AG-23

2.1K 389 65
                                        

“Hyung…!!” Sehun langsung memeluk tubuh mungil Kyungsoo sesaat setelah Kyungsoo membukakan pintu. Sosok yang sangat dia rindukan setahun belakangan ini. Perasaannya tidak pernah berubah. Sementara itu Chanyeol hanya tersenyum bahagia tidak bisa menyembunyikan raut wajahnya.

“Hyung terlihat sedikit coklat. Aku jadi ingat Kai sedikit.”

“Apakah sunbae bersenang-senang?”

“Bagaimana bisnis hyung? Daebak! Masih muda tapi sudah berani berbisnis di negri orang.”

“Tempat apa yang sunbae paling sukai?”

Chanyeol dan Sehun memberondong Kyungsoo dengan banyak pertanyaan saat mereka berjalan di sofa dan duduk dengan nyamannya.

“Whoaaa… kalian lebih cepat datang daripada yang aku bayangkan.” Ujar Kyungsoo duduk di hadapan Chanyeol dan Kyungsoo. Kulitnya yang sedikit kecoklatan membuat dia terlihat lebih tampan dan manly.

“Kebetulan kami sedang ada dirumah Sehun, sunbae.”

“Dan kebetulan kami juga sedang membicarakan hyung. Kami tidak mendapatkan kabar atau surat dari hyung, padahal ini sudah lebih dari 1 tahun.” Sehun menambahkan.

“Hehehe… maafkan aku. Sebenarnya aku sudah pulang ke Korea sejak seminggu lalu, hanya saja aku tidak langsung mengabari kalian. Ada beberapa hal yang harus aku kerjakan.” Kyungsoo menjelaskan.

“Tidak langsung mengabari kami?!!” Sehun mulai terlihat protes.

“Sunbae tidak tau kalau kami sangat mencemaskan sunbae?”

“Sudah seminggu hyung?”

“Sunbae sangat tega!”

“Kalian cerewet sekali. Aku lapar, apakah kalian sudah makan?” tawar Kyungsoo karena sedikit jengah dengan protes-protes dari namja tampan di sampingnya ini.

“Aku butuh jawaban.” Chanyeol langsung menodong Kyungsoo dengan hal yang mengganggu pikirannya sejak Kyungsoo memutuskan ‘menenangkan diri’.

“Aku juga.” Tambah Sehun

“Tidak bisakah kita makan dulu? Kalian baru saja datang. Aku tidak ingin suasana ini berubah drastis menjadi menegangkan.” Kyungsoo beranjak dari tempatnya dan berjalan menuju dapur.

Dengan cekatan Kyungsoo memasak untuk mereka bertiga. Diakuinya, dia merasa bahagia saat pertama kali melihat kedua namja yang masing-masing memiliki tempat dihatinya. Jujur dengan perasaannya, dia ingin memiliki keduanya.

“Apakah kalian ingin makan, atau tetap duduk disitu dan menungguku selesai makan?” Kyungsoo memanggil Chanyeol dan Sehun yang masih tidak beranjak dari tempat awalnya, dan sibuk memainkan ponsel masing-masing.

Chanyeol dan Sehun menempati tempat duduk di meja makan. Mereka mengamati wajah Kyungsoo dengan penuh minat. Wajah Kyungsoo terlihat begitu tenang, seolah tanpa beban.

“Apakah hyung sudah memiliki jawaban?”

“Apakah sunbae sama sekali tidak merasa terbebani?”

“Makanlah. Jangan berisik pada saat makan. Nanti kita bisa ngomong setelah makan.” Kyungsoo melarang kedua namja di depannya ini untuk membrendelnya dengan pertanyaan-pertanyaan.

……

“Apakah saat ini yang kalian tunggu?” tanya Kyungsoo saat mereka sudah kembali menyamankan diri duduk di sofa setelah selesai makan.

Tidak ada jawaban, hanya Chanyeol dan Sehun yang menganggukkan kepala secara bersamaan.

“Apakah tidak bisa begini saja? Bertiga menjalani hari bersama?” tawar Kyungsoo.

“Apakah hyung belum menentukan pilihan sama sekali?” tanya Sehun.

