"Hyung!" Sehun berencana mengejar Kyungsoo yang berjalan menjauh.
"Aku saja Sehun-ah. Kau disini saja." Kris mencegah Sehun dan berlari mengejar Kyungsoo.
"Kyung... Kyungsoo... Mau kemana?" Kris memanggil-manggil Kyungsoo yang berjalan semakin menjauh.
"Dia tidak menginginkanku, Kris. Aku terlalu percaya diri."
"Kau berhenti lah dulu. Aku lelah mengejarmu." Kris mulai terlihat ngos-ngosan mengejar Kyungsoo.
"Kita pulang, oke?" Kyungsoo menghentikan langkahnya. Dia mulai merasa lelah juga sebenarnya.
"Heol! Bagaimana kita bisa pulang? Kita tidak punya kendaraan Kyung. Dan tidak ada kendaraan umum jam segini."
"Ajak yang lain pulang. Aku ingin pulang." Kyungsoo mengerucutkan bibirnya, menambah kadar keimutan dalam dirinya.
"Aigoo... Kau semakin terlihat imut saja. Sebaiknya kita duduk. Aku lelah." Kris menarik Kyungsoo menuju trotoar di jalan.
Kyungsoo menghapus jejak air mata dan duduk di samping Kris.
"Apakah kau benar-benar mencintai Chanyeol?"
Kyungsoo menganggukkan kepalanya.
"Aku ragu. Kau tidak benar-benar mencintainya."
Kyungsoo menatap kasar pada Kris. Antara mau marah dan jengkel.
"Hahaha... Kau menyeramkan kalau marah, Kyung." Kris merangkulkan tangannya di bahu Kyungsoo.
"Aku meragukan kau benar-benar mencintai Chanyeol. Kau tidak begitu mengerti tentang dia."
"Oh, ayolah Kris... Kita bukan sedang becanda. Aku tidak suka."
"Aku ngomong yang sebenarnya. Aku mengenal Chanyeol sejak dia masih di kandungan oemmanya. Bahkan aku dan Yoora noona selalu bertengkar untuk mendapatkan Chanyeol..."
"... Aku tau persis bagaimana ekspresinya. Saat pertama kali dia melihatmu, sangat jelas terlihat kalau dia ingin memelukmu. Tapi dia menahannya dengan kata-katanya."
"Tidak mungkin." Lirih Kyungsoo.
"Kau harus melihatnya dengan hati, Kyung. Aku tau kau sangat mencintai Chanyeol, dia pun demikian. Ada sesuatu yang Chanyeol sembunyikan. Kita harus sabar. Mungkin tidak mudah baginya."
"Aku harus bagaimana?"
"Kita temui Chanyeol lagi, oke? Kita coba dengar penjelasan dari dia. Kalau dia masih tidak mau cerita, aku akan mengantarkanmu pulang. Bagaimana?"
Kyungsoo mengangguk lemah, tanda dia setuju usul Kris.
"Sini peluk dulu. Aku merindukanmu, Kyung..." Kris mendekap Kyungsoo dengan erat. Dia sangat mengharapkan kebahagiaan untuk orang yang sudah dianggapnya adik ini.
.......
"Mereka ada di rumah Chanyeol. Mereka sedikit memaksa kesana. Apakah kau mau kesana?" Tanya Kris saat baru saja menutup panggilan teleponnya.
"Asal kalian bersamaku. Dan kalau Chanyeol menolak kita lagi, aku mau segera pulang."
"Baiklah, aku berjanji."
Kris dan Kyungsoo pulang menuju rumah Chanyeol yang sudah diberikan Suho alamatnya.
"Sepertinya benar alamatnya disini, Kyung. Itu mobilnya Suho." Kris menunjuk sebuah rumah yang tidak terlalu besar, namun terlihat nyaman.
KAMU SEDANG MEMBACA
ᴀʙᴀɴɢ ɢᴇᴍᴇᴢ - [𝘛𝘢𝘮𝘢𝘵]
Фанфикшн#5 [PRIVATE] [BL] [Chansoo] [21++] Emang dedek-dedek aja yang bisa ngegemezin? Abang-abang juga bisa! © arni_girsang, 09112017
![ᴀʙᴀɴɢ ɢᴇᴍᴇᴢ - [𝘛𝘢𝘮𝘢𝘵]](https://img.wattpad.com/cover/127990124-64-k96807.jpg)