Seusai ujian hari terakhir. Di kelas yang sudah kosong.
Megan masih di bangkunya. Ia sudah mengirim pesan pada Rayn dan Ardi agar pulang duluan saja. Tidak usah menunggunya karena ada yang harus ia benahi di kelas sebelum libur. Megan melirik meja sebelah, yang hendak dibenahinya duduk di sana. Lucy hanya diam bersedekap.
Rasanya seperti meluncur di jalur cepat tanpa rem sejak Lucy memegang surat utangnya. Tiga bulan terakhir ini jauh lebih pelik ketimbang empat tahun lebih ia di Darmawangsa. Dulu semua serba sederhana. Belajar, ujian, meraih prestasi dan beasiswa. Berteman dengan semua siswa, berhubungan baik dengan semua guru. Happy.
Kesamaan hobi dan passion tiba-tiba saja mendekatkan ia dengan Lucy. Mereka saling berbagi cerita dan rahasia. Untuk beberapa lama, sekolah menjadi lebih asyik karena itu. Megan tidak menyangka, pertemanan yang mendadak intens itu ada risikonya.
Seperti rumah tanpa pondasi, begitu saja persahabatan mereka ambruk. Kesamaan hobi dan passion, ironisnya, menjadi penyebab. Masalah cowok topping-nya. Pasca break up, Megan kembali ke rutininas sederhananya. Belajar, ujian, meraih prestasi dan beasiswa. Berteman dengan semua siswa, berhubungan baik dengan semua guru. Happy. Tidak. Tidak semudah itu. Ada harga yang harus dibayar. Prestasi turun. Beasiswa lenyap. Konsekuensi mengadang. Puncaknya, surat utang di tangan Lucy.
Surat utang, alih-alih undangan, yang membawanya ke pesta Jocelyn, karena sebagai sahabat Lucy sekalipun, Megan tidak pernah masuk daftar VIP layak undang. Dan di sana, ia bertemu Rayn. Peristiwa yang tidak mau ia tukar dengan apa pun. Kepelikan dengan Lucy mendadak menjadi sesuatu yang layak dijalani.
"Oke. Mereka sudah pulang, enggak akan menyusul ke sini," kata Megan, setelah mendapat jawaban singkat dari Raynardi. Lucy masih bergeming. Membuat Megan tidak nyaman. Maka ia melanjutkan dengan obrolan santai. "Overcoat modifikasi Burberry-Zara sudah jadi? Bagus enggak? Pengin lihat ilustrasiku jadi kenyataan."
Lucy pun bergerak, mengibaskan rambutnya ke belakang. "Hmm ... kamu ingat untuk pakai istilah ilustrasi, bukan rancangan."
"Tentu saja, Luce. Itu rancangan Burrberry dan Zara. Kamu modif. Dan aku cuma mewujudkannya dalam bentuk gambar."
"Kamu enggak bilang begitu waktu menang kompetisi tahun lalu. Aku yang merancang busana dan kamu mengilustrasikannya. Kamu ikutkan dalam lomba atas nama kamu sendiri dan menang. Kamu akui itu sebagai prestasimu dan kamu ambil hadiahnya. Oh tidak, Megan tidak butuh magang sama desainer profesional dan jalan-jalan ke Singapura untuk menonton fashion show. Kamu lebih butuh duit dan minta hadiah itu ditukar uang saja. Kamu enggak peduli ...."
"Hei, tunggu dulu! Jangan sembarang menuduh!" Megan menyela dengan menepuk-nepuk meja sampai Lucy berhenti bicara. "Aku merancang busana itu dari imajinasi, murni kreasiku sendiri. Kenapa tiba-tiba kamu ngaku-ngaku? Biasanya juga kamu memodifikasi desain brand populer."
Lucy mengentakkan kaki. "Kamu lupa, Meg. Jauh sebelum kompetisi, kita tiduran di beranda belakang rumahku. Bunga kolecer lagi lebat-lebatnya. Terus aku bangun dan ngumpulin bunga yang berguguran. Warna pink dan bentuk kelopaknya bagus. Aku susun di lantai jadi gambar gaun pesta ...."
Megan masih mendengarkan dengan kening berkerut. Ia ingat momen itu. Terbaik yang pernah mereka lewatkan bersama. "Maksudmu, fashion art yang kuikutkan dalam lomba sama dengan desain kamu? Luce, aku malah enggak bikin gaun pesta."
"Kamu bikin rok kasual remaja. Aku tahu. Tapi corak dan warnanya pakai bunga kolecer. Kamu menyusun kelopaknya mirip dengan rancanganku." Suara Lucy meninggi. "Kamu menang kompetisi. Padahal kamu plagiasi ideku. Sayangnya aku enggak potret rancanganku untuk bukti ke dewan juri. Kita memang sudah enggak sahabatan, tapi aku enggak menyangka kamu lakukan itu."
KAMU SEDANG MEMBACA
PELIK [Sudah Terbit]
Novela Juvenil[Sudah Terbit] PELIK "haruskah aku relain kamu dengannya?" Rayn belum pernah jatuh cinta. Gimana mau jatuh cinta kalau ngenali muka orang saja enggak bisa. Ia mengidap face-blindness yang dirahasiakannya mati-matian. Saat cinta akhirnya menyapa, Ray...
![PELIK [Sudah Terbit]](https://img.wattpad.com/cover/126099623-64-k138457.jpg)