“Aku sudah. Tapi aku tidak ingin jika ada yang tersakiti.”

“Kami sudah memutuskan, sunbae. Tidak akan ada rasa sakit hati atau kecewa jika tidak dipilih. Kami akan berlapang dada dan saling mendukung. Tapi tidak, jika sunbae ingin menjalani hubungan serius dengan kedua dari kami.” Chanyeol menjelaskan.

“Hufftt… apakah kalian yakin?” tanya Kyungsoo. Dia menghela nafasnya panjang. Dia sendiri tidak yakin dengan apa yang Chanyeol katakan.

“Kami yakin…” jawab Chanyeol dan Sehun secara bersamaan.

“Baiklah. Sudah ku katakan dari awal, jika kalian menempati tempat khusus di hatiku. Kalian bagaikan susunan puzzle yang berbeda yang mengisi ruang hatiku yang kosong. Tidak ada yang lebih baik, dan tidak ada yang lebih buruk. Kalian berdua sama istimewanya.” Kyungsoo menahan nafasnya melihat ekspresi dari Chanyeol dan Sehun yang masih sangat serius memperhatikannya.

“Akupun tidak sadar kalau bisa menyukai kalian berdua. Heol! Kalian bersahabat, bersama Kai dan Baekhyun juga. Tapi aku bisa begitu jahat berada diantara kalian…”

“…Tidak ada niatan untuk merusak persahabatan kalian sama sekali. Aku tidak bisa melarang ketika cinta itu perlahan-lahan datang. Aku harap, setelah ini persahabatan kalian tidak akan rusak.”

“Tidak akan pernah.” Jawab Sehun dan Chanyeol lagi secara berbarengan.

“Maafkan aku atas keputusanku.” Kyungsoo menarik nafasnya dalam, mempersiapkan dirinya.

“Aku memilih…”
























































































“Park Chanyeol…” Kyungsoo menundukkan kepalanya takut salah akan keputusannya.

Chanyeol tidak tersenyum mendengar jawaban dari Kyungsoo. Dia langsung refleks memeluk Sehun yang tersenyum kecut. Tidak, Chanyeol tidak tega melihat wajah sahabatnya ini. Dia sadar, rasa cinta Sehun begitu besar untuk Kyungsoo.

“Sehun-ah, mianhe…” jawab Kyungsoo.

“Hei! Kenapa kalian? Harusnya kalian berbahagia, kok wajah kalian murung begini?” Sehun menunjukkan wajahnya seceria mungkin.

“Apakah kau baik-baik saja?” tanya Kyungsoo yang sudah berani menengadahkan kepalanya menatap raut wajah Sehun yang tersenyum bahagia.

“Aku? Tentu saja aku baik-baik saja. Aku bahagia untuk sahabatku dan orang yang kucintai.” Ujar Sehun mantap. Tidak ada raut wajah kesedihan sama sekali.

“Kalau begitu…” Chanyeol masih belum berani untuk banyak berkata-kata.

“Oh, ayolah Chan… kita sudah membuat kesepakatan. Kau harus berjanji untuk membahagiakan Kyungsoo hyung. Dan ku harap kalian tidak akan melupakanku.”

“Tidak. Aku tidak akan melupakanmu. Kau tetap dongsaeng favoritku.” Kyungsoo memeluk Sehun dan menyenderkan kepalanya di dada bidang Sehun.

“Kalian harus bahagia.” Ujar Sehun sambil mengelus-elus kepala Kyungsoo dengan lembut.

“Kau juga, Sehun-ah…”

TBC

A/N:
Mau nanya dong... Sedikit OOT nih.
Kalau kalian komen, trus ga dibales sama authornya, jadi masalah kah?
Soalnya aku jarang (hampir tidak pernah malah) bales komen di story-ku.

Ada yang ngirim pesan nanyain kenapa aku tidak pernah bales komen.
Jujur, aku kadang bingung kalau mau bales komen.
Takut salah.😐😶

ᴀʙᴀɴɢ ɢᴇᴍᴇᴢ - [𝘛𝘢𝘮𝘢𝘵]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang