3. Meet His Abbie

68.8K 4.6K 965
                                        

a/n: hai! hai! hai! Akhirnya aku bisa update setelah 3 minggu bergemul dengan essay, PPT, dan presentasi.

JUJURLY AKU KANGEN KALIAN. Semoga kalian juga. So, yeah! Dis 4u😤💗💤

⋆。 ゚☁︎。 ⋆。 ゚☾ ゚。 ⋆

"Naja!"

Si pemilik nama langsung menoleh ke belakang, lalu tersenyum manis ketika melihat seorang gadis berjalan ke arahnya. Namanya Olivia, nama lengkapnya entah siapa. Naja sudah tak ingat. Namun yang jelas, gadis cantik itu salah satu anggota inti cheerleader di SMA Trisakti.

Olivia selalu mencolok dengan ciri fisiknya yang menarik perhatian murid laki-laki. Rambut lurus panjang―hitam legamnya selalu diikat tinggi, alis tebal, dan sepasang iris caramel yang menawan. Semua didukung dengan postur tubuhnya yang ideal.

Oh! Kedua mata Olivia selalu menyipit saat tersenyum. Favorite Naja.

"Hey?"

Olivia tersenyum lebar untuk membalas sapaan Naja. "Hey!"

"Gue mau balikin buku yang lo pinjemin minggu lalu."

Well ... Naja bahkan tak ingat jika telah meminjamkan buku karya Karen M. McManus kepada Olivia.

Sambil terkekeh singkat, Naja berucap, "You can have it, Olivia."

Cheerleader itu buru-buru menggeleng. "Gue cukup baca sekali aja. Anyway, thanks. Dan ini minuman kesukaan lo buat tanda terima kasih."

Selain mengembalikan buku tebal berjudul One Of Us Is Lying, Olivia juga memberikan satu kotak susu Ovaltine kepada Naja. "Jangan lupa diminum, ya!"

"Okay. Terima kasih."

Satu anggukan cepat―menahan rasa gugup, pipi gadis itu langsung merah merona saat mendengar suaranya. Naja tersenyum tipis begitu menyadari hal itu.

She's cute as fuck.

"Hmm ... alright!" Olivia menarik langkah mundur dan melambaikan sebelah tangannya dengan ragu-ragu. "I gotta go."

"Wait!"

Olivia terkesiap kala Naja menahan langkahnya dengan suara. Sebelum tiba-tiba berlutut untuk mengikatkan tali sepatunya yang entah sejak kapan terlepas. "Kalau iket tali sepatu itu yang bener. Kalau lo jatuh nanti gimana?"

Cowok itu mengangkat wajahnya. Menatap kedua mata Olivia yang terlihat berbinar saat menatap dirinya. "Lo itu cheerleader, jangan sampai luka. Okay?"

Lesung pipi sialan. Senyum tipis sialan. Mata hazel sialan. Dan tutur manis sialan.

Sekiranya itu lah yang akan gadis-gadis pikirkan saat berhadapan dengan Nicholas Dean Pranaja. Diam-diam Skater boy satu itu paling suka merepotkan perasaan para gadis.

Di sisi lain, kedua mata Olivia mengerjap dan degupan jantungnya masih menggila kala Naja berdiri dari posisi.

"Gue duluan," kata cowok itu setelah melirik arloji di tangannya. "Telpon gue kalau lo mau pinjem buku lagi. Gue langsung anter ke rumah lo."

Drunk Text (SELESAI)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang