah sifatnya yang kebapakan. Bagi seorang gadis yang tidak pernah sekalipun mendapat kasih sayang layak dari ayahnya, alasan itu terbilang masuk akal.
Yoongi punya kesan melindungi. Setiap kali berada di sekitar Yoongi, Sena merasa sangat dilindungi. Sekaligus dicintai dengan tulus olehnya.
Entah keberanian apa yang dia punya. Sepulang sekolah sebelum pergi kerja, dia datang ke gedung perusahaan Yoongi sambil membawa botol minuman berisi sari gingseng. Supaya tidak ada orang yang menyadari identitasnya, dia menyamar dengan memakai coat hitam dan masker yang menutupi setengah wajahnya. Dia menaiki lift untuk pergi ke lokasi kantor pria itu.
Agak sulit mencari dimana ruangan Yoongi berada. Dia terus berjalan sambil menolehkan kepalanya ke kanan kiri, membaca papan ruangan yang terpasang di bagian atas pintu. Tidak ada yang namanya ruang CEO. Nyaris saja dia menyerah dan berniat langsung pergi kerja sebelum tak sengaja berpapasan dengan Jung Hoseok.
"Oh? Bukankah kau ... nona Sena?"
Sena –yang belum mengenal Hoseok segera menarik ke atas maskernya.
"Gwaenchanha. Aku tidak akan memberitahukanmu pada siapa pun," ucap Hoseok peka. Lanjutnya, "Nona sedang mencari sajangnim? Beliau ada di kantornya. Mau kuantar?"
Sena mengangguk ragu-ragu.
Hoseok tersenyum. "Aku Jung Hoseok, asisten Min sajangnim. Ikuti aku, Nona."
Gadis itu mengikuti kemana Hoseok pergi. Setelah beberapa meter, sampai juga mereka di depan pintu ruangan Yoongi. Hoseok pun mengetuk pintu, lalu membukanya setelah mendengar balasan dari Yoongi.
"Masuklah, Nona."
Sena membungkuk 90 derajat penuh, mengucapkan terima kasih sebelum melangkah masuk. Begitu akhirnya menjejakkan kaki di dalam ruang tersebut, dan pintu telah ditutup, di sanalah dia melihat sosok kekasihnya yang sedang berkutat serius di meja kerja. Yoongi tidak sekalipun menyadari kehadirannya. Dia berjalan mendekat sambil melepaskan maskernya dan berhenti setelah sampai di sebelah meja Yoongi.
Bahkan Yoongi masih belum sadar siapa dirinya.
"Ada apa? Kalau mau pulang duluan tidak apa. Minta izin Hoseok."
"Ahjussi."
Seketika Yoongi berhenti membuka lembaran dokumennya. Dengan gerakan pelan, kepalanya menoleh. Kentara sekali dia yang terkejut dari matanya yang melebar. "Sena."
Gadis itu tersenyum sembari mengulurkan botol minuman di tangannya. "Jangan terlalu keras bekerja, nanti kau bisa sakit."
Hanya butuh dua detik bagi Yoongi untuk melihat botol minuman itu. Atensinya kembali tercurah pada Sena. Tiba-tiba saja dia menaruh dokumennya di atas meja dan mengusap wajahnya sambil tersenyum geli.
KAMU SEDANG MEMBACA
Single Parent [myg]
Fiksi PenggemarSUDAH TERSEDIA DI GOOGLE PLAY STORE Kau tahu bagaimana sulitnya mencintaimu yang bahkan pantas kupanggil sebagai ayah?
![Single Parent [myg]](https://img.wattpad.com/cover/118101685-64-k693409.jpg)