Ardi bisa menebak, kehebohan di tangga itu pasti menyangkut nasibnya. Quadrangle mereka bakal segera berakhir. Lebih to the point, persaingan sehatnya dengan Rayn sudah mencapai garis final. Tapi ngomong-ngomong, kapan mulainya? Ia masih terbengong-bengong di garis start, tahu-tahu sekarang sudah mau diumumkan pemenangnya? Siapa yang dipilih Megan?
Rayn. Sejak awal sudah jelas. Ia saja yang merasa ada peluang. Mengulur waktu, membohongi diri sendiri, mengabaikan sinyal-sinyal friendzone Megan. Sikapnya membuat Megan rikuh. Rayn pun mundur untuk memberinya kesempatan. Padahal kalau mau, Rayn tinggal bergerak, Megan sudah menunggu dan bakal menyambutnya.
Jadi, tidak salah lagi, ia akan tersisih for sure, for good. Ardi sudah siap.
Menurut artikel yang dibacanya di situs jomblokerendotcom, orang yang ditolak gebetan bakal menjadi tangguh dan dapat kesempatan beramal lebih banyak. Segitu sudah jatuh karena cinta ditolak, ketimpa tangga harus bilang enggak apa-apa sambil senyum, eh masih ketumpahan rasa bersalah pula dari si gebetan. Ujung-ujunganya, si jomblo keren juga yang harus menghibur dan meyakinkan bahwa penolakan itu bukan salahnya, tapi demi kebaikan bersama.
Let's see. Apapakah kisahnya akan mengikuti pola yang sudah umum itu?
Di taman, setelah makan siang terburu-buru tanpa suara, Ardi mengeluarkan dua bungkus tisu. Untuk Megan tentu saja, mengingat muatan emosional dalam ceritanya. Mereka masih punya waktu 45 menit. Entah akan cukup atau tidak kalau disertai drama.
Ardi menyingkirkan kotak bekal. Megan menangkap isyaratnya dan mulai bicara. Hanya perlu 15 menit untuk menceritakan semuanya. Tentang kesalahan yang Megan lakukan terhadap Lucy. Tentang dendam Lucy dan deal-nya dengan Raiden. Tentang Raiden yang sebetulnya baik tapi ingin menjauhkan Rayn darinya. Tentang tugas keempat dan kegalauan Megan melaksanakannya, yang kemudian berakhir kacau di tangga. Tentang perasaan Megan sebenarnya terhadap Rayn. Iya, Megan menyukai Rayn lebih dari yang lain. Dan terakhir, tentang perasaan Megan terhadap Ardi sendiri. Iya, Megan sayang pada Ardi seperti pada Mirza, adiknya. Sedikit meleset, bukan friendzone, tapi sisterzone. Oke.
Sistematis. Rapi. Jujur. Nyaris tanpa emosi. Tanpa drama. Megan sangat perhatian dan berusaha banget meminimalisir dampaknya. Megan memang beda dengan cewek kebanyakan, pikir Ardi kagum.
Kagum membawa gelombang pertama yang menghantam perasaannya. Ardi mengenali rasa kecewa, sedih, dan marah, yang meruak dari dada. Disusul banyak perasaan lain lagi sesudahnya. Tak berdaya. Minder. He's not good enough. Kurang ganteng, kurang tinggi, enggak kaya, enggak pintar. Semua itu meruntuhkan kesiapannya. Ardi sudah menebak, tapi tidak menyangka tebakannya bakal betul.
Dipandangnya Megan sesaat. Ketenangan gadis itu anehnya menular. Ia tahu, enggak mudah buat Megan memilih kata dan berbicara dengan tujuan tidak menyakiti hatinya. Jadi, kendalikan perasaanmu, Ardi. Ini cuma satu fase. Akan lewat segera, apalagi kalau kamu lari kayak dikejar Cimot.
Tiba-tiba saja ia terkekeh, menertawakan diri sendiri.
Megan tercengang. Mungkin mengira ia bisa menerima dengan santai.
"Aku bayangin kamu berlatih bicara dalam pikiranmu selama jam pelajaran tadi," kata Ardi.
Muka Megan langsung bersemu yang buru-buru ia tutupi dengan kedua tangan.
Ardi menjangkau ke seberang meja untuk menyentuh lengan Megan sekilas. "Terima kasih, Meg. Aku tahu kamu khawatir aku kenapa-kenapa. Bohong banget kalau bilang aku baik-baik saja. Tapi perasaanku sekarang enggak relevan. Kesampingkan saja dulu."
Di tahap ini, Ardi mengira Megan akan meminta maaf dan menjelaskan alasannya memilih Rayn. Ardi sudah siap dengan jawaban: "Enggak ada yang perlu dimaafkan, Meg. Perasaan enggak bisa dipaksakan."
KAMU SEDANG MEMBACA
PELIK [Sudah Terbit]
Teen Fiction[Sudah Terbit] PELIK "haruskah aku relain kamu dengannya?" Rayn belum pernah jatuh cinta. Gimana mau jatuh cinta kalau ngenali muka orang saja enggak bisa. Ia mengidap face-blindness yang dirahasiakannya mati-matian. Saat cinta akhirnya menyapa, Ray...
![PELIK [Sudah Terbit]](https://img.wattpad.com/cover/126099623-64-k138457.jpg)