chapter 22

14.9K 645 18
                                        

Tubuh mereka menegang saat melihat kedatangan seorang. Hati adele merasa panas bagaimana tidak panas kalau suaminya sedang berbicara dengan wanita.

Kau tau wanita itu? Dia wanita yang berpelukan dengan suaminya saat dikantor suaminya.

Lay sedang berbincang dengan wanita itu hingga sampai ketawa-ketawa sendiri. Bahkan lay lupa kalau istrinya ada di sebelahnya.

"Eheemmm"adele berdehem membuat mereka berhenti dan menatapnya.

"Eh maaf ya. Kami keasikan ngobrol hehe"ucap wanita dengan senyum kikuk.

Adele hanya membalas senyuman paksa.

"Kalau boleh tau. Selamat ya kehamilan kedua. Jaga kesehatan ya. Saya pamit pulang"Adele hanya mengangguk malas.

"Akan kuantar didepan ya"tawar lay membuat adele hati panas.

"Tidak perlu ya lay. Kau harus jaga istrimu"

"Tidak apa apa. Toh adele tidak marah kok. Iya kan sayang"ucap lay menatap istrinya. Adele hanya senyum paksa.

"Baiklah"

Mereka berdua pergi keluar dari ruangan. Akhirnya tidak sengaja berpas-pas an dengan revena. Revena masuk kedalam ruangan tersebut.

"Kak. Itu tadi kakak sama mantan pacar ya"ucapan membuat adele malas menjawab. Adele hanya mengangguk malas.

"Kenapa kak adele gak marahi kakak saja. Ih bukannya istrinya sedang sakit malah berduaan sama wanita lain"kesel revena.

Adele gemes lihat adik iparnya marah sendiri.

"Zeno kemana?"tanya adele

"Tenang kak. Zeno di bawa mama. Kak adele istirahat dulu"jawab revena mencoba tenangkan adele.

"Ya sudah"cuek adele.

Adele tiba tiba menangis tanpa sebab. Revena heran adele tidak seperti biasanya. Apa karena hamil jadi sensitif. Revena menghampiri adele lalu berpelukan.

"Tenang dulu kak"revena mengelus punggung adele mencoba tenangkan.

Pintu terbuka menampilkan lay. Ia kaget melihat istrinya menangis dipeluk adiknya.

"Kenapa menangis?"tanya lay bingung.

Mereka melepaskan pelukan. Adele mengusap air mata dengan pelan dan perasaan adele campur aduk. Adele sedang memikirkan suaminya dengan wanita tadi.

Lay menghampiri istrinya langsung memeluknya.

"Kau kenapa sayang"bisik lay

Adele hanya menggeleng-geleng. Ia mempereratkan pelukan suaminya. Tiba tiba dokter datang menghampiri mereka.

"Maaf saya tidak bermaksud mengganggu momen anda. Saya ingin memeriksa nyonya adele"kata dokter senyum

Mereka melepaskan pelukan. Sebenarnya adele tidak ingin melepaskan namun terpaksa. Dokter memeriksa adele.

"Baiklah. Nyonya adele diperbolehkan pulang. Asal jangan lupa minum susu nustrisi ibu hamil dan vitamin. Tuan dimohon jaga kesehatan istri anda"jelas dokter

"Baik dokter. Terimakasih"ucap lay

Dokter hanya mengangguk senyum lalu meninggalkan mereka.

Mereka sampai di mansion. Mereka disambut oleh keluarga suaminya. Disana ada orangtuanya dan adiknya.

"Duh anak mama sudah pulang"kata mama

Adele hanya tersenyum ke arah mama. Zeno lari ke arah mamanya. Zeno sudah umur 1tahun lebih.

WEDDING HURT  [COMPLETED] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang