chapter 26

15.1K 699 30
                                        

Setelah kejadian itu, lay sudah tidak pernah menghubunginya lagi. Jangankan sms maupun telepon pun tidak pernah.

Bahkan surat perceraian belum sampai diterima ke adele. Ia sudah menunggu hal itu.

Adele merasa bosan dirumah, sepi dirumah hanya ditemani sama bibi pembantu rumah. Adele sedang bermain dengan anaknya yang usia menginjak satu tahun beberapa Bulan.

"Nona.. Ingin makan apa?"tanya bibi. Dia adalah pembantu rumah.

Kaindra yang telah memperkerjakan bibi. Karena pria itu tidak ingin adele kecapean.

"Em.. Aku akan masak juga. Mari kita masak bareng ya"balas adele

"Tapi non.. "

"Tidak apa apa bi. Ayo!! "Potong adele. Dia berjalan sambil menggendong anaknya ke dapur. Adele menurunkan anaknya di sofa dan menyalakan TV acara kartun anaknya.

"Zeno.. Mama masak dulu ya. Kau disini jangan kemana mana ya. Kalau cari mama panggil mama ya"kata adele

Namun mendapat jawaban mengangguk dari zeno.

Ting nong!!!

Tiba tiba pintu bel berbunyi membuat langkah berhenti dan berbalik ke arah pintu. Mata adele membulat saat melihat kedatangan wanita paruh baya. Ya itu adalah mamanya Lay.

"Mama"

Wanita itu tersenyum sambil memeluknya, "Adele, mama kangen"lirih mama

"Adele juga kangen ma",sahut Adele balas pelukan mama dengan lembut.

Setelah melepaskan pelukan, adele mempersilahkan mama masuk rumah.

"Mama mau bicara sesuatu padamu"kata mama dengan nada serius.

Adele menatap mama, lalu mengangguk pelan.

"Mama ingin kalian selesaikan baik-baik. Kumohon jangan berpisah dengan putraku. Apa kau tidak kasihan dengan Zeno. Kau tega ya memisahkan anak dengan ayah kandungnya"wanita paruh baya itu menghentikan sejenak. Lalu lanjutkan lagi.

"Kau sangat egois sekali tidak memikirkan perasaan putraku. Dia juga ingin sekali bermain dengan Zeno. Tapi mengapa kau telah memisahkan Zeno dengan putraku"lanjut mama.

Adele hanya diam mendengarkan mama, sungguh apa yang dikatakan mama benar. Dia wanita egois sekali.

"Mama sungguh kecewa padamu, jika memang kau ingin berpisah dengan putraku. Silahkan saja"

Mama berdiri dengan raut wajah kecewa, lalu berjalan ke arah pintu. Namun langkah berhenti lalu berbalik badan menghadap Adele.

"Pikirkan baik-baik Adele"Ucap Mama lalu meninggalkan Adele yang sedang mematung disana.

Adele hanya menghela nafasnya dalam-dalam, mukanya ditutup dengan kedua tangannya.

"Bagaimana keadaanmu sekarang?"suara itu membuat kepala Adele mendongak menatapnya.

"Kau"ucap Adele tidak percaya. Bagaimana dia tau keberadaannya. Bahkan Adee tidak pernah memberitahu alamat.

Lay tersenyum kecil, dia memang tahu keberadaannya karena adam telah memberikan informasi tentang Adele. Lay menghampiri Zeno yang sedang bermain.

"Hey jagoan papa.. Papa kangen Zeno",Kata Lay sambil menggendong anaknya.

Adele hanya diam, tidak salah Zeno bertemu dengan ayah kandungnya.

Lay menatap Adele, "berapa Bulan kandungan mu?"tanya Lay.

Adele memegang perutnya, "mungkin satu Bulan"jawab Adele seadanya. Karena belum memeriksa kandungannya. Lay mengangguk paham.

WEDDING HURT  [COMPLETED] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